Salat Witir adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Disebut “witir” karena jumlah rakaatnya ganjil, salat ini menjadi penutup malam yang indah, sekaligus pelindung dari kekurangan amal ibadah kita.
Banyak umat Islam melaksanakannya setelah salat Tarawih di bulan Ramadhan, tapi sebenarnya Witir bisa dikerjakan kapan saja setelah Isya hingga sebelum Subuh.
Seperti yang diajarkan dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan salat witir.”
Sholat ini bukan hanya rutinitas, tapi momen khusyuk untuk memohon ampunan, petunjuk, dan kebaikan dari Allah SWT.
Tata Cara Salat Witir
Salat Witir biasanya dikerjakan ganjil seperti 1 rakaat, 3 rakaat, atau lebih (ganjil). Berikut urutan umumnya:
- Niat (dalam hati)
Untuk witir 1 rakaat bacaannya “Ushalli sunnatal witri rak‘atan lillahi ta‘ala”
Untuk yang melaksanakan witir 3 rakaat “Ushalli sunnatal witri tsalatsa raka‘atin lillahi ta‘ala” - Lalu dilanjutkan dengan takbiratul Ihram sambil mengangkat tangan.
- Membaca Al-Fatihah dan surat pendek (disunnahkan Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas pada rakaat terakhir).
- Ruku’, I’tidal, dan Sujud dua kali, seperti pada salat biasa.
- Pada rakaat terakhir (khusus 3 rakaat) bisanya setelah bangkit dari ruku’ kedua, disunnahkan membaca Doa Qunut sebelum sujud.
“Allahummahdinii fiiman hadait, wa’aafinii fiiman ‘aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baarik lii fiimaa a’thait, wa qinii syarra maa qadhait. Fainnaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaik, wa innahu laa yadzillu man waalait, wa laa ya’izzu man ‘aadait. Tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait”
- Selanjutnya diakhiri dengan tasyahud akhir dan salam.
Salat Witir merupakan ibadah yang bisa dilakukan sendirian atau berjamaah (terutama di Ramadhan).
Wirid dan Doa Setelah Salat Witir
Dilansir dari NU Online, setelah salam, dianjurkan membaca wirid dan doa berikut secara berurutan
1. Syahadat, Istighfar, dan Permohonan Ridha serta Surga sebanyak 3 kali.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ 3x أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ ، أَسْأَلُك رِضَاك وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِك مِنْ سَخَطِك وَالنَّارِ 3x
“Asyhadu an lā ilāha illallāh. Astaghfirullāh. Allāhumma innī as’aluka ridhāka wal jannah, wa a‘ūdzu bika min sakhathika wan nār.” 3x
2. Tasbih dan Pujian (3x)
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
“Subhānal malikil quddūs.” (3x)
Lalu dilanjutkan dengan
سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ
“Subbūhun quddūsun rabbunā wa rabbul malā’ikati war rūh.”
3. Membaca Pujian Ampunan dan Kasih Sayang Allah 3x
اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘annī.” (3x)
Lalu membaca
يَا كَرِيْمُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
“Ya karīmu bi rahmatika yā arhamar rāhimīn.”
Dan doa:
اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك وَأَعُوذُ بِك مِنْك لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسِك
4. Membaca Doa Sholat Witir (Doa Kamilin)
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا دَائمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِينَا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِينًا قَيْمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الشَّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبْدَنَا وَتَمَّمْ تَقْصِيرَنَا يَا اللهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرٍ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
5. Ditutup dengan membaca Surat Al-Fatihah.
Salat Witir bukan sekadar penutup malam, tapi juga bentuk ketaatan yang mendekatkan diri kepada Allah.
Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkannya, bahkan saat safar. Melakukannya dengan khusyuk dapat membawa ketenangan hati, perlindungan, dan pahala yang besar.



