Dalam rilis pers, Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro mengatakan, prestasi ini adalah indikator penting bahwa Garuda Indonesia berhasil memperbaiki sistem operasionalnya.
Disiplin Operasional
Menurutnya Garuda kini lebih adaptif, stabil, dan bisa bersaing dengan maskapai lain.
Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa upaya berkelanjutan kami dalam meningkatkan reliability operasional mulai menunjukkan hasil nyata,”
Menurut Thomas, rekor ini tak lepas dari dukungan peningkatan disiplin operasional di seluruh lini, mulai dari peningkatan kesiapan teknis pesawat, pengaturan jadwal terbang yang presisi, hingga koordinasi lintas fungsi untuk meminimalisasikan hambatan teknis maupun non-teknis.
Ini adalah hasil kerja kolektif seluruh instansi Garuda Indonesia yang terus menjaga standar operasional secara disiplin, bahkan di tengah dinamika industri yang menantang.”
lanjutnya.
Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi Garuda Indonesia di tingkat global, serta menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan penerbangan yang aman, tepat waktu, dan nyaman untuk penumpang.
Sebagai informasi, penilaian OAG dilakukan dengan membandingkan jadwal keberangkatan pesawat dengan waktu kedatangan sebenarnya.
Data yang digunakan juga harus mencakup minimal 80 persen dari total penerbangan agar dapat masuk dalam pemeringkatan.