Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 14 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Kue Jojorong Kuliner Khas Banten yang Hampir Langka
Hype

Kue Jojorong Kuliner Khas Banten yang Hampir Langka

Ivan OWRITE
Last updated: April 7, 2026 12:28 pm
By
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
- Redaktur
4 bulan lalu
Share
Kue Jojorong Kuliner Khas Banten yang Hampir Langka
Kue Jojorong Kuliner Khas Banten yang Hampir Langka (Fotor: Pandeglangkab.go.id)
SHARE

Berkunjung ke kota Banten identik dengan oleh-oleh sate bandeng. Namun ada salah satu kuliner yang sering terlupakan meski sama-sama memiliki sejarah.

Daftar isi Konten
  • Cara membuatnya:
  • Bahan tambahan:
  • Lapisan adonan:

Kue Jojorong adalah jajanan tradisional khas Banten, khususnya daerah Pandeglang dan Lebak. Kue ini hampir langka keberadaannya dan jarang ditemukan, namun hanya ada beberapa yang masih memproduksi jajanan tradisional ini.

Saat ini, kue Jojorong hanya bisa ditemui dalam beberapa acara tertentu yang ada di lingkungan masyarakat, seperti acara pernikahan, sunatan, dan lainnya.

Dikutip dari goodnewsfromindonesia.id, kue jojorong bukanlah kuliner baru yang ada di tengah masyarakat Banten. Jajanan tradisional ini diketahui sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Bahkan pada masa Kesultanan Banten, kue jojorong menjadi salah satu sajian yang diberikan kepada tamu yang datang, sehingga membuat jajanan tradisional yang satu ini memiliki nilai mendalam bagi masyarakat Banten.

Keunikan Kue ini disajikan menggunakan daun pisang yang dibentuk seperti mangkuk kecil. Berisi adonan tepung beras dan santan dengan isian gula aren ditengahnya, membuat Kue ini memiliki rasa yang gurih dan manis dengan tekstur lembut saat masuk mulut.

Dilansir dari laman Merdeka, kue jojorong diketahui sudah ada sejak masa Kesultanan Banten berdiri, diperkirakan kue tradisional ini sudah berkembang di tengah masyarakat sekitar abad ke-16 hingga 19.

Pada saat itu, kue jojorong menjadi salah satu sajian yang dihidangkan di momen-momen acara yang diadakan oleh masyarakat, sehingga jajanan tradisional ini disajikan untuk tamu yang datang ke Kesultanan Banten.

Seiring berjalannya waktu, keberadaan kue jojorong tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan kerajaan saja. Masyarakat secara luas juga sudah bisa menikmati jajanan tradisional tersebut.

Hal ini makin didukung dengan resep kue jojorong yang terus diwariskan secara turun temurun. Dengan demikian keberadaan jajanan tradisional tersebut tetap bisa terus terjaga di tengah masyarakat.

Cara membuatnya:

Bahan utama pembuatan kue ini adalah tepung beras dan santan kelapa.

Bahan tambahan:

  • Tepung kanji
  • Tepung sagu
  • Gula merah serta
  • Daun suji

Kemudian gunakan daun pisang yang dibentuk persegi sebagai wadahnya dan diisi dengan tiga lapisan adonan berbeda didalamnya. Setelah itu, adonan dikukuskan hingga matang dan siap disajikan.

Lapisan adonan:

  • Lapisan 1 : Campur tepung beras, tepung sagu, santan, dan ekstrak daun suji
  • Lapisan 2 : Tambahkan gula merah cair ke adonan dasar
  • Lapisan 3: Gunakan campuran tepung beras dan santan polos.

Kue Jojorong bukan sekadar jajanan manis, melainkan warisan budaya Kesultanan Banten yang menyimpan cerita ratusan tahun.

Meski kini hampir langka, upaya pelestarian melalui resep turun-temurun dan sajian di acara adat menjanjikan keabadiannya.

Dengan begitu, generasi mendatang bisa terus merasakan gurih-manisnya sepotong sejarah Banten.

Laporan dibuat oleh:

Hilwa Urwatul Wutsqa

Tag:BantenJajanan TradisionalKue JojorongkulinerSate Bandeng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Dari Challenge Jadi Perkara, Kasus Hafalan Surah Alquran Berhadiah Miras Dilimpahkan ke Polda Metro
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi minuman keras atau miras.
1
9 Demo di Jakarta Batal Bersamaan, Pengamat Curiga Ada “Dirijen” yang Atur Gerakan Massa
By Rahmat Tunny
Momen demo
2
Misteri Sutrimo dari Kebayoran ke Banyumas: Barang Raib, Jasad Tanpa Luka
By Rahmat Baihaqi
Petugas membawa peralatan untuk proses ekshumasi jenazah Sutrimo mantan kepala rumah tangga eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah, di Desa Wlahar, Wangon, Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026).
3
Polisi Amankan Dua Pelaku terkait Challenge Hafalan Ad-Dhuha Hadiah Miras
By Rahmat Baihaqi
Plh Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Oki Waskito
4
Sambung ‘Nadi’ 1.314 Desa, Kapolri Beberkan Capaian 895 Jembatan Merah Putih Presisi
By Rahmat Baihaqi
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan hasil pembangunan 895 Jembatan Merah Putih Presisi, Lebak, Banten, 13 Agustus 2026.
5

BERITA LAINNYA

Kuba Mas di Depok
Hype

Bukan Sekadar Nama Kota, Ini Asal-Usul Depok dan Jejak Kolonialnya

Jauh sebelum berkembang menjadi kota penyangga Jakarta, Depok telah melewati perjalanan sejarah…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
Hype

Napak Tilas Kemerdekaan, Ini Lima Museum Bersejarah di Jakarta yang Bisa Dikunjungi

Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia tidak harus selalu dilakukan dengan mengikuti berbagai…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
11 jam lalu
Buah naga
Hype

Tak Hanya Manis dan Segar, Ini Khasiat Buah Naga bagi Kesehatan

Buah naga menjadi salah satu buah yang cukup mudah ditemukan dan banyak…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
12 jam lalu
Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, KH Abdul Muiz Ali
Hype

MUI: Haram Hukumnya Uang Pendaftaran Lomba Dipakai untuk Hadiah Pemenang

Siapa yang semangat untuk menyambut perayaan 17 Agustusan? Tapi buat panitia tujuh…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
18 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up