Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 27 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Dari Cemoohan ke Tawaran Triliunan: Perjuangan Ilmuwan Indonesia Menembus Batas Sains
Hype

Dari Cemoohan ke Tawaran Triliunan: Perjuangan Ilmuwan Indonesia Menembus Batas Sains

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
Last updated: Juni 8, 2026 7:18 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ali Zum Mashar
Ali Zum Mashar (Foto: Instagram/@alizummashar)
SHARE

Tidak semua inovasi lahir dengan sambutan meriah. Ada yang justru tumbuh di tengah keraguan dan penolakan. Kisah Ali Zum Mashar menjadi salah satu contohnya.

Daftar isi Konten
  • Sang Jenius di Balik Mikroba Google
  • Dari Bangku Kuliah ke Lahan Gambut
  • Lahirnya “Mikroba Google”
  • Ditolak dan Diragukan
  • Diakui Hingga Mancanegara
  • Tetap Mengedukasi dan Berinovasi

Ketika gagasannya dianggap tidak masuk akal dan dukungan tak kunjung datang, ia memilih terus melangkah dengan segala keterbatasan. Keputusan itu akhirnya membuahkan hasil ketika penemuannya mendapat pengakuan internasional dan dilirik dengan nilai yang fantastis.

Sang Jenius di Balik Mikroba Google

Melansir dari laman Alumni IPB, Jauh sebelum temuannya dilirik negara-negara Timur Tengah, Ali Zum Mashar telah menaruh perhatian besar pada dunia pertanian sejak usia muda. Lahir dan tumbuh di Demak, Jawa Tengah, ia menyaksikan langsung kehidupan para petani yang bekerja keras

Baca juga:
Antimainstrem, Bulu Mata Palsu Ini Dibuat dari Pelepah Pisang Bulu mata palsu salah satu item kecantikan yang banyak digunakan para perempuan…
Dari Ekonomi hingga AI, Ini Isi Kerja Sama RI–Korsel Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Indonesia dan Korea Selatan telah menyepakati peningkatan…
Kinerja 2025 Moncer, Elnusa Andalkan Inovasi Dongkrak Target 1 Juta… PT Elnusa Tbk mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025 sekaligus memperkuat…
  • Antimainstrem, Bulu Mata Palsu Ini Dibuat dari Pelepah Pisang
  • Dari Ekonomi hingga AI, Ini Isi Kerja Sama RI–Korsel
  • Kinerja 2025 Moncer, Elnusa Andalkan Inovasi Dongkrak Target 1 Juta Barel Minyak

Hamparan sawah yang mengelilingi kampung halamannya tidak hanya membentuk kedekatannya dengan pertanian, tetapi juga menumbuhkan keinginan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani.

Ketertarikan Ali tidak hanya tertuju pada tanaman, melainkan juga pada kehidupan mikroorganisme yang berperan penting dalam menjaga kesuburan tanah. Minat tersebut terus berkembang hingga membawanya menekuni pendidikan dan penelitian di bidang pertanian.

Menurutnya, ilmu pengetahuan dan teknologi harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi petani di lapangan. Dengan keyakinan itu, Ali mendedikasikan hidupnya untuk mencari inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

Dari Bangku Kuliah ke Lahan Gambut

Ali Zum Mashar memulai penemuan besarnya dari dunia akademik. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana pertanian di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, ia bergabung dengan Departemen Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan (PPH). Kesempatan itu memberinya ruang untuk mendalami minatnya, yaitu pengembangan lahan pertanian.

Kemampuan dan dedikasinya semakin teruji ketika pada 1997 ia mendapat tugas mendampingi 600 keluarga petani yang mengelola lahan gambut seluas 65 hektar dalam proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG) satu juta hektar di Kalimantan Tengah.

Di tengah tantangan lahan yang dikenal sulit untuk dibudidayakan, Ali mengamati sebuah kejanggalan. Beberapa tanaman mampu tumbuh jauh lebih baik dibanding tanaman lain di sekitarnya.

Saat itu, Ali yang juga tengah menempuh pendidikan doktoral di Universitas IPB mulai tertarik menelusuri penyebab fenomena tersebut. Rasa ingin tahunya mendorongnya mengumpulkan sampel tanah dari sekitar akar tanaman untuk diteliti lebih lanjut.

Lahirnya “Mikroba Google”

Dari serangkaian penelitian yang dilakukannya, Ali Zum Mashar berhasil menemukan mikroba yang mampu membantu mengembalikan kesuburan tanah secara alami. Temuannya tidak hanya meningkatkan produktivitas, tapi juga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sehingga lebih ramah lingkungan.

Ali menjelaskan bahwa cara kerja mikroba tersebut mirip seperti mesin pencari Google. Mikroba akan “mencari” mineral dan unsur hara yang tersembunyi di dalam tanah, lalu mengolahnya agar dapat dimanfaatkan oleh tanaman.

Karena kemampuannya itulah, temuan tersebut kemudian dikenal dengan julukan Mikroba Google atau Migo.

