Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 29 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Kelihatan Sih Cuek dan Bodo Amat, tapi Masih Bawa Perasaan? Hati-hati, Kamu Bisa Kena Empathy Burnout
Hype

Kelihatan Sih Cuek dan Bodo Amat, tapi Masih Bawa Perasaan? Hati-hati, Kamu Bisa Kena Empathy Burnout

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Juli 28, 2026 11:53 am
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
1 jam lalu
Share
(Foto: Pexels/ Anna Tarazevich)
SHARE

Pernah nggak kamu merasa sudah jadi orang yang cuek? Seperti langsung scroll berita sedih di TikTok atau Instagram, ada teman curhat panjang lebar balesnya cuma “Semangat ya.” Atau bahkan sudah males lihat drama yang ada di medsos.

Daftar isi Konten
  • Kenapa Orang Bisa Terlihat Cuek, Padahal Masih Bawa Perasaan?
  • Kenapa “Topeng Cuek” Bisa Berubah Menjadi Empathy Burnout?
  • Kenapa Gen Z Lebih Rentan Kena Empathy Burnout?
  • Ciri-ciri Empathy Burnout
  • Boleh Peduli, tapi Jangan Lupa Menjaga Diri

Tapi anehnya, hati kecilmu malah masih memikirkan semua sikap cuek yang kamu lakukan yang kadang berimbas ke mood yang jadi nggak jelas, bahkan muncul rasa bersalah karena tidak bisa membantu siapa-siapa.

Kalau kamu ngalamin hal ini, bisa jadi sikap cuek yang kamu tampilin itu hanya topeng. Karena sebenarnya energi emosimu sudah mulai habis yang dalam dunia psikologi ini disebut dengan empathy burnout atau kelelahan empati.

Fenomena ini emang semakin sering terjadi, apalagi pada kondisi yang hampir 24 jam kita tidak pernah lepas dari layar ponsel kita.

Baca juga:
Sering Overthinking tapi Tak Kunjung Action? Mungkin Kamu Lagi di… Apakah kamu pernah merasa punya banyak mimpi, target, bahkan sudah membayangkan seperti…
Psikolog: Perpres LGBTQ Ancaman Nonmiliter Jangan Diartikan Individunya adalah Ancaman Psikolog Meity Arianty mengatakan kebijakan terkait Pepres Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan…
Decak Kagum! Mahasiswa UGM Ciptakan Camilan Anti-Anxiety, Sabet Penghargaan Internasional Perihal kecemasan atau anxiety, tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi…
  • Sering Overthinking tapi Tak Kunjung Action? Mungkin Kamu Lagi di Fase Lazy…
  • Psikolog: Perpres LGBTQ Ancaman Nonmiliter Jangan Diartikan Individunya adalah Ancaman
  • Decak Kagum! Mahasiswa UGM Ciptakan Camilan Anti-Anxiety, Sabet Penghargaan Internasional

Kenapa Orang Bisa Terlihat Cuek, Padahal Masih Bawa Perasaan?

Banyak orang mengira sikap cuek berarti tidak peduli dengan orang lain, padahal nggak selamanya konsep ini benar.

Psikoterapis Tamara Kulish dalam tulisannya berjudul The Paradox of Empathy and Indifference menjelaskan bahwa manusia sering kali tanpa sadar membangun “tembok emosional” sebagai bentuk perlindungan diri.

Karena ketika kamu terlalu sering melihat penderitaan, konflik, atau kabar buruk, otak secara alami akan mencoba mengurangi keterlibatan emosi, agar kamu nggak terus-menerus merasa terbebani.

Apalagi di kondisi sekarang ini, waktu kamu buka medsos, dalam hitungan menit kamu bisa melihat video korban bencana, berita kriminal, curhatan soal kesehatan mental, kisah putus cinta, hingga konflik perang di belahan dunia lain.

Belum lagi jika di saat yang sama ada teman yang meminta didengarkan, keluarga yang membutuhkan perhatian, dan tekanan akademik atau pekerjaan yang juga harus dihadapi.

Tanpa kamu sadari, ternyata semua emosi itu ikut tersimpan di kepala. Akibatnya, banyak orang memilih terlihat cuek di luar, padahal di dalam hati mereka masih memikirkan semuanya.

Kenapa “Topeng Cuek” Bisa Berubah Menjadi Empathy Burnout?

Menurut Find My Therapist, kondisi ini memang dapat berkembang menjadi empathy burnout, yaitu kelelahan emosional, karena otak terus-menerus menyerap atau merasakan penderitaan orang lain tapi nggak ada waktu buat memproses semua itu.

Fenomena Bed Rotting Viral di Kalangan Gen Z, Psikolog Ungkap Dampaknya pada Kesehatan Mental

Sifat empati sejatinya merupakan kemampuan yang baik, karena membuatmu mampu memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain.

Tapi kalau empati ini diberikan terus-menerus tanpa diimbangi dengan menjaga diri sendiri, akibatnya energi emosionalmu bisa ikut terkuras.

Yang membuat seseorang justru menjadi sulit menunjukkan empati seperti sebelumnya. Bukan karena berhenti peduli, tetapi karena “baterai emosinya” sudah habis.

Kenapa Gen Z Lebih Rentan Kena Empathy Burnout?

Generasi Z hidup di era ketika informasi bergerak tanpa henti dan media sosial membuat batas antara kehidupan pribadi dan kehidupan orang lain menjadi semakin tipis.

Hari ini memungkinkan kamu melihat temanmu mengunggah kabar kehilangan pekerjaan, beberapa menit kemudian muncul berita kecelakaan, lalu disusul video hewan telantar, isu kesehatan mental, hingga konflik global. Semua emosi ini datang bertubi-tubi dalam satu waktu.

