Sejak kecil, banyak orang mungkin sering mendengar peringatan dari orang tua agar tidak duduk terlalu dekat dengan televisi karena dianggap dapat merusak mata.
Anggapan ini sudah diwariskan dari generasi ke generasi hingga menjadi salah satu mitos kesehatan yang paling populer.
Namun, benarkah menonton TV dari jarak dekat dapat menyebabkan kerusakan mata secara permanen? Atau justru anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar?
Agar tidak salah kaprah, simak penjelasan mengenai fakta medis di balik kebiasaan duduk terlalu dekat dengan televisi serta dampaknya bagi kesehatan mata.
Merusak Mata?
Dilansir dari laman Montreal Children’s Hospital, jawabannya adalah mitos. Karena hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa duduk terlalu dekat dengan televisi dapat menyebabkan kerusakan mata.
Meski demikian, menatap televisi dari jarak dekat dalam waktu lama dapat membuat mata bekerja lebih keras untuk mempertahankan fokus.
Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan sementara, tetapi tidak menyebabkan gangguan penglihatan permanen.
Menonton Terlalu Lama
Walaupun tidak merusak mata secara permanen, menonton televisi terlalu lama atau dari jarak yang sangat dekat tetap dapat menyebabkan mata terasa tidak nyaman.
Saat mata terus-menerus fokus pada layar, otot mata bekerja lebih keras sehingga memicu kelelahan mata (eye strain).
Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain:
- Mata lelah atau pegal.
- Sakit kepala.
- Penglihatan kabur sementara.
- Mata kering atau terasa perih.
Kabar baiknya, keluhan tersebut umumnya akan membaik setelah mata diistirahatkan dan penggunaan layar dikurangi sejenak.
Masih Dipercaya?
Anggapan bahwa duduk terlalu dekat dengan televisi dapat merusak mata ternyata berawal dari peristiwa pada era televisi tabung sekitar tahun 1960-an.
Saat itu, beberapa televisi diketahui memancarkan radiasi lebih tinggi dari batas aman akibat kesalahan produksi.
Namun, masalah tersebut segera diperbaiki dan televisi modern kini telah memenuhi standar keamanan. Oleh karena itu, televisi LED, LCD, maupun OLED tidak memancarkan radiasi yang dapat menyebabkan kerusakan mata.
Ponsel dan Komputer
Di era digital, perhatian terhadap kesehatan mata justru lebih banyak tertuju pada penggunaan ponsel, tablet, dan komputer.
Aktivitas melihat objek dari jarak dekat (near work) dalam waktu lama dikaitkan dengan meningkatnya risiko miopia, terutama pada anak dan remaja.
Selain itu, penggunaan layar digital secara berkepanjangan juga dapat menyebabkan mata lelah, mata kering, dan penglihatan kabur sementara.
Oleh karena itu, membatasi waktu layar dan memberikan waktu istirahat bagi mata menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan penglihatan.
Meskipun demikian, kebiasaan tersebut dapat membuat mata cepat lelah, terutama jika dilakukan dalam waktu lama.
Jika anak atau orang dewasa sering merasa harus duduk sangat dekat agar dapat melihat dengan jelas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan mata.




















