Mandi wajib atau mandi junub merupakan salah satu cara bersuci, dalam Islam hal ini dilakukan untuk menghilangkan hadats besar.
Seseorang yang berada dalam kondisi junub diwajibkan mandi sebelum melaksanakan ibadah tertentu, seperti shalat, thawaf, i’tikaf di masjid, hingga menyentuh mushaf Al-Qur’an.
Junub terjadi ketika seseorang mengalami keluarnya air mani, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, atau setelah melakukan hubungan suami istri (jimak) meskipun tidak sampai keluar mani.
Dalam syariat Islam, mandi wajib harus dilakukan dengan tata cara yang benar agar ibadah yang dilakukan setelahnya menjadi sah.
Rukun Mandi Wajib
Ada dua rukun utama dalam mandi wajib yang tidak boleh ditinggalkan.
1. Membaca Niat Mandi Wajib
Niat mandi wajib dibaca bersamaan dengan siraman air pertama ke tubuh. Dalam mazhab Syafi’i, niat dilakukan di awal mandi saat air mulai mengalir ke badan.
Berikut bacaan niat mandi wajib:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitul-ghusla liraf‘il hadatsil akbari minal janaabati fardhan lillaahi ta‘aalaa.
Artinya:
“Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardu karena Allah Ta’ala.”
2. Mengguyur Seluruh Tubuh dengan Air
Setelah berniat, seluruh bagian tubuh wajib terkena air tanpa ada yang terlewat, termasuk rambut, bulu, lipatan kulit, hingga pangkal rambut. Air harus mengalir secara merata agar mandi wajib dianggap sah.
Tata Cara Mandi Wajib Laki-Laki Dianjurkan
Selain rukun utama, terdapat beberapa sunah mandi junub yang dianjurkan untuk dilakukan agar mandi menjadi lebih sempurna. Berikut urutan mandi wajib laki-laki yang umum dilakukan:
- Membaca niat mandi wajib.
- Membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali.
- Membersihkan najis atau kotoran yang menempel di tubuh.
- Berwudhu secara sempurna seperti wudhu untuk salat.
- Mengguyur kepala sebanyak tiga kali sambil memastikan air sampai ke pangkal rambut.
- Mengguyur tubuh bagian kanan sebanyak tiga kali.
- Mengguyur tubuh bagian kiri sebanyak tiga kali.
- Menggosok tubuh bagian depan dan belakang agar air merata.
- Menyela rambut, jenggot, atau bagian tubuh yang sulit terkena air.
- Memastikan air mengalir ke seluruh lipatan kulit.
Dalam pelaksanaannya, dianjurkan untuk menghindari menyentuh kemaluan setelah berwudhu. Jika tersentuh, sebagian ulama menganjurkan untuk mengulangi wudhu.
Doa Setelah Mandi Wajib
Setelah selesai mandi wajib, umat Muslim dianjurkan membaca doa sebagai bentuk penyempurna ibadah bersuci.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Latin:
Asyhadu allaa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu. Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj‘alnii minat tawwaabiina waj‘alnii minal mutathahhiriin.
Artinya:
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang bersuci.”
Mandi wajib bukan hanya membersihkan tubuh secara fisik, tetapi juga menjadi bentuk penyucian diri secara spiritual sebelum menjalankan ibadah.
Karena itu, tata cara mandi junub perlu dipahami dan dilakukan sesuai syariat agar ibadah yang dikerjakan menjadi sah dan sempurna.