Ditolak dan Diragukan

Meski menawarkan potensi besar bagi dunia pertanian, temuan Ali Zum Mashar tidak langsung mendapat sambutan positif. Sejumlah pihak meragukan bahwa mikroba dapat menyuburkan berbagai jenis lahan, termasuk tanah gambut dan lahan tandus.

Penolakan juga datang dari pemerintah yang menilai penelitiannya belum layak didukung. Namun, Ali tidak membiarkan keraguan tersebut menghentikan langkahnya. Dengan keyakinan pada hasil riset yang dimiliki, ia terus melanjutkan penelitian secara mandiri meski harus menghadapi berbagai keterbatasan.

Baca juga:
Cara Membuat Sertifikat Tanah Digital, Syarat dan Biaya Ganti Blanko… Transformasi layanan pertanahan terus dilakukan pemerintah, salah satunya melalui penerapan sertifikat tanah…
  • Cara Membuat Sertifikat Tanah Digital, Syarat dan Biaya Ganti Blanko yang Perlu…

Diakui Hingga Mancanegara

Seiring berjalannya waktu, temuan Ali Zum Mashar mulai mendapat pengakuan luas. Mikroba Google atau Bio P2000 Z berhasil memperoleh empat lisensi paten internasional dan telah diuji di berbagai wilayah, mulai dari lahan gambut, bekas tambang, hingga gurun pasir di Arab Saudi dan Qatar.

Keberhasilannya mengubah lahan kritis menjadi produktif menarik perhatian sejumlah negara. Arab Saudi, Qatar, Malaysia, Australia, hingga China memanfaatkan atau mengimpor teknologi tersebut. Berkat inovasinya, Ali juga meraih Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa 2009 di bidang pangan.

Meski mendapat tawaran besar dari luar negeri, Ali tetap berkomitmen mengembangkan temuannya untuk membantu petani Indonesia meningkatkan hasil pertanian dan mewujudkan kemandirian pangan nasional.

Tetap Mengedukasi dan Berinovasi

Hingga kini, Ali Zum Mashar tetap aktif mengedukasi masyarakat tentang pertanian dan bioteknologi melalui akun Instagram @alizummashar. Lewat berbagai konten yang dibagikannya, ia terus memperkenalkan inovasi Mikroba Google sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi untuk kemajuan pertanian Indonesia.

Lewat kisah perjalanan Ali Zum Mashar menunjukkan bahwa keyakinan pada ilmu pengetahuan dapat melampaui keraguan dan penolakan.

Temuan yang dulu dianggap mustahil kini telah diakui dunia, membuktikan bahwa inovasi karya anak bangsa mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus memberi manfaat bagi para petani dan lingkungan.

Tag:Ilmuwan IndonesiaInovasiKisah Ali Zum Mashar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
Pamit Setelah 7 Tahun, Perry Warjiyo Resmi Mundur dari Gubernur BI
By Anisa Aulia
Konferensi Pers pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Senin, 27 Juli 2026.
1
Perry Warjiyo Mundur karena Alasan Pribadi, Destry Damayanti Jamin Stabilitas BI
By Anisa Aulia
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Senin, 27 Juli 2026.
2
Rupiah Melemah ke Rp17.972 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur, Ini Proyeksinya Hari ini
By Anisa Aulia
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (13/7/2026).
3
Piala AFF 2026: Kamboja Mencoba Melawan Takdir, Skuad Garuda Bertekad Pesta Gol di Pakansari
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia mengikuti sesi latihan di Stadion Madya, Komplek Olahraga Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (26/7/2026).
4
Sidoarjo Gawat HIV Usia Muda: 1.183 Kasus Terdeteksi, LSL Hingga Ibu Hamil Mulai ‘Kena Getah’!
By Syifa Fauziah
Serba-serbi HIV/AIDS.
5

BERITA LAINNYA

Chicken & shrimp roll di sebuah piring.
Hype

Trik Bekal Sekolah Kilat: Resep Chicken Shrimp Roll Gurih Renyah, Tinggal Cemplung dari Freezer!

Akhir pekan menjadi waktu yang tepat bagi para orang tua untuk menyiapkan…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
15 jam lalu
Ilustrasi gedung Kopdes Merah Putih dijadikan lokasi pernikahan.
Hype

Gedung Kopdes Merah Putih di Solo Disulap Buat Nikahan: Kondangan Penduduk Desa!

Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Banjarsari, Kota Solo, Jawa…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
17 jam lalu
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda ketika bertemu warga Bacan, Halmahera Selatan, Februari 2026.
Hype

Maksud Hati Puji Sherly Tjoanda, Ahmad Sahroni Disentil Warganet: Uang Tak Bisa Beli Etika

Ungkapan bernada seksisme yang disampaikan anggota DPR RI Ahmad Sahroni kepada Gubernur…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
19 jam lalu
Ilustrasi SDN 112329 Padang Nabidang dan Dapur MBG.
Hype

Sepekan Bangun Dapur, Bertahun Tatap Reruntuhan: Kontras SDN Padang Nabidang di Depan Dapur MBG

Seorang konten kreator menyoroti kondisi SDN 112329 Padang Nabidang yang berlokasi di…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
21 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up