Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 17 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • MBG
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Kenapa Sebelum Tidur Otak Sering Bikin Skenario di Kepala? Ternyata Ini Penjelasan Psikologisnya
Hype

Kenapa Sebelum Tidur Otak Sering Bikin Skenario di Kepala? Ternyata Ini Penjelasan Psikologisnya

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Juli 7, 2026 12:40 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
1 minggu lalu
Share
Ilustrasi saat sedang tidur malam
Ilustrasi saat sedang tidur malam (Foto: Pexels/ Ivan Oboleninov)
SHARE

Pernah nggak, badan sebenarnya sudah capek, lampu kamar sudah dimatikan, tapi otak malah sibuk bikin berbagai skenario?

Daftar isi Konten
  • Kenapa Ini Bisa Terjadi?
  • Kenapa Muncul Scenario Sebelum Tidur?
  • Benarkah Otak Sedang Mencari Penyelesaian?
  • Apakah Kebiasaan Ini Punya Sisi Positif?
  • Tapi Tidak Semua Skenario Berakhir Bahagia

Tiba-tiba kamu ngebayangin sedang presentasi dan semua orang terpukau. Atau lagi debat sama seseorang, terus kali ini kamu akhirnya berhasil ngeluarin kalimat paling “nendang” yang baru kepikiran tiga tahun setelah kejadiannya.

Buat sebagian orang, skenario itu terasa begitu nyata. Ada yang membayangkan akhirnya mendapat pengakuan dari orang lain, memenangkan perdebatan, bahkan ada yang sekadar membayangkan seseorang akhirnya memahami perasaannya. Kalau kamu sering mengalaminya, tenang kamu nggak sendirian, kok.

Menurut kanal YouTube Physiology Simplified, kebiasaan membuat skenario sebelum tidur ternyata bukan sekadar khayalan sesaat.

Di balik itu semua ternyata ada proses psikologis yang membantu otak memproses emosi, pengalaman, dan bahkan membentuk cara kita memandang diri sendiri.

Lantas, kenapa otak justru aktif membuat berbagai skenario saat tubuh sedang bersiap untuk tidur?

Kenapa Ini Bisa Terjadi?

Dalam psikologi, kebiasaan menciptakan narasi atau skenario yang rinci di dalam kepala dikenal sebagai paracosmic thinking. Sederhananya, otak sedang menciptakan sebuah cerita dengan diri kita sebagai tokoh utamanya.

Menariknya, skenario yang muncul biasanya tidak jauh dari dua tema besar. Pertama, kejadian yang terasa belum selesai, misalnya kata savage yang ingin kamu utarakan kepada lawan bicaramu, penolakan, atau bahkan momen yang kalau diingat-ingat bikin kamu malu.

Kedua, skenario ketika kita akhirnya mendapatkan sesuatu yang selama ini kita harapkan, seperti dihargai, dipuji, dipahami, atau berhasil membuktikan kemampuan diri.

Kalau dipikir-pikir, hampir semua orang pernah melakukannya. Bedanya, ada yang hanya mengalaminya sesekali, ada juga yang hampir setiap malam sebelum tidur.

Kenapa Muncul Scenario Sebelum Tidur?

Menurut penjelasan Physiology Simplified, jawabannya berkaitan dengan fase yang disebut hypnagogia, yaitu masa transisi ketika seseorang mulai berpindah dari kondisi sadar menuju tidur.

Pada fase ini, bagian otak yang bertugas berpikir logis mulai melambat, sementara bagian yang berkaitan dengan emosi masih cukup aktif. Akibatnya, berbagai perasaan yang sepanjang hari berhasil ditekan mulai muncul kembali ke permukaan.

Mungkin itu rasa kecewa karena tidak sempat mengatakan sesuatu. Mungkin juga keinginan untuk lebih berani, lebih percaya diri, atau mendapatkan apresiasi yang tidak pernah datang. Semua emosi itu seolah mendapat ruang untuk “berbicara” tepat sebelum kita tertidur.

Benarkah Otak Sedang Mencari Penyelesaian?

Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang senang menyusun cerita. Setiap pengalaman yang kita alami hampir selalu diubah otak menjadi sebuah narasi yang memiliki awal, konflik, dan akhir.

Sayangnya, kehidupan nyata tidak selalu memberikan penutupan yang rapi. Banyak percakapan berakhir menggantung, kesalahpahaman tidak pernah diluruskan, atau kesempatan yang terlewat begitu saja.

Menurut penjelasan dalam video tersebut, otak kemudian menyimpan semua “draf cerita” itu dan mencoba menyuntingnya kembali melalui skenario yang muncul sebelum tidur.

Karena itu, ketika kamu membayangkan akhirnya mengatakan kalimat yang bombastis atau berhasil menyelesaikan sebuah konflik, bukan berarti kamu sedang hidup dalam khayalan.

