Vanila aroma yang paling akrab dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari es krim, kue, minuman, hingga parfum.
Aroma manis khas vanila begitu mudah dikenali. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa aroma tersebut berasal dari salah satu rempah paling mahal di dunia yang berasal dari tanaman anggrek.
Informasi yang dibagikan oleh akun @linggah_fachrie menjelaskan bahwa tanaman vanili berasal dari spesies Vanilla planifolia, sejenis anggrek tropis yang menghasilkan buah berbentuk polong.
Berbeda dengan kebanyakan anggrek yang dibudidayakan sebagai tanaman hias, tanaman ini ditanam khusus untuk menghasilkan polong vanili yang menjadi sumber aroma alami vanila.
Tanaman Anggrek
Melansir dari website UCDavis Botanical Conservatory, Vanili termasuk keluarga anggrek (Orchidaceae) menjadikannya satu-satunya anggota keluarga anggrek yang dibudidayakan secara luas untuk menghasilkan bahan pangan.
Tanaman ini berasal dari Meksiko, tetapi kini banyak dibudidayakan di berbagai negara tropis seperti Madagaskar, Indonesia, Uganda, dan Papua Nugini.
Yang menarik, bunga vanili hanya mekar sekitar satu hari. Dalam waktu yang sangat singkat bunga harus berhasil diserbuki agar dapat menghasilkan buah.
Di luar habitat aslinya, proses penyerbukan umumnya dilakukan secara manual oleh manusia karena tidak adanya penyerbuk alami.
Banyak orang mengira aroma khas vanila langsung muncul setelah buah dipanen. Padahal, polong vanili segar hampir tidak memiliki aroma sama sekali.
Setelah dipanen, polong vanili harus melewati proses panjang yang disebut curing. Tahapan ini meliputi pemanasan, fermentasi, pengeringan, hingga penyimpanan selama beberapa bulan.
Selama proses tersebut, senyawa dalam polong mengalami perubahan sehingga menghasilkan vanilin, yaitu senyawa utama yang memberikan aroma khas vanila.
Proses inilah yang membuat aroma vanila alami menjadi begitu kaya dan kompleks. Meskipun vanili alami sangat mahal, aroma vanila justru mudah ditemukan pada berbagai produk dengan harga terjangkau.
Hal ini karena sebagian besar makanan, minuman, dan produk wewangian menggunakan vanilin sintetis.
Vanilin sintetis memiliki aroma yang menyerupai vanila alami, tetapi diproduksi melalui proses kimia sehingga biaya produksinya jauh lebih murah.
Sementara itu, ekstrak vanili alami memiliki profil aroma yang lebih kompleks karena mengandung ratusan senyawa alami selain vanilin.




















