Aksi seorang manusia silver di persimpangan Jalan Imam Bonjol dan Jalan Sunset Road, Kuta, Bali, viral di media sosial, setelah diduga mengacungkan benda tajam kepada pengendara yang tengah berhenti di lampu merah.
Dalam video yang viral di media sosial pada Sabtu, 16 Mei 2026, memperlihatkan seorang pria dengan tubuh dilapisi cat silver tampak membawa ember dan menodongkan pisau sambil mendekati pengendara mobil.
Video tersebut pun viral di media sosial. Salah satu warganet merasa resah dengan keberadaan manusia silver di jalan raya. Bukan hanya dianggap mengganggu kenyamanan pengguna jalan, aksi mereka juga dinilai tidak memberikan hiburan maupun nilai positif seperti pengamen pada umumnya.
“Aku ga pernah terhibur liat manusia silver,”
tulis akun @asty_cioh.
Warganet lainnya bahkan mempertanyakan alasan mereka harus memberi uang kepada manusia silver yang kerap muncul di persimpangan jalan.
“Dari sekian banyak aksi ngamen, cuma manusia silver yang bikin saya bingung. Atas dasar apa saya harus memberikan uang ke mereka?,”
tulis akun @endafebriana.
Beberapa komentar juga menyebut apa yang dilakukan Andra buat malu warga Bandung dan meminta polisi segera menangkap pelaku.
“Ngerakeun urang Bandung siamah, kandangan we lah pak pulisi,”
tulis akun @adangnof.
“Koplok sia ngerakeun urg jabar,”
tulis akun @ciiiiiipcip.
Respon Pihak Kepolisian
Polsek Kuta menerima laporan terkait kejadian tersebut sekitar pukul 17.00 WITA di hari yang sama. Setelah mendapatkan informasi dan rekaman video yang viral di media sosial, polisi langsung melakukan pencarian terhadap terduga pelaku.
Kurang dari 24 jam kemudian, aparat kepolisian berhasil mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pelaku pada Minggu (17/5/2026). Pria tersebut diketahui bernama Andra Winata (26), warga Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.
Dari hasil pemeriksaan awal, Andra mengakui perbuatannya tersebut. Namun, senjata tajam yang ia gunakan bukan miliknya, melainkan milik seseorang bernama Ujang yang keberadaannya bekum diketahui.
Kapolsek Kuta Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan menegaskan pihaknya akan terus merespons cepat setiap laporan maupun informasi yang berkembang di masyarakat demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kuta.
Dikutip dari berbagai sumber, Kepala Satpol PP Badung, I Gusti Ketut Suryanegara menegaskan bahwa isu tersebut sudah masuk ranah pidana sehingga Satpol PP berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
“Masalah di video dia menunjukkan pisau, itu perbuatan pidana. Kita koordinasi dengan kepolisian. Memang permasalahannya di pembuktian, apakah orang tersebut benar pelakunya,”
katanya.
Ia juga mengatakan, salah satu solusi yang dinilai efektif untuk menangani persoalan ini adalah dengan adanya rumah singgah. Namun hingga saat ini wacana tersebut belum terealisasikan.
“Ada usulan bikin rumah singgah, tapi dari dulu sampai sekarang baru wacana. Padahal itu sangat efektif memberikan efek jera berdasarkan pengalaman,”
ungkapnya.
Menurut dia, saat rumah singgah milik pemerintah provinsi masih berfungsi, penanganan gepeng di Badung dinilai jauh lebih efektif. Mereka yang terjaring penertiban dapat dibina dan tidak langsung kembali ke jalan.
“Kalau ada rumah singgah, mereka bisa dikarantina sementara, dibina dengan baik. Pengalaman sebelumnya saat rumah singgah milik provinsi masih ada, tiga sampai enam bulan Badung bersih dari gelandangan pengemis, gembel dan sejenisnya,”
terangnya.