Bisa jadi, otakmu sedang mencoba memahami pengalaman tersebut sekaligus membentuk gambaran tentang dirimu yang ingin kamu capai.

Apakah Kebiasaan Ini Punya Sisi Positif?

Merujuk pada penelitian psikolog Jerome Singer dari Yale University yang selama puluhan tahun meneliti tentang daydreaming dan imajinasi.

Ia menemukan bahwa orang yang sering melakukan positive constructive fantasy, yaitu khayalan yang memiliki alur cerita dan penyelesaian emosional, cenderung memiliki kemampuan regulasi emosi yang lebih baik.

Mereka juga umumnya lebih kreatif dalam memecahkan masalah. Dengan kata lain, membayangkan berbagai kemungkinan sebelum tidur tidak selalu menjadi tanda seseorang sulit menerima kenyataan.

Dalam banyak kasus, itu justru menunjukkan bahwa otak sedang bekerja mengolah pengalaman dan emosi.

Tapi Tidak Semua Skenario Berakhir Bahagia

Di sisi lain, tidak semua skenario yang muncul sebelum tidur terasa menyenangkan. Ada yang membayangkan kehilangan seseorang, mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk, atau mengulang hubungan yang sebenarnya sudah berakhir.

Menurut penjelasan Physiology Simplified, kondisi itu juga memiliki fungsi tersendiri. Ada sebuah penelitian yang menemukan bahwa proses konsolidasi memori emosional banyak terjadi saat fase REM, sementara periode sebelum tidur menjadi tahap ketika otak mulai memilih emosi mana yang perlu diproses lebih dalam.

Karena itu, rasa sedih, rindu, atau cemas yang muncul menjelang tidur belum tentu berarti kamu terjebak di masa lalu. Bisa jadi, sistem sarafmu memang sedang berusaha mengolah emosi tersebut agar perlahan menjadi lebih ringan.

Kalau diperhatikan, skenario yang berulang sebelum tidur biasanya memiliki pola. Ada yang selalu membayangkan dirinya didengar.

Ada yang ingin dihargai. Ada juga yang terus membayangkan menjadi versi dirinya yang lebih berani dan percaya diri.

Menurut Physiology Simplified, skenario-skenario itu bukan sesuatu yang perlu membuat kita malu. Justru, semuanya bisa menjadi petunjuk tentang kebutuhan emosional yang selama ini belum terpenuhi.

Jadi, lain kali ketika kamu kembali membuat berbagai skenario sebelum tidur, jangan langsung menganggap dirimu terlalu banyak halu.

Mungkin, otakmu sedang menunjukkan apa yang sebenarnya paling kamu inginkan dan versi dirimu yang diam-diam ingin kamu wujudkan di kehidupan nyata.

Tag:Kebiasaan Sebelum TidurKesehatan MentalMenghayalSkenario Baru
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Viral Wabup Lombok Sowan ke Tersangka Dugaan Kasus Santri Tewas, Netizen Singgung Keberpihakan
By Ani Ratnasari
Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah, M. Nursiah
1
Hotman Paris Datangi Kejagung, Jawaban soal Jadi Pengacara Febrie Adriansyah Bikin Heboh
By Rahmat Baihaqi
Pengacara Hotman Paris Hutape di gedung Kejagung.
2
Final Piala Dunia 2026: Dulu Guru dan Murid, Kini De la Fuente vs Scaloni Berebut Trofi Juara
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente dan Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni.
3
Final Piala Dunia 2026 Bikin Messi Pecahkan Rekor Langka yang Bertahan 32 Tahun
By Hadi Febriansyah
Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi
4
Prabowo soal LNG Masela: Para Investor Harus Untung, Kita Malu Kalau Mitra Tidak Puas
By Natania Longdong
Presiden RI Prabowo Subianto saat groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.
5

BERITA LAINNYA

Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah, M. Nursiah
Hype

Viral Wabup Lombok Sowan ke Tersangka Dugaan Kasus Santri Tewas, Netizen Singgung Keberpihakan

Kasus dugaan pembakaran santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Lombok…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
15 jam lalu
Gula kelapa
Hype

Jangan Tertukar! Ini Perbedaan Gula Merah, Gula Aren, dan Gula Kelapa

Gula merah, gula aren, dan gula kelapa sering dianggap sebagai tiga jenis…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
15 jam lalu
Telur Bolognese
Hype

Resep Telur Bolognese, Menu Comfort Food Praktis dan Bikin Nagih

Telur menjadi salah satu comfort food favorit banyak orang karena mudah diolah,…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
16 jam lalu
Gedung Poliklinik Baru RSUD Temanggung
Hype

WEGE Garap Gedung Poliklinik Baru RSUD Temanggung, Nilai Proyek Capai Rp155,4 Miliar

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) kembali mengantongi proyek baru di…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
19 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up