Kisah Nabi Luth AS merupakan salah satu cerita para nabi yang diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai pelajaran bagi umat manusia.
Nabi Luth diutus oleh Allah SWT untuk mengajak kaumnya kembali kepada jalan yang benar setelah mereka terjerumus dalam berbagai perbuatan maksiat.
Meski telah berdakwah dengan penuh kesabaran, hanya sedikit orang yang beriman kepadanya. Akibat terus-menerus menolak peringatan Allah, kaum Nabi Luth akhirnya menerima azab yang sangat dahsyat.
Cerita Nabi Luth mengajarkan pentingnya menjaga akhlak, menaati perintah Allah, dan tidak mengikuti perilaku yang menyimpang dari ajaran-Nya.
Siapa Nabi Luth AS?
Nabi Luth AS adalah salah satu nabi yang diutus Allah SWT kepada penduduk Kota Sodom dan sekitarnya. Beliau merupakan keponakan Nabi Ibrahim AS.
Setelah mengikuti perjalanan dakwah pamannya, Nabi Luth diperintahkan Allah untuk berdakwah kepada kaumnya yang terkenal melakukan berbagai kemungkaran.
Nama Nabi Luth disebutkan dalam Al-Qur’an pada beberapa surah, di antaranya Surah Al-A’raf, Hud, Al-Hijr, Asy-Syu’ara, Al-Ankabut, Ash-Shaffat, dan Al-Qamar.
Kaum Nabi Luth dan Perilaku Menyimpang
Kaum Nabi Luth dikenal sebagai masyarakat yang telah meninggalkan nilai-nilai moral. Selain menyekutukan Allah, mereka juga melakukan berbagai tindakan tercela, seperti perampokan, kemaksiatan terang-terangan, serta perilaku seksual sesama jenis yang dilakukan oleh laki-laki terhadap laki-laki.
Dalam Al-Qur’an, perbuatan tersebut disebut sebagai sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh umat sebelumnya.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 80–81 bahwa Nabi Luth berkata kepada kaumnya:
Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kamu? Sungguh, kamu mendatangi laki-laki untuk melampiaskan syahwatmu, bukan kepada perempuan. Bahkan kamu adalah kaum yang melampaui batas.”
Surah Al-A’raf ayat 80–81.
Dakwah Nabi Luth kepada Kaumnya
Sebagai utusan Allah, Nabi Luth mengajak kaumnya untuk bertobat, meninggalkan kemaksiatan, dan kembali beribadah hanya kepada Allah SWT. Beliau menyampaikan dakwah dengan lemah lembut dan penuh kesabaran.
Namun, ajakan itu justru ditolak. Kaumnya mengejek Nabi Luth dan bahkan mengancam akan mengusir beliau beserta para pengikutnya dari negeri mereka.
Mereka menganggap orang-orang yang menjaga kesucian diri sebagai kelompok yang tidak pantas berada di tengah masyarakat.
Meski menghadapi penolakan, Nabi Luth tetap menjalankan tugasnya sebagai rasul dengan penuh keikhlasan.
Suatu hari, Allah mengutus beberapa malaikat dalam wujud pemuda yang tampan untuk menemui Nabi Luth. Sebelumnya, para malaikat tersebut telah mendatangi Nabi Ibrahim AS untuk menyampaikan kabar gembira mengenai kelahiran putranya sekaligus memberitahukan bahwa mereka akan menghancurkan kaum Nabi Luth.
Ketika para malaikat tiba di rumah Nabi Luth, beliau merasa khawatir karena tidak mengetahui bahwa mereka adalah utusan Allah. Kekhawatiran itu muncul karena beliau takut kaumnya akan mengganggu para tamu tersebut.
Benar saja, setelah mengetahui kedatangan para tamu, kaum Nabi Luth berbondong-bondong mendatangi rumah beliau dengan niat buruk. Nabi Luth berusaha mencegah mereka dan mengingatkan agar tidak mempermalukannya di hadapan tamu.
Saat itulah para malaikat memperlihatkan jati diri mereka dan menenangan Nabi Luth. Mereka menyampaikan bahwa Allah telah memerintahkan beliau beserta keluarga yang beriman untuk meninggalkan kota sebelum azab diturunkan.
Kemunafikan Istri Nabi Luth AS
Meskipun hidup bersama seorang nabi, istri Nabi Luth tidak beriman kepada Allah. Melansir dari muslimmedia.com, saat itu kedua laki-laki tampan yang merupakan malaikat Allah datang ke rumah Nabi Luth AS dan bertanya kepada seorang gadis cantik yang ternyata merupakan salah satu putri dari Nabi Luth AS.
Mendengar kabar tersebut, Nabi Luth merasa bimbang. Di satu sisi, ia merasa sangat tidak sopan jika tidak menerima tamu kedua lelaki tampan tersebut.
Namun di sisi lain, ia juga sangat khawatir dengan keselamatan dari kedua tamu tersebut nanti, ketika orang-orang Sodom mengetahui bahwa di dalam rumahnya terdapat dua tamu yang sangat tampan dan muda.
Dengan terpaksa dan penuh kekhawatiran, Nabi Luth akhirnya menerima dua tamu tersebut. Sebelum itu, beliau memberitahukan kepada anak-anak dan istrinya agar tidak membocorkan hal ini kepada kaum Sodom.
Bukannya menjaga rahasia tersebut, istri dari Nabi Luth malah memberikan informasi kepada kaum Sodom. Maka terjadilah apa yang menjadi kekhawatiran dari Nabi Luth AS.
Azab bagi Kaum Nabi Luth
Melansir dari Mozaik Islam, setelah berita tentang tamu laki-laki tampan yang merupakan seorang malaikat itu menyebar, kaum Sodom berbondong-bondong mendatangi rumah Nabi Luth dengan niat jahat.
Melihat kebiadaban mereka, malaikat menyingkap jati diri dan memerintahkan Nabi Luth AS untuk pergi bersama keluarganya tanpa menoleh ke belakang.
Sesaat setelah mereka pergi, azab Allah turun. Kota Sodom dibalikkan, lalu dihujani batu panas dari langit. Tak tersisa apa pun kecuali hamparan tanah yang kini dikenal sebagai Laut Mati, yang menjadi saksi bisu kehancuran sebuah kaum yang menolak kebenaran. Airnya yang pekat dan asin seolah mengingatkan: “Inilah akibat dari hati yang membatu.”
Azab kaum Sodom tertulis dalam Surah Hud ayat 82–83:
Maka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkan negeri kaum Luth, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar, yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim.”
(QS. Hud: 82–83).





















