Bunga lawang atau star anise (Illicium verum) merupakan salah satu rempah yang berasal dari Asia dan telah lama digunakan dalam berbagai masakan tradisional.
Meski namanya mengandung kata “bunga”, bagian yang dimanfaatkan sebenarnya adalah buahnya yang memiliki bentuk menyerupai bintang.
Buah ini dipanen saat mulai matang, kemudian dikeringkan hingga berwarna cokelat kemerahan dan menghasilkan aroma khas yang kuat.
Mengutip dari Kemendikbud, bunga lawang adalah salah satu jenis rempah yang memiliki bentuk fisik berupa bunga berwarna coklat dengan delapan sisi dan rasa manis.
Bunga lawang banyak digunakan sebagai penyedap rasa bagi beberapa makanan daerah seperti masakan Aceh, Minangkabau, Jawa dan Bali.
Berkat bentuknya yang unik dan aromanya yang harum, bunga lawang menjadi salah satu rempah paling mudah dikenali di dunia.
Selain memperkaya cita rasa makanan, rempah ini juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena banyak diperdagangkan di pasar internasional.
Memiliki Bentuk Unik
Setiap buah bunga lawang umumnya terdiri dari delapan ruas yang tersusun menyerupai bintang. Di dalam setiap ruas terdapat satu biji berwarna cokelat mengilap.
Bentuk inilah yang membuat bunga lawang sering dijadikan hiasan pada hidangan maupun minuman, selain sebagai penyedap alami.
Aroma bunga lawang terasa manis dengan sentuhan rasa mirip adas manis atau licorice. Karakter aromanya yang khas berasal dari senyawa alami bernama anethole, yang juga ditemukan pada adas dan fennel.
Digunakan Berbagai Masakan
Bunga lawang menjadi salah satu rempah penting dalam kuliner Asia. Rempah ini sering dimanfaatkan untuk memberikan aroma yang lebih kaya pada berbagai hidangan, seperti kaldu, semur, kari, aneka hidangan berbahan daging, hingga minuman hangat, seperti teh rempah.
Dalam masakan Tiongkok, bunga lawang juga menjadi salah satu bahan utama dalam campuran five-spice powder, yaitu perpaduan lima rempah yