Kalau dipanggil Yang Maha Kuasa, tetap saya monitor kalian. Kalau kalian kurang ajar, malam-malam aku turun nyari kau,”
lanjut Prabowo.
Bahkan ia melanjutkan dengan ancaman ‘guyon’ bahwa jika para pengusaha HIPMI berkhianat dari Merah Putih.
Kalau kalian kurang ajar, malam-malam aku turun nyari kau,”
ujar Prabowo.
Respon Warganet
Di sejumlah forum media sosial, perhatian warganet tidak hanya tertuju pada kalimat “tetap saya monitor kalian”, tetapi juga kalimat pidatonya yang lain.
sudah tidak bisa tertolong ini mah,”
tulis akun @anestheaaa.
Apa ini maksud dari tor monitor ketua?,”
ungkap akun @aalim835.
“Nggak mau ya, gue pengen tenang hidup di bumi,”
tulis akun @bukanpunyauburubur.
“Nggak sanggup banget denger pidato dia,”
tulis akun @sendiri.saja_.
“Gua lebih nggak ngerti sama penontonnya. Fungsi tepuk tangan tiap beliau ngalor ngidul itu apa,”
tulis @urcandiy.
Optimisme Masa Depan Indonesia
Dalam pidatonya, sebenarnya Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal yang kuat untuk menjadi negara maju pada masa mendatang. Ia menyebut berbagai perencanaan, strategi pembangunan, serta perhitungan ekonomi telah disusun untuk mendorong pertumbuhan nasional.
Dengan fondasi tersebut, Prabowo meyakini Indonesia mampu memanfaatkan potensinya secara maksimal dan menjadi salah satu kekuatan besar dunia di masa depan.
Menurutnya, optimisme tersebut tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga terlihat dari pandangan berbagai negara terhadap prospek Indonesia yang dinilai semakin menjanjikan.
Harapan Jadi Ekonomi Terbesar Keempat Dunia
Prabowo optimistis Indonesia dapat menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2045. Ia mengatakan proyeksi tersebut telah didasarkan pada berbagai perhitungan dan dapat terwujud jika Indonesia mampu memanfaatkan peluang yang ada dengan baik.
Kalau kita pandai dan kita cerdas, 2045 kita ekonomi keempat terbesar di dunia,”
Kata Prabowo.
Menurutnya, tahun 2045 hanya sekitar 20 tahun lagi. Pada masa itu, generasi muda dan para pengusaha saat ini akan berada pada puncak karier serta memiliki peran besar dalam menentukan masa depan bangsa.
Potongan video pidato itu masih terus beredar di media sosial dan menjadi salah satu momen yang paling banyak dibahas dari rangkaian kegiatan Munas XVIII HIPMI.