Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 8 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Bantargebang Tak Lagi Open Dumping, Ini 6 Cara Mudah Mengolah Sampah Organik Sendiri
Hype

Bantargebang Tak Lagi Open Dumping, Ini 6 Cara Mudah Mengolah Sampah Organik Sendiri

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
Last updated: Juni 24, 2026 2:22 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Proses pengolahan kompos dari sampah organik
Proses pengolahan kompos dari sampah organik (Pixabay)
SHARE

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyebut mulai 1 Agustus 2026, masyarakat diingatkan wacana berakhirnya praktik open dumping di TPST Bantargebang.

Daftar isi Konten
  • Mengenal Sampah Organik
  • Jenis Sampah Organik
  • Macam Pengolahan Sampah Organik

Dengan timbulan sampah di Jakarta yang mencapai lebih dari 9.000 ton per hari, pemilahan sampah dari rumah tangga menjadi langkah yang tidak bisa lagi ditunda. Salah satu fokus utama dalam pengelolaan sampah adalah sampah organik, seperti sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan daun kering.

Baca juga:
Bekasi Jadi Penghasil Gas Metana Terbesar Kedua di Dunia Bekasi jadi sorotan setelah TPST Bantargebang tercatat sebagai salah satu tempat penghasil…
Longsor TPA Bantargebang: FAKTA Kritik Pengelolaan Sampah Kuno dan Arogansi… Wakil Ketua Forum Warga Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan menyoroti insiden longsor…
Tragedi Longsor Gunung Sampah TPA Bantargebang: 4 Tewas dan 5… Bencana longsor tumpukan sampah terjadi di Zona 4 Tempat Pembuangan Akhir Bantargebang,…
  • Bekasi Jadi Penghasil Gas Metana Terbesar Kedua di Dunia
  • Longsor TPA Bantargebang: FAKTA Kritik Pengelolaan Sampah Kuno dan Arogansi Pemerintah
  • Tragedi Longsor Gunung Sampah TPA Bantargebang: 4 Tewas dan 5 Korban Masih…

Lalu, apa saja yang termasuk sampah organik dan bagaimana cara mengelola sampah organik di rumah dengan mudah? Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.

Mengenal Sampah Organik

Menurut E-book Pengolahan Sampah Organik yang diterbitkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, sampah organik sebenarnya lebih tepat disebut sebagai sisa organik karena masih dapat dimanfaatkan kembali.

Berbagai jenis sisa makanan, kulit buah, sayuran, hingga daun kering dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman. Proses ini memanfaatkan mikroorganisme yang secara alami menguraikan bahan organik hingga menjadi pupuk.

Jenis Sampah Organik

Secara umum, sampah organik dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sampah coklat dan sampah hijau. Keduanya memiliki kandungan yang berbeda, tetapi sama-sama dibutuhkan dalam proses pengomposan.

  • Sampah Coklat

Jenis sampah yang kaya unsur karbon ini umumnya memiliki tekstur kering, kasar, atau berserat serta berwarna kecoklatan. Contohnya yaitu daun kering, rumput kering, serbuk gergaji, sekam padi, kertas, kulit jagung kering, jerami, dan tangkai sayuran.

  • Sampah Hijau

Jenis sampah dengan kandungan unsur nitrogen dan mikroorganisme ini memiliki kadar air yang cukup tinggi dan berwarna hijau atau masih segar. Contohnya meliputi sisa sayuran, buah-buahan, potongan rumput segar, sampah dapur, ampas teh atau kopi, kulit telur, pupuk kandang, serta kulit buah.

Baca juga:
Cara Bikin Yogurt Homemade yang Mudah, Cuma Pakai Dua Bahan Belakangan ini, yogurt homemade semakin ramai dibagikan di media sosial. Banyak warganet…
Kenali Beras Porang, Alternatif Beras dengan Kandungan Serat Tinggi Kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola makan sehat mendorong munculnya berbagai alternatif pengganti…
Khasiat Buah Tomat, Sumber Antioksidan yang Baik untuk Kesehatan Kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi makanan bergizi semakin meningkat. Tidak sedikit orang mulai…
  • Cara Bikin Yogurt Homemade yang Mudah, Cuma Pakai Dua Bahan
  • Kenali Beras Porang, Alternatif Beras dengan Kandungan Serat Tinggi
  • Khasiat Buah Tomat, Sumber Antioksidan yang Baik untuk Kesehatan

Macam Pengolahan Sampah Organik

1. Kompos

      Kompos merupakan pupuk yang dihasilkan dari pengolahan sampah organik yang kaya akan unsur karbon dan nitrogen. Proses pembuatannya disebut pengomposan, yaitu penguraian bahan organik oleh mikroorganisme hingga menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman.

      2. Metode Takakura

      Takakura adalah metode pengomposan sederhana yang cocok diterapkan di rumah tangga. Teknik ini menggunakan keranjang khusus yang terbuat dari bahan-bahan sederhana dan mudah diperoleh, sehingga dapat membantu mempercepat proses pembentukan kompos.

