Tidur kebutuhan alami setiap manusia untuk memulihkan tenaga dan menjaga kesehatan tubuh. Namun dalam Islam, tidur tidak dipandang hanya sebagai waktu untuk beristirahat.
Rasulullah SAW mengajarkan berbagai adab sebelum, saat, hingga sesudah tidur.
Mulai dari berwudu, membaca doa, hingga memilih posisi tidur yang dianjurkan. Adab ini menjadi bagian dari sunnah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dilansir dari laman BAZNAS Indonesia (02 Mei 2025), berikut penjelasan tentang adab tidur menurut Rasulullah SAW.
Adab Tidur
Sejumlah adab tersebut tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga mengandung hikmah bagi kesehatan dan kualitas istirahat. Berikut beberapa adab tidur dalam Islam yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Meluruskan Niat Tidur sebagai Ibadah
Dalam Islam, setiap amal bergantung pada niatnya. Karena itu, tidur pun dapat bernilai ibadah apabila diniatkan untuk memulihkan tenaga agar dapat bangun dan menjalankan salat serta aktivitas yang diridhai Allah SWT.
2. Bersuci dan Berwudhu Sebelum Tidur
Selain sebagai bentuk kesucian lahir dan batin, Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah juga menganjurkan agar membersihkan tubuh sebelum tidur Dari sisi kesehatan, mencuci wajah, tangan, dan kaki dengan air dapat memberikan efek relaksasi serta membantu tubuh merasa lebih segar sebelum tidur.
3. Tidur dengan Posisi Miring ke Kanan
Hadis Riwayat Al Bukhari No 247, Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila engkau hendak tidur, berwudhulah seperti wudhu untuk salat, kemudian berbaringlah di sisi kananmu.”
Posisi tidur ini juga dinilai baik bagi kesehatan. Beberapa ahli menyebutkan bahwa tidur miring dapat membantu menjaga saluran napas tetap terbuka sehingga mengurangi risiko mendengkur pada sebagian orang. Posisi ini juga membantu proses pencernaan dan mengurangi tekanan pada organ tertentu.
4. Membaca Doa dan Berdzikir Sebelum Tidur
Dalam hadis riwayat Al-Bukhari disebutkan bahwa siapa yang membaca Ayat Kursi sebelum tidur akan senantiasa dijaga oleh Allah SWT hingga pagi dan tidak akan didekati setan. Imam Al-Ghazali dalam Bidayatul Hidayah juga menganjurkan memperbanyak dzikir sebelum tidur.
Doa pendek yang diajarkan Rasulullah SAW adalah:
اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَأَمُوتُ
Allāhumma bismika aḥyā wa amūt.
Artinya: “Ya Allah, dengan nama-Mu aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati.”
(HR. Al-Bukhari No. 6324).
5. Tidur pada Waktu yang Tepat dan Tidak Berlebihan
Islam mengajarkan keseimbangan antara bekerja, beribadah, dan beristirahat. Rasulullah SAW tidak menyukai kebiasaan begadang tanpa keperluan yang bermanfaat. Karena itu, tidur terlalu larut hingga menyebabkan terlambat bangun atau meninggalkan salat Subuh sebaiknya dihindari.
6. Berdoa dan Bersyukur Saat Bangun Tidur
Ketika bangun tidur, Rasulullah SAW mengajarkan doa sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. Membaca doa bangun tidur mengingatkan bahwa tidur merupakan “kematian sementara” dan setiap hari adalah kesempatan baru untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal shaleh dan bersyukur.
Doa tersebut berbunyi:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Alhamdulillāhilladzī aḥyānā ba’da mā amātanā wa ilaihin nusyūr.
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami, dan kepada-Nya kami akan dibangkitkan.”
Meski terlihat sederhana, adab-adab tersebut mengandung hikmah yang besar, baik dari sisi spiritual maupun kesehatan.
Oleh karena itu, membiasakan diri mengamalkan sunnah sebelum, saat, dan setelah tidur dapat menjadi langkah kecil yang membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.




















