Salat istikharah merupakan salah satu ibadah salat sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam ketika sedang menghadapi pilihan atau kebimbangan dalam menentukan keputusan.
Melalui salat ini, seorang Muslim memohon petunjuk terbaik kepada Allah SWT agar diberikan pilihan yang membawa kebaikan dunia maupun akhirat.
Misalnya, memilih tujuan kampus bagi seorang pelajar, atau memilih pasangan dalam masalah jodoh, dan sebagainya.
Istikharah berasal dari kata khair yang berarti kebaikan. Maka, salat istikharah dapat diartikan sebagai permohonan kepada Allah SWT untuk dipilihkan perkara terbaik.
Pengertian Salat Istikharah
Salat istikharah adalah salat sunnah dua rakaat yang dilakukan ketika seseorang ingin menentukan pilihan, seperti urusan pekerjaan, pendidikan, jodoh, bisnis, hingga keputusan penting lainnya.
Rasulullah SAW mengajarkan salat ini kepada para sahabat sebagaimana beliau mengajarkan surat dalam Al-Qur’an.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya istikharah dalam kehidupan seorang Muslim.
Tata Cara Salat Istikharah
Berikut tata cara shalat istikharah yang dapat dilakukan:
1. Niat Shalat Istikharah
Niat dilakukan di dalam hati. Berikut bacaan niatnya:
اصلي سنة الاستخارة ركعتين الله تعالى
Ushalli sunnatal istikharati rak’ataini lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
2. Takbiratul Ihram
Mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan “Allahu Akbar”.
3. Membaca Doa Iftitah
Setelah takbiratul ihram, dianjurkan membaca doa iftitah.
4. Membaca Surat Al-Fatihah
Dilanjutkan membaca surat pendek Al-Qur’an. Sebagian ulama menganjurkan membaca:
- Rakaat pertama: Surat Al-Kafirun
- Rakaat kedua: Surat Al-Ikhlas
Namun, boleh membaca surat apa saja yang dihafal.
5. Rukuk, I’tidal, Sujud, dan Duduk di Antara Dua Sujud
Dilakukan seperti tata cara shalat pada umumnya.
6. Salam
Setelah menyelesaikan dua rakaat, akhiri dengan salam.
7. Membaca Doa Istikharah
Setelah shalat, dianjurkan membaca doa istikharah berikut:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِيْ وَدُنْيَايَ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ وَعَـاجِلِهِ وَآجِـلِهِ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَبَارِكْ لِي فِيهِ ثُمَّ يَسِّرْهُ لِي وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِيْ وَدُنْيَايَ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ عَاجِلِهِ وَآجِـلِهِ فَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ أَيْنَـــمَا كَانَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْين
Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlikal ‘azhim. Fa innaka taqdiru wa la aqdir, wa ta’lamu wa la a’lam, wa anta ‘allamul ghuyub. Allahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amra khairun li fi dini wa ma’asyi wa ‘aqibati amri faqdurhu li wa yassirhu li tsumma barik li fihi. Wa in kunta ta’lamu anna hadzal amra syarrun li fi dini wa ma’asyi wa ‘aqibati amri fashrifhu ‘anni washrifni ‘anhu waqdur liyal khaira haitsu kana tsumma ardhini bih.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon karunia-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik bagiku, bagi agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka tetapkanlah urusan itu untukku, mudahkanlah bagiku, lalu berkahilah aku di dalamnya. Namun apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku, bagi agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka jauhkanlah urusan itu dariku dan jauhkan aku darinya, serta tetapkanlah kebaikan bagiku di mana pun berada, lalu jadikan aku ridha terhadapnya.
Keutamaan Salat Istikharah
Shalat istikharah membantu seseorang menyerahkan keputusan kepada Allah SWT agar diberikan jalan terbaik.
Selain itu, ketika seseorang bingung memilih, istikharah dapat memberikan ketenangan batin serta rasa yakin terhadap keputusan yang diambil.
Melalui doa dan shalat, seorang Muslim semakin memperkuat hubungan spiritual dengan Allah.
Tak hanya itu, dengan melibatkan Allah dalam setiap keputusan, seseorang akan lebih ikhlas menerima hasil akhirnya.
Apakah Istikharah Harus Mendapat Mimpi?
Banyak orang menganggap hasil istikharah harus berupa mimpi. Padahal, tidak selalu demikian. Karena apa yang hendak kita lakukan baik menurut Allah SWT. biasanya akan dimudahkan jalannya.
Namun sebaliknya, jika hal itu tidak baik, Allah SWT Akan memberikan jalan lain. Karena itu, hasil istikharah tidak harus berupa mimpi atau pertanda khusus.
Salat istikharah menjadi salah satu amalan sunnah yang penting dalam kehidupan seorang Muslim, terutama ketika menghadapi pilihan besar.
Dengan melaksanakan salat istikharah, seseorang belajar untuk berserah diri kepada Allah SWT serta memohon petunjuk terbaik dalam setiap keputusan.
Selain diiringi doa dan usaha, istikharah juga mengajarkan pentingnya tawakal serta keyakinan bahwa pilihan Allah adalah yang paling baik bagi hamba-Nya.


