BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 mencatat transaksi lebih dari Rp10 miliar selama lima hari penyelenggaraan pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Gelaran tersebut juga berhasil menarik lebih dari 35.000 pengunjung dan melibatkan ribuan pelaku industri kreatif.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator geliat industri fashion nasional di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Selain mencatat transaksi, BTN IFW 2026 melibatkan lebih dari 200 desainer, 500 tenant jenama fesyen dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sekitar 4.000 pekerja kreatif.
Rangkaian kegiatan selama lima hari mencakup fashion show, pameran dagang, talkshow, forum kreatif, pertunjukan hiburan, hingga sajian kuliner.
Beragam kegiatan tersebut mempertemukan pelaku industri fashion dengan konsumen sekaligus membuka ruang transaksi bagi UMKM dan jenama fesyen.
Gelaran tahun ini mengangkat tema “Ulos Simetria” dengan menjadikan ulos dan ragam wastra Sumatra Utara sebagai sumber inspirasi.
Sejumlah material tradisional seperti songket, tenun ikat, dobel lungsi, sirat, dan marsimata dieksplorasi menjadi koleksi dengan siluet dinamis serta warna pastel.
Inovasi Industri Fashion
Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) sekaligus Presiden Indonesia Fashion Week Poppy Dharsono mengatakan penyelenggaraan IFW menjadi ruang untuk mempertemukan pelestarian budaya dengan inovasi industri fashion.
Melalui tema Ulos Simetria, kita diajak untuk memahami bahwa kemajuan harus berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai budaya,”
kata Poppy dalam sambutannya.
Menurutnya, tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan untuk membangun masa depan industri mode Indonesia.
Sementara itu, Direktur Commercial Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Hermita yang mewakili Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan pihaknya akan terus memperkuat kolaborasi dengan ekosistem industri kreatif.
Ke depan, BTN akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai ekosistem industri kreatif. Kami ingin menjadi lebih dari sekadar bank, tetapi menjadi mitra pertumbuhan yang menghadirkan solusi keuangan dan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat Indonesia,”
ujar Hermita.
BTN juga menyatakan komitmennya untuk memperluas akses layanan keuangan dan pembiayaan, termasuk melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), bagi pelaku UMKM fashion dan desainer.
Pusat Fashion Indonesia
Di sisi lain, Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution menilai pengembangan ulos dan industri fashion dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah maupun nasional.
Ia menyatakan Sumatra Utara siap menjadi salah satu pusat fashion Indonesia dengan mengandalkan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menambahkan, pengembangan wastra melalui fashion juga dapat membuka ruang diplomasi budaya.
Menurut dia, koleksi fashion yang mengangkat ulos dapat memunculkan rasa ingin tahu masyarakat terhadap asal kain, pembuatnya, hingga budaya yang melatarbelakanginya.
Indonesia Fashion Week menunjukkan bahwa fashion mampu menjadi pintu masuk untuk mengenalkan Indonesia kepada dunia,”
tambah Widiyanti.





















