Membaca doa qunut saat salat Subuh menjadi salah satu amalan yang biasa dilakukan muslim Nahdlatul Ulama (NU) atau Nahdliyin di Indonesia. Tradisi ini sudah lama dijalankan dan diyakini sebagai amalan sunnah yang dianjurkan dalam shalat.
Dalam ajaran Islam, qunut sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yakni qunut Subuh, qunut witir yang dibaca pada separuh akhir Ramadan, serta qunut nazilah yang biasanya dibaca saat terjadi musibah atau keadaan genting.
Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa qunut Subuh termasuk sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan. Jika tidak dibaca, salat tetap sah dan tidak batal, tetapi dianjurkan melakukan sujud sahwi sebagai penyempurna shalat.
Berikut bacaan doa qunut Subuh yang umum dibaca umat Muslim:
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allahummahdini fî man hadait, wa ‘âfini fî man ‘âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bâriklî fî mâ a‘thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya‘izzu man ‘âdait, tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait, fa lakal hamdu ‘alâ mâ qadhait, wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.
Jika salat dilakukan berjamaah, imam biasanya mengganti bacaan “ihdinî” yang berarti “berilah aku petunjuk” menjadi “ihdinâ” atau “berilah kami petunjuk”. Hal ini dilakukan agar doa yang dipanjatkan mencakup seluruh jamaah.
Menurut Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in, memimpin doa bersama tetapi hanya mendoakan diri sendiri hukumnya makruh. Karena itu, lafaz doa dalam qunut saat berjamaah dianjurkan menggunakan bentuk jamak.
Saat membaca qunut, imam juga dianjurkan melafalkannya dengan suara yang cukup keras agar makmum bisa mengikuti dan mengaminkan doa tersebut.
Selain itu, umat Islam dianjurkan mengangkat kedua tangan ketika membaca qunut sebagaimana saat berdoa pada umumnya. Untuk doa yang berisi permohonan kebaikan, telapak tangan menghadap ke atas. Sedangkan ketika memohon perlindungan dari musibah atau keburukan, punggung tangan dianjurkan menghadap ke atas.


