Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan bahan bakar, isu hemat energi semakin sering digaungkan oleh pemerintah.
Bahkan menteri ESDM Bahlil Lahadalia membagikan sejumlah langkah sederhana yang bisa diterapkan masyarakat untuk mengurangi konsumsi energi.
Dilansir dari esdm.go.id berikut tiga tips hemat energi yang bisa langsung kamu coba.
- Matikan Lampu Saat Tidak Digunakan
Kebiasaan sederhana seperti mematikan lampu sering dianggap sepele, padahal dampaknya cukup besar jika dilakukan secara konsisten. Karena , kebanyakan orang yang masih membiarkan lampu menyala di ruangan kosong, secara tidak langsung meningkatkan konsumsi listrik.
Dengan membiasakan diri mematikan lampu saat tidak digunakan, kamu bisa menghemat energi sekaligus menurunkan tagihan listrik bulanan. Selain itu, penggunaan lampu yang lebih efisien seperti LED juga bisa menjadi langkah tambahan untuk penghematan.
- Beralih ke Kendaraan Listrik
Salah satu langkah besar yang didorong pemerintah adalah penggunaan kendaraan listrik. Selain lebih ramah lingkungan, kendaraan listrik dinilai lebih efisien dalam jangka panjang dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.
Peralihan ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada BBM. Meski belum semua orang bisa langsung beralih, penggunaan kendaraan listrik secara bertahap dapat membantu menekan konsumsi energi fosil di Indonesia.
- Work From Home (WFH) untuk Kurangi Konsumsi BBM
Tren bekerja dari rumah atau work from home (WFH) ternyata tidak hanya soal fleksibilitas kerja, tapi juga berdampak pada penghematan energi. Dengan mengurangi mobilitas harian, konsumsi bahan bakar kendaraan pun ikut menurun.
WFH bisa menjadi solusi alternatif, terutama bagi pekerja di sektor yang memungkinkan sistem kerja jarak jauh. Selain menghemat BBM, cara ini juga dapat mengurangi kemacetan dan emisi karbon di perkotaan.
Ini lah tiga tips hemat energi ala Bahlil Lahadalia yang bisa kamu lakukan untuk menghemat energi. Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat, hemat energi bukan lagi sekadar imbauan, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih bijak dan berkelanjutan.
Laporan dibuat oleh:
Ani Ratnasari
