Indonesia memiliki beragam makanan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya di setiap daerah, salah satunya peuyeum.
Makanan khas Jawa Barat ini dikenal memiliki cita rasa manis, tekstur lembut, serta aroma khas hasil proses fermentasi singkong.
Di balik rasanya yang khas, peuyeum menyimpan sejarah panjang dan proses pembuatan yang unik. Fermentasi menggunakan ragi tidak hanya menghasilkan rasa yang lebih manis, tetapi juga membuat singkong memiliki tekstur yang lebih empuk dan mudah dicerna.
Merangkum dari berbagai sumber, berikut adalah rangkuman tentang asal usul dan cita rasa makanan tradisional peuyeum.
Apa Itu Peuyeum?
Peuyeum Bandung merupakan makanan tradisional khas Jawa Barat yang dibuat dari singkong yang difermentasi menggunakan ragi. Dalam masyarakat Sunda, makanan ini dikenal sebagai peuyeum sampeu dan termasuk ke dalam kadaharan cangkarang bongkang atau makanan ringan (camilan).
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nama lain peuyeum adalah tapai, yaitu makanan yang dibuat dari ubi kayu atau bahan lain yang direbus, kemudian diberi ragi dan didiamkan hingga mengalami fermentasi sehingga menghasilkan rasa manis.
Asal Usul Nama Peuyeum
Dalam bahasa Sunda, kata peuyeum berasal dari kata dipeuyeum yang berarti diperam atau difermentasi. Penamaan makanan berdasarkan proses pembuatannya merupakan salah satu ciri khas budaya kuliner masyarakat Sunda.
Meski asal-usulnya belum diketahui secara pasti, peuyeum diyakini telah menjadi bagian dari kuliner masyarakat Sunda sejak ratusan tahun lalu. Seiring berkembangnya budidaya singkong di Jawa Barat, makanan hasil fermentasi ini kemudian menjadi salah satu ikon kuliner khas Bandung.
Peuyeum Bukan Tapai Singkong
Sekilas, peuyeum memang mirip dengan tape singkong. Namun, peuyeum memiliki tekstur yang lebih padat, tidak terlalu berair, serta rasa manis yang lebih ringan dengan aroma fermentasi yang khas. Sementara itu, tapai singkong cenderung lebih lembut, lebih basah, dan memiliki rasa yang lebih manis.
Karena kadar airnya lebih rendah, peuyeum umumnya lebih awet dibandingkan tapai singkong. Hal inilah yang membuat peuyeum sering dijadikan oleh-oleh khas Bandung, sedangkan tapai singkong lebih banyak dikonsumsi langsung atau diolah menjadi berbagai hidangan, seperti es tape, bolu tape, dan kolak.
Cara Membuat Peuyeum
Peuyeum dibuat dari singkong yang telah dikupas dan dicuci bersih, kemudian dikukus atau direbus hingga matang. Setelah dingin, singkong diberi ragi tape secara merata lalu disusun dalam wadah yang dialasi daun pisang atau bahan bersih lainnya.
Singkong kemudian diperam selama sekitar 2–3 hari hingga proses fermentasi selesai. Selama proses tersebut, mikroorganisme dalam ragi mengubah pati pada singkong menjadi gula sederhana sehingga menghasilkan rasa manis, tekstur yang lembut, dan aroma khas peuyeum.
Berkat cita rasanya yang unik dan proses fermentasi yang khas, peuyeum tetap menjadi favorit masyarakat sekaligus oleh-oleh yang identik dengan Bandung. Melestarikan makanan tradisional seperti peuyeum menjadi salah satu cara untuk menjaga kekayaan kuliner Nusantara.



















