Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 21 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • BMKG
  • iran
  • Banjir
  • sumatera
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kasus Andrie Yunus, Temuan Bukti Botol Air Keras dan Ultimatum Ungkap Kasus
Nasional

Kasus Andrie Yunus, Temuan Bukti Botol Air Keras dan Ultimatum Ungkap Kasus

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
Last updated: Maret 16, 2026 4:22 pm
Adi Briantika
Amin Suciady
Share
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) memberikan pembaruan kondisi Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus setelah disiram air keras, di kantor YLBHI
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) memberikan pembaruan kondisi Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus setelah disiram air keras, di kantor YLBHI, Senin, 16 Maret 2026. (Foto:owrite/Adi)
SHARE

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menyoroti dugaan kelalaian kepolisian dalam penanganan awal kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. 

Pihak advokasi mendesak penegak hukum untuk segera menangkap pelaku lapangan sekaligus menyeret aktor intelektual di balik serangan tersebut dalam kurun waktu kurang dari tujuh hari.

Perwakilan TAUD, Alghiffari Aqsa, menilai insiden yang menimpa Andrie Yunus bukanlah tindak kriminal biasa, melainkan sebuah kejahatan terencana yang sangat terorganisasi. 

Ia meragukan operasi serangan dengan level sedemikian rupa, murni dilakukan oleh warga sipil tanpa sokongan pihak tertentu.

Kritik tajam diarahkan pada proses olah Tempat Kejadian Perkara yang dilakukan oleh kepolisian. Alghiffari mengungkapkan polisi gagal mengamankan barang bukti krusial di lokasi kejadian. 

Bukti tersebut justru ditemukan oleh saksi di sekitar tempat perkara, yang didampingi oleh tim advokasi ketika melakukan penelusuran mandiri. 

Ketika olah TKP, gelas atau botol yang kami duga untuk menyiram air keras tersebut tidak ditemukan (oleh polisi). Kami menelusuri secara mandiri dan menemukan botol yang diduga kuat berisi cairan berbau sangat keras dan cukup identik dengan bau air keras yang terdapat di badan korban,”

kata Alghiffari, di kantor YLBHI, Senin, 16 Maret 2026. 

Kelalaian ini menjadi catatan tersendiri, meski Tim Advokasi tetap bersikap kooperatif dengan menyerahkan temuan tersebut dan penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan.

Alghiffari menarik garis merah dengan kasus-kasus kekerasan terhadap pembela HAM sebelumnya, seperti kasus Tama Satrya (2010) yang pelakunya tidak pernah tersentuh hukum, serta kasus Novel Baswedan (2017) yang hanya menghukum ringan pelaku lapangan tanpa mengungkap dalang utamanya.

Saya mengatakan ini operasi percobaan pembunuhan karena terorganisir, dan kami menduga pelakunya sangat sulit dibayangkan dilakukan oleh sipil. Kami menduga ada aktor intelektual, ada pemberi dana,”

tegas Alghiffari.

Ia mewanti-wanti agar pengadilan nantinya tidak dijadikan panggung sandiwara, ketika pelaku dalam kasus Novel hanya mengaku bertindak atas dasar sakit hati pribadi demi menutupi motif operasi yang sesungguhnya.

Dengan dukungan bukti yang telah diserahkan serta kemajuan teknologi investigasi, Tim Advokasi mematok target kurang dari tujuh hari bagi kepolisian untuk mengungkap pelaku lapangan.

Kondisi saat ini dinilai lebih menguntungkan dibandingkan kasus tahun 2017. Rekaman kamera pengawas kini lebih jelas, dan kepolisian memiliki fasilitas canggih seperti pengenal wajah serta teknologi Cell Tower Dump yang mampu mendeteksi keberadaan nomor telepon di titik dan waktu tertentu. 

Misalnya ada orang yang berjaga-jaga atau mengawasi Andrie di sekitar LBH pada sekitar jam 11 malam, maka nomor tersebut bisa diidentifikasi. Jika itu dilakukan, kami optimis dalam waktu beberapa hari ke depan, kurang dari 7 hari, itu sudah ditemukan oleh pihak kepolisian,”

kata Alghiffari.

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi sekaligus korban penyiraman air keras di masa lalu, Novel Baswedan, pun mengutuk keras aksi teror yang menimpa Andrie Yunus. 

Novel tegas menyebut serangan tersebut sebagai kejahatan biadab yang sangat terorganisir dan memiliki niat untuk membunuh atau membuat korban cacat permanen, serta menegaskan bahwa korban adalah sosok pejuang HAM yang berintegritas dan tidak bekerja untuk kepentingan pribadi.

