Pernahkah kamu merasa seolah ada seseorang yang selalu mengikuti aktivitasmu, baik di dunia nyata maupun di media sosial?
Di era digital, istilah stalking semakin sering terdengar, terutama di media sosial. Banyak orang menganggap stalking hanya sekadar melihat profil seseorang berulang kali.
Padahal, dalam konteks yang lebih luas, stalking merupakan perilaku yang dapat mengganggu privasi, menimbulkan rasa takut, bahkan termasuk tindakan yang melanggar hukum jika dilakukan secara terus-menerus.
Lantas, apa sebenarnya stalking? Berikut penjelasannya.
Apa Itu Stalking?
Melansir dari New Mexico Highlands University, Stalking adalah perilaku menguntit, mengawasi, atau mengikuti seseorang secara berulang dan tidak diinginkan sehingga membuat korban merasa tidak nyaman, takut, atau terancam.
Perilaku ini bisa dilakukan secara langsung maupun melalui media digital (cyberstalking).
Pelaku stalking biasanya terus berusaha mengetahui aktivitas, lokasi, atau kehidupan pribadi korban tanpa persetujuan. Dalam beberapa kasus, stalking dapat berkembang menjadi bentuk pelecehan atau kekerasan.
Jenis-Jenis Stalking
Mengutip dari Safeguarding Hub, terdapat lima jenis stalking berdasarkan motivasinya:
- Stalking Intim Terjadi ketika pelaku ingin menjalin atau mengembalikan hubungan romantis dengan korban. Biasanya dilakukan oleh mantan pasangan atau orang yang pernah memiliki kedekatan dengan korban, meski hubungan tersebut sudah berakhir atau ditolak.
- Stalking Kecemburuan Jenis stalking yang didorong oleh rasa cemburu dan keinginan untuk mengendalikan korban. Pelaku sering memantau aktivitas korban, terutama jika memiliki hubungan pribadi seperti pasangan, anggota keluarga, atau teman.
- Stalking Resentful Dilakukan karena pelaku menyimpan rasa sakit hati, dendam, atau amarah terhadap korban. Tujuannya adalah mengintimidasi, mempermalukan, atau membuat korban merasa takut sebagai bentuk balas dendam.
- Stalking Delusional Terjadi ketika pelaku memiliki keyakinan yang tidak sesuai dengan kenyataan, misalnya merasa korban mencintainya atau memiliki hubungan khusus dengannya. Kondisi ini sering dikaitkan dengan gangguan delusi, sehingga pelaku sulit menerima fakta.
- Stalking Predatory Jenis stalking yang paling berbahaya karena bertujuan melakukan pelecehan atau kekerasan seksual. Pelaku biasanya mengamati dan mengikuti korban untuk mencari kesempatan melakukan tindakan kriminal. Pelaku tidak memiliki hubungan dekat dengan korban, tetapi terobsesi sehingga terus mencari informasi tentang kehidupannya.
Dampak Stalking
Stalking dapat memberikan dampak yang serius terhadap kondisi psikologis maupun kehidupan sehari-hari korban, seperti merasa cemas dan takut sehingga korban sering kali mengalami sulit tidur atau mengalami stres berkepanjangan.
Selain itu, korban kehilangan rasa aman saat berada di luar rumah. Hal tersebut disebabkan karena korban selalu merasa diawasi dan mungkin merasa bahwa tidak ada tempat yang aman dari pelaku stalking, bahkan di lingkungan yang seharusnya nyaman dan aman.
Kemudian, korban stalking akan menarik diri dari lingkungan sosialnya karena mungkin sulit untuk memercayai orang lain atau membuka diri tentang pengalaman diri.
Bahkan, beberapa korban stalking dapat mengalami gangguan trauma, di mana mereka mengalami kilas balik, mimpi buruk, atau perasaan yang menyakitkan terkait pengalaman traumatis yang mereka alami.
Cara Menghadapi Stalker
Jika merasa menjadi korban stalking, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Berikan penolakan dengan tegas, katakan dengan tegas dan singkat bahwa kamu tidak ingin dihubungi lagi. Setelah itu, putus semua komunikasi. Jangan berdebat atau mencoba menjelaskan alasanmu berkali-kali, karena bagi stalker, interaksi apa pun (bahkan yang negatif) adalah bentuk “kemenangan”.
- Kumpulkan bukti Simpan semua pesan, log panggilan, dan rekaman CCTV jika ada. Bukti-bukti ini akan sangat berguna jika kamu memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke pihak berwajib.
- Menghubungi orang terdekat Beri tahu keluarga, teman, dan satpam di lingkungan tempat tinggal atau kantormu mengenai identitas stalker tersebut. Hal ini membantu membangun sistem pendukung keamanan di sekitarmu.



















