Hujan yang turun bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga menjadi salah satu waktu yang istimewa dalam Islam. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa ketika hujan turun karena momen tersebut termasuk saat yang penuh rahmat dan diyakini sebagai waktu yang mustajab untuk memohon kepada Allah SWT.
Selain memanjatkan doa agar hujan membawa keberkahan, umat Islam juga dianjurkan membaca doa-doa tertentu saat hujan mulai turun, ketika hujan semakin deras, hingga setelah hujan reda. Amalan sederhana ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus permohonan agar hujan memberikan manfaat dan dijauhkan dari segala bentuk bencana.
Lantas, doa apa saja yang dianjurkan untuk dibaca saat hujan turun? Berikut kumpulan doa yang penting diketahui beserta makna dan waktu yang tepat untuk mengamalkannya sesuai tuntunan Rasulullah SAW, seperti dilansir dari NU Online, Kamis, 23 Juli 2026.
Berikut di antara doa-doa saat hujan turun:
1. Doa agar hujan menambah berkah
اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا
Allâhumma shayyiban haniyyâ wa sayyiban nâfi‘â.
Artinya: Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat.
Turunnya hujan semestinya disyukuri sebagai bagian dari nikmat Allah SWT. Melalui doa yang kita baca, diharapkan hujan bisa menambah keberkahan, baik bagi para petani yang memiliki kebun, sawah, dan ladang, menghanyut debu jalanan, dan membawa rezeki dengan segala bentuknya bagi penduduk semesta alam.
2. Doa saat hujan deras agar tidak terjadi banjir
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā. Allāhumma ‘alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.
Artinya: Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudharatkan). Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang ditulis oleh Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam Kitab Al-Wabilus Shayyib minal Kalimit Thayyib. Doa ini dibaca oleh Rasulullah saat khutbah Jumat berlangsung ketika seorang sahabat datang melapor bahwa hujan deras yang selama enam hari berlangsung membuat masyarakat kehilangan harta benda dan merusak fasilitas jalan. Kita tentunya ingin hujan yang turun membawa berkah bagi semesta, dan tidak justru menjadi bencana. Oleh sebab itulah ikhtiar berupa doa juga perlu kita lakukan.
3. Doa ketika awan mendung
Rasululah saw ketika melihat awan mendung, beliau memohon agar awan yang membawa hujan tidak menjadi penyebab azab atau bencana, tapi rahmat.
Berikut riwayatnya (HR Imam Ibnu Majah dan Imam al-Nasai):
اللهُمَّ سَيْبَ رَحْمَةٍ وَلَا سَيْبَ عَذَابٍ
Allahumma saiba rahmatin wa lâ saiba ‘adzâbin
Artinya: Ya Allah, berikanlah rahmat dan jangan berikan azab.
Semoga kita terhindarkan dari segala bencana, dan dimudahkan untuk selalu berdoa kepada-Nya pada saat hujan turun. Karena sesungguhnya hujan adalah rahmat yang diberikan Allah kepada umatnya.




















