Sejak beberapa waktu terakhir, ramai perbincangan mengenai potensi Perang Dunia III di media sosial. Hal itu tentu menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Isu tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah beredarnya kembali video lama yang menampilkan pernyataan politikus Rusia, Vladimir Zhirinovsky, terkait kemungkinan konflik global.
Meskipun tidak terlibat langsung dalam medan perang, paparan informasi yang intens ternyata cukup untuk memicu stres, kecemasan, dan overthinking berkepanjangan.
Psikolog Rose Mini Agoes Salim mengakui manusia zaman sekarang kalau mencari dan mendapatkan informasi kerap bukan dari sumber yang terpercaya.
Hal itu menimbulkan dampak bermacam-macam, mulai dari kecemasan, kemarahan, sedih, dan lain sebagainya. Dan itu akan berdampak pada perilaku mereka di dalam kehidupan.
Ketika seseoran sudah terlalu banyak terpapar informasi, Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia meminta kepada masyarakat untuk berhenti menggunakan gadget untuk mencari informasi tersebut.
Jadi kita menutup diri dari informasi tidak penting. Kecuali informasi dari sumber terpercaya, jadi kita bisa saring yang dipercaya dan tidak. Karena ini juga akan menimbulkan overthinking dan negatif thinking,”
ujar wanita yang akrab disapa Bunda Romi kepada owrite.
Romi menambahkan penting juga untuk menganalisa sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan kita. Dampak pada performance dan berdampak juga pada penilaian seseorang.
Apakah ini yang memang mereka pikir ingin didapat atau sebenernya kita ingin hidupnya lebih baik, makanya jangan terlalu berpikir negatif atau overthinking tentang sesuatu yang belum tentu terjadi. Jadi kita stop memikirkan itu dan melihat yang realistis,”
tambahnya,
Romi menambahkan manusia memiliki banyak sekali harapan dalam hidupnya. Ketika ada informasi terkait perang dunia, semua harapan dan keinginan yang sudah direncakan tidak terjadi karena overthinking yang membuat mereka jadi takut.
Nah bentuk overthinking ini bisa dalam bentuk postingan atau curhat ke orang, itu bisa jadi ketakutan yang tidak disadari,”
tambah Romi.
Menurutnya, yang perlu diperhatikan adalah hal penting yang ada di depan mata. Jangan memberi alarm sesuatu yang belum terjadi.
Tapi kalau apa yang ada di depan mata, kita ada masalah tertentu kita coba pelajari, analisis dan cari solusinya. Itu lebih penting dibandingkan memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi yang membuat kita tidak bisa berpikir karena masalah itu. Overthinking itu membuat kita kemudian tidak melihat sesuatu yg secara realistis di depan mata kita,”
tandasnya.
