Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 11 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Liburan ke Makassar, Kenali 6 Aturan Tak Tertulis yang Perlu Dihormati Wisatawan
Hype

Liburan ke Makassar, Kenali 6 Aturan Tak Tertulis yang Perlu Dihormati Wisatawan

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
Last updated: Juni 25, 2026 7:12 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Benteng Rotterdam — simbol sejarah dan budaya Makassar
Benteng Rotterdam — simbol sejarah dan budaya Makassar (Unsplash Khairul Akbar)
SHARE

Makassar dikenal sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia Timur yang kaya akan budaya, kuliner, dan keramahan warganya. Tak heran jika kota ini menjadi destinasi favorit bagi wisatawan. Namun, seperti daerah lain di Indonesia, Makassar juga memiliki sejumlah aturan tak tertulis yang hidup dalam keseharian masyarakatnya.

Jika berencana berkunjung, ada baiknya mengenali beberapa aturan tak tertulis berikut agar pengalaman liburan Anda di Makassar semakin menyenangkan merangkum dari berbagai sumber.

Baca juga:
Heboh Mutasi ASN ‘Ngasal’ Kementerian PU, Dody Hanggodo: Pindah ke… Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menanggapi sejumlah isu terkait penempatan atau…
Riset: Karyawan Indonesia Paling Bahagia di Asia, Tapi Hampir Separuh… Karyawan Indonesia tercatat sebagai pekerja paling bahagia di Asia-Pasifik. Namun, di balik…
32 Murid SD Diduga Dicabuli Kakek di Makassar, DPR Minta… Dugaan pencabulan terhadap 32 murid sekolah dasar (SD) di Kota Makassar, Sulawesi…
  • Heboh Mutasi ASN ‘Ngasal’ Kementerian PU, Dody Hanggodo: Pindah ke Daerah Bukan…
  • Riset: Karyawan Indonesia Paling Bahagia di Asia, Tapi Hampir Separuh Alami Burnout
  • 32 Murid SD Diduga Dicabuli Kakek di Makassar, DPR Minta Pelaku Dihukum…

Falsafah Kehidupan Masyarakat Makassar

Aturan tidak tertulis di Makassar berakar kuat pada falsafah hidup masyarakat Bugis-Makassar, yaitu Siri’ na Pacce. Siri’ dimaknai sebagai menjaga harga diri, kehormatan, dan rasa malu, sementara Pacce mencerminkan solidaritas, empati, serta kepedulian terhadap sesama.

Nilai-nilai tersebut kemudian terwujud dalam berbagai norma sosial dan kebiasaan yang masih dijunjung tinggi hingga kini. Mulai dari cara berinteraksi, menghormati orang lain, hingga etika dalam kehidupan sehari-hari. Berikut 6 aturan tak tertulis yang perlu diperhatikan.

1. Mengucapkan “Tabe” saat Lewat atau Meminta Tolong

Tabe ini biasanya diucapkan sambil sedikit membungkukkan badan ketika melewati orang yang lebih tua, memotong jalan, atau saat hendak meminta bantuan. Meski terdengar sederhana, mengabaikan kebiasaan ini bisa dianggap kurang sopan.

2. Jangan Langsung Menolak Hidangan saat Bertamu

Keramahan masyarakat Makassar sering kali diwujudkan dengan menyuguhkan makanan atau minuman kepada tamu. Ketika mendapat suguhan, usahakan untuk setidaknya mencicipi sedikit sebagai bentuk penghargaan kepada tuan rumah.

Tidak harus menghabiskan seluruh hidangan, tetapi mencicipinya menunjukkan itikad baik dan rasa hormat.

3. Nada Bicara Tegas Bukan Berarti Kasar

Bagi pendatang, cara berbicara orang Makassar mungkin terdengar keras atau bernada tinggi. Namun tetap ada batas antara berbicara tegas dan bersikap kasar. Dalam budaya Bugis-Makassar dikenal nilai “sipakatau”, yaitu saling menghargai dan memanusiakan sesama. Karena itu, boleh berbicara tegas, namun bukan kasar.