      3. Biopori

      Biopori adalah lubang silinder yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah untuk meningkatkan daya resap air. Selain membantu mengurangi genangan, lubang biopori juga dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik seperti sisa makanan dan daun kering hingga terurai menjadi kompos.

      4. Losida (Lodong Sisa Dapur)

      Losida merupakan metode pengolahan sampah organik menggunakan pipa paralon yang ditanam sebagian ke dalam tanah. Sampah dapur seperti sisa makanan, sayuran, dan daun kering dimasukkan ke dalam pipa sehingga dapat terurai secara alami dan menjadi kompos.

      5. Ember Tumpuk

      Ember tumpuk adalah alat pengolahan sampah organik yang terdiri dari dua ember yang disusun bertingkat. Metode ini dapat mengolah sampah dapur menjadi pupuk cair organik sekaligus memanfaatkan larva Black Soldier Fly (BSF) untuk mempercepat proses penguraian.

      6. Eco Enzyme

      Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik dapur seperti kulit buah dan sayuran yang dicampur dengan gula dan air. Cairan berwarna cokelat gelap ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, termasuk sebagai pupuk dan pembersih alami.

      Mengelola sampah organik tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit atau membutuhkan peralatan mahal. Berbagai metode seperti membuat kompos, menggunakan keranjang Takakura, biopori, Losida, ember tumpuk, hingga eco enzyme dapat diterapkan secara mandiri di rumah.

      Dengan mengolah sampah organik sejak dari sumbernya, masyarakat dapat membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Mulai biasakan memilah dan mengelola sampah organik di rumah agar tidak langsung berakhir di TPA.

      Tag:bantargebangKLH/BPLHmengolah sampahorganik
      Share This Article
      Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
      Syifa Fauziah
      BySyifa Fauziah
      Reporter
      Follow:
      Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
      Trending di OWRITE
      Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
      By Hadi Febriansyah
      Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
      1
      Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
      By Rika Pangesti
      Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
      2
      Bukan Wasit Elite AFC, Ini Fakta Mohammed Khalfan Salim Pimpin Laga Indonesia vs Singapura
      By Hadi Febriansyah
      Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
      3
      Kasus Korupsi MBG Makin Melebar, Kejagung Sudah Periksa 80 Lebih Saksi
      By Rahmat Baihaqi
      Direktur Penyidikan Jampidus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi (kanan) didampingi Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna (ketiga kiri) menyampaikan keterangan pers terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
      4
      John Herdman Buka Suara Usai Indonesia Tersingkir, Tolak Salahkan Wasit!
      By Hadi Febriansyah
      Pelatih Timnas Indonesia John Herdman bersiap memimpin anak latihnya melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
      5

      BERITA LAINNYA

      Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng.
      Hype

      Empat Jurnal UMB Naik dan Pertahankan Akreditasi SINTA, Bukti Penguatan Riset Kampus

      Universitas Mercu Buana (UMB) kembali mencatatkan perkembangan positif dalam penguatan budaya penelitian…

      hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
      By
      Hadi Febriansyah
      Ivan Syahruna Lubis
      10 jam lalu
      Buku Panduan Shalat
      Hype

      Anak Skena Yogyakarta Bikin Buku Panduan Salat Dikemas Personal

      Bukan sekadar buku panduan ibadah, komunitas anak muda asal Yogyakarta, SkeNU, menghadirkan…

      Syifa FauziahIvan OWRITE
      By
      Syifa Fauziah
      Ivan Syahruna Lubis
      1 hari lalu
      Perayaan Chusoek menggunakan baju daerah Korea
      Hype

      Chuseok, Tradisi Panen dan Hari Raya Keluarga di Korea Selatan

      Berbagai negara di dunia memiliki tradisi untuk merayakan musim panen sebagai bentuk…

      Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
      By
      Ossid Duha Jussas Salma
      Ivan Syahruna Lubis
      1 hari lalu
      Rumah Gaya Japandi
      Hype

      Kelihatan Estetik dan Mahal, kenapa Rumah Gaya Japandi Kurang Cocok Diterapkan di Indonesia?

      Kalau kamu sering scroll Pinterest, Instagram, atau TikTok buat cari inspirasi rumah,…

      Ani RatnasariIvan OWRITE
      By
      Ani Ratnasari
      Ivan Syahruna Lubis
      1 hari lalu
      OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

      Your Reading Dose, Right Here:
      Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

      Info lainnya

      • Redaksi
      • Beriklan
      • Tentang Kami
      • Pedoman Media
      • Kebijakan Privasi
      FacebookLike
      InstagramFollow
      YoutubeSubscribe
      TiktokFollow
      © PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
      OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
      Everything's gonna be owrite!

      Sign in to your account

      Username or Email Address
      Password

      Lost your password?

      Not a member? Sign Up