Andrie Yunus orang baik. Dia orang yang berintegritas, kritis, dan berani. Apa yang dia lakukan itu bukan untuk kepentingan pribadinya. Dia berjuang, dia melakukan sesuatu untuk kepentingan orang banyak,” 

kata Novel di kantor YLBHI, Jumat, 13 Maret.

Melihat pola serangan yang menyasar area krusial tubuh korban, ia meyakini bahwa motif pelaku bukan sekadar memberikan peringatan, melainkan berniat menghilangkan nyawa korban.

Saya yakin maksudnya membunuh. Karena apa? Biasanya pelakunya itu menyiram air keras di area muka. Kalau area muka itu kena air keras, kemungkinan besar gagal napas dan bisa meninggal. Paling tidak, pelaku ini menghendaki cacat permanen. Begitu jahatnya pelaku itu. Ini kejahatan yang sangat serius dan biadab,”

tegas Novel. 

Novel juga mengungkapkan dirinya telah melihat rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan analisisnya, kejahatan ini bukanlah tindakan spontan atau sekadar dilakukan oleh dua orang eksekutor lapangan.

Insiden bermula pada pukul 23.37 WIB, Kamis, 12 Maret. Saat itu, Andrie yang sedang mengendarai sepeda motornya di Jalan Salemba I tiba-tiba dihampiri oleh dua pria tak dikenal yang mengendarai motor berlawanan arah.

Tanpa basa-basi, salah satu pelaku langsung menyiramkan air keras ke arah Andrie hingga membuat baju yang dikenakannya meleleh. Setelah melancarkan aksinya, kedua pelaku yang menggunakan helm dan penutup wajah langsung kabur memacu kendaraannya ke arah Jalan Salemba Raya.

Akibat siraman tersebut, Andrie mengalami luka bakar tingkat primer sebesar 24 persen dan masih dirawat di RSCM Jakarta.

Tag:Andrie YunuskontrasPenyiraman Air Keras
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Gambar ilustrasi pembungkaman kritik
Nasional

(Part II) Krisis Tutup Mulut Kritis: Kritik dari Kritikus Dibalas Kriminalisasi

Ekspresi yang Tak Bebas Peneliti Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Iqbal Muharam mengatakan, dua laporan polisi terhadap Feri Amsari yang diproses oleh Polda Metro Jaya menunjukkan kecenderungan serius penggunaan…

By
Amin Suciady
Adi Briantika
4 Min Read
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Ekonomi Bisnis

Mau Cabut dari Bursa, BEI Kunci Perdagangan Saham Emiten Grup Djarum

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menghentikan sementara perdagangan alias suspensi saham Emiten Grup Djarum, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST). Hal ini dilakukan karena IBST akan melakukan delisting dan go…

By
Anisa Aulia
Dusep
2 Min Read
Pemain muda Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto
Olahraga

Viral Tendangan Kungfu, Fadly Alberto Akhirnya Minta Maaf

Pemain muda Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga, akhirnya angkat bicara terkait insiden tendangan keras yang ia lakukan dalam laga melawan Dewa United U-20 di ajang Elite Pro Academy U-20.…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Gambar ilustrasi pembungkaman kritik
Nasional

(Part I) Krisis Tutup Mulut Kritis: Kritik dari Kritikus Dibalas Kriminalisasi

Sepanjang April 2026, gelombang kriminalisasi kebebasan akademik mengguncang demokrasi Indonesia. Tiga intelektual…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
4 menit lalu
Jamaah calon haji mengikuti upacara pelepasan di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (7/4/2026). Sebanyak 1.275 jamaah calon haji dari Kabupaten Kediri akan diberangkatkan menuju tanah suci dalam 4 kloter.
Nasional

Kementerian Haji dan Umrah Ungkap 95 Kasus, Umrah Tempati Posisi Teratas

Kementerian Haji dan Umrah mengungkapkan, telah menerima 95 kasus dugaan tindak pidana…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
By
Rahmat
Amin Suciady
16 jam lalu
Jamaah haji dari berbagai negara melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi
Nasional

Tekan Angka Pelanggaran Haji dan Umrah, Polri Buat Satgas Haji Hingga Tingkat Kabupaten

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Kementerian Haji dan Umrah membentuk Satuan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
By
Rahmat
Amin Suciady
17 jam lalu
SWSI resmi dibentuk untuk wadah berhimpun bagi jurnalis senior Tanah Air
Nasional

SWSI Resmi Berdiri, Jadi Wadah Wartawan Senior untuk Jaga Marwah Jurnalistik dan Demokrasi

Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) resmi dibentuk untuk wadah berhimpun bagi jurnalis…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up