Baca juga:
Prabowo Ungkap Prediksi Pakar Dunia, Indonesia Bakal Salip Jepang hingga… Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan Indonesia diproyeksikan jadi negara terkaya keempat di…
Prabowo: Indonesia Tak Punya Musuh, Seribu Kawan Terlalu Sedikit Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia tak punya musuh dengan negara mana pun…
Mengenal Fado, Harmoni Melankolis yang Menjadi Jiwa Portugal Nama Portugal belakangan kembali ramai diperbincangkan setelah langkahnya di Piala Dunia 2026…
  • Prabowo Ungkap Prediksi Pakar Dunia, Indonesia Bakal Salip Jepang hingga Prancis
  • Prabowo: Indonesia Tak Punya Musuh, Seribu Kawan Terlalu Sedikit
  • Mengenal Fado, Harmoni Melankolis yang Menjadi Jiwa Portugal

4. Jangan Berkendara Santai di Lajur Kanan Tol

Aturan tidak tertulis bagi pengendara yang melintas di jalan tol sekitar Makassar yakni menggunakan lajur kanan hanya untuk mendahului kendaraan lain. Jika ingin berkendara dengan kecepatan normal atau santai, sebaiknya tetap berada di lajur kiri. Terlalu lama berada di lajur kanan berpotensi menyebabkan kemacetan.

5. Tidak Langsung Tidur Setelah Makan

Dalam masyarakat Bugis-Makassar dikenal petuah, Pemmali pura manre nappa matinro, menre’i salompongnge, yang berarti dilarang langsung tidur setelah makan. Anjuran ini juga berkaitan dengan fungsi kesehatan. Banyak orang tua mengingatkan agar seseorang berjalan atau beraktivitas ringan terlebih dahulu setelah makan sebelum beristirahat.

6. Tidak Menggantung Sarung di Leher

Terdapat pemali yang melarang menggantungkan sarung di leher. Dalam petuah tradisional disebutkan, Diappemmaliangngi gattung lipa ri ellongnge, yang secara turun-temurun dimaknai sebagai larangan karena dianggap membawa pertanda buruk. Selain itu, sebagian tokoh adat menafsirkan larangan tersebut sebagai pengingat agar seseorang selalu waspada.

Dengan mengenal dan menghargai kebiasaan tersebut, pengalaman berkunjung ke Makassar tidak hanya menjadi lebih nyaman, tetapi juga memberikan kesempatan untuk memahami kekayaan budaya lokal yang masih terjaga hingga saat ini.

Tag:aturanindonesiaIndonesia Timurmakassar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
KPK Tahan Empat Tersangka Dugaan Korupsi Iklan Bank BJB, Rugikan Negara Rp 223,6 Miliar
By Rahmat Baihaqi
Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres Suhendrik (ketiga kanan), Direktur PT Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan (kedua kanan), dan Komisaris PT Cipta Karya Sukses Bersama Elang Sophan Jaya Kusuma (kanan) berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta
1
Ojol Bakal Berstatus UMKM, Bukan Pekerja Formal! Begini Nasib Bonus hingga THR Driver
By Rika Pangesti
Ilustrasi pengemudi ojek daring siap mengantar penumpang di Lebak Bulus, Jakarta.
2
Keracunan MBG Terus Terjadi, JPPI Bongkar Ancaman Serius: Negara Bangun Budaya Impunitas
By Natania Longdong
Sejumlah siswa menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Desa Cot Kumbang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Aceh
3
Keyakinan Konsumen RI Merosot pada Juli 2026, Penghasilan dan Lapangan Kerja Disorot
By Anisa Aulia
Pelamar kerja melakukan wawancara secara tatap muka pada bursa kerja bertajuk Job Market Fair 2026 di BSCC Dome, Balikpapan, Kalimantan Timur. (Sumber: Antara Foto/Angga Palguna/YU)
4
40.759 Orang Keracunan MBG, Audit Nasional Mendesak: Keselamatan Anak Bukan Bahan Uji Coba!
By Natania Longdong
Relawan mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Polda Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (19/1/2026).
5

BERITA LAINNYA

Pelamar kerja melakukan wawancara secara tatap muka pada bursa kerja bertajuk Job Market Fair 2026 di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Hype

Viral! Pengalaman Belasan Tahun Tak Jamin Mudah Dapat Kerja, Netizen: Sekarang Bukan Lagi Soal Passion

Dengan kondisi ekonomi yang penuh tantangan, banyak orang memilih banting setir demi…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
4 menit lalu
Hype

Bukan Cuma Sibuk di BI, Ini Lima Hobi Destry Damayanti Menarik untuk Diulik

Selama ini mungkin orang-orang mengenal Destry Damayanti sebagai ekonom yang punya rekam…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
2 jam lalu
Ilustrasi pembalut.
Hype

Ternyata Begini Cara Buang Pembalut Bekas yang Benar, Jangan Langsung Masuk Tempat Sampah!

Pembalut sekali pakai menjadi salah satu jenis sampah rumah tangga yang hampir…

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
By
Ossid Duha Jussas Salma
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Wortel oranye
Hype

Benarkah Warna Asli Wortel Bukan Oranye? Ini Sejarahnya

Wortel identik dengan warna oranye. Saat membayangkan sayuran ini, sebagian besar orang…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up