Tapi di sisi lain, Gen Z juga dikenal lebih terbuka membahas kesehatan mental dan lebih sering menjadi tempat berbagi cerita di lingkaran pertemanannya.

Dan nggak sedikit juga yang merasa harus selalu hadir, menjadi pendengar yang baik, atau ikut peduli terhadap setiap isu yang sedang ramai diperbincangkan.

Jika ini berlangsung terus-menerus tanpa jeda, beban emosional tersebut bisa menumpuk dan memicu empathy burnout.

Ciri-ciri Empathy Burnout

Kelelahan empati tidak selalu ditandai dengan menangis atau merasa sedih sepanjang waktu. Justru, banyak orang menganggapnya hanya sebagai rasa lelah biasa.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Merasa sangat lelah setelah mendengarkan curhatan orang lain.
  • Malas membuka pesan karena takut ada yang meminta bantuan atau bercerita lagi.
  • Mudah kesal terhadap hal-hal kecil.
  • Sulit berkonsentrasi saat belajar atau bekerja.
  • Merasa mati rasa terhadap kabar yang sebelumnya membuatmu tersentuh.
  • Menarik diri dari pergaulan karena merasa energinya sudah habis.
  • Mengalami keluhan fisik seperti sakit kepala, tubuh mudah lelah, atau otot terasa tegang.

Jika dibiarkan, kondisi ini bukan hanya memengaruhi hubungan dengan orang lain, tetapi juga berpotensi berdampak pada kesehatan mental, seperti munculnya kecemasan hingga depresi.

Boleh Peduli, tapi Jangan Lupa Menjaga Diri

Menjadi orang yang peduli bukan berarti harus memikul semua beban dunia. Justru, agar tetap bisa membantu orang lain, kamu juga perlu menjaga kapasitas emosimu sendiri.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah empathy burnout.

Misalnya, membatasi konsumsi berita negatif jika sudah terasa berlebihan, mengambil jeda dari media sosial, belajar mengatakan “tidak” ketika sedang tidak memiliki energi untuk mendengarkan curhatan orang lain, hingga meluangkan waktu melakukan aktivitas yang membuat pikiran kembali tenang.

Selain itu, penting juga untuk menyadari bahwa kamu tidak bertanggung jawab menyelesaikan semua masalah yang ada di sekitarmu. Membantu sesuai kemampuan jauh lebih sehat dibanding memaksakan diri hingga kelelahan.

Apabila rasa lelah emosional terus berlangsung dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, mencari bantuan kepada psikolog atau tenaga profesional juga menjadi langkah yang tepat.

Zaman sekarang jadi orang yang peka memang bukan perkara yang mudah. Setiap hari kita disuguhi begitu banyak cerita yang menguras emosi, hingga tanpa sadar mulai membangun “topeng cuek” untuk bertahan.

Namun, terlihat cuek bukan berarti hati benar-benar baik-baik saja. Bisa jadi, itu adalah sinyal bahwa energi emosimu sudah terlalu lama dipakai tanpa sempat diisi kembali.

Karena pada akhirnya, empati adalah kualitas yang berharga. Tetapi agar empati tetap hidup, kamu juga perlu memberi ruang bagi dirimu sendiri untuk beristirahat.

Sebab, menjaga kesehatan mental bukan berarti berhenti peduli, melainkan memastikan kamu tetap mampu peduli tanpa kehilangan dirimu sendiri.

Tag:Bawa PerasaanEmpathy BurnoutKesehatan MentalLelah MentalMental Health
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Setya Novanto Rayakan Ultah Istri Bertema BTS di Hotel Mewah, Netizen: Koruptor Tak Pernah Miskin
By Syifa Fauziah
Setya Novanto Rayakan Ultah Istri Bertema BTS
1
Soal Spekulasi Mundur Perry Warjiyo Gegara Purbaya, Airlangga: Saya Nggak Paham
By Anisa Aulia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kemenko Perekonomian (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
2
QRIS hingga BI-Fast, Ini Warisan Perry Warjiyo Setelah Tinggalkan Bank Indonesia
By Anisa Aulia
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
3
Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Tewas Ditembak, Polisi: Hoaks
By Rahmat Baihaqi
Tersangka yang merupakan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (kanan) dikawal menuju Rutan Cabang KPK, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
4
Terungkap! Ini Alasan John Herdman Nonton Timnas Indonesia dari Tribun saat Lawan Kamboja
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Jago Kasih Janji Manis
HypeTourism

Doi Cuma Jago Kasih Janji Manis? Hati-hati, Bisa Jadi Kamu Kena Future Faking! Yuk Kenali Ciri-cirinya 

Pernah nggak sih di awal hubungan pasangan kamu mengungkapkan pujian dan janji…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
9 jam lalu
Bunga Lavender
HypeTourism

Aroma Lavender Bantu Kurangi Stress dan Tingkatkan Kualitas Tidur, Benarkah?

Bagi banyak orang yang sering mengalami kesulitan tidur atau insomnia ringan, aroma…

Hilwa UrwatulIvan OWRITE
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan Syahruna Lubis
9 jam lalu
HypeTourism

Resep Mie Nyemek ala Devina Hermawan, Gurih Pedas dengan Kuah Kental Medok yang Bikin Nagih

Mie nyemek  menjadi salah satu hidangan rumahan yang  digemari karena memadukan cita…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
9 jam lalu
Jemuran handuk
HypeTourism

Jangan Tunggu Bau! Ini Waktu yang Tepat untuk Mencuci Handuk Mandi

Handuk merupakan salah satu perlengkapan mandi yang digunakan setiap hari. Meski fungsinya…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
9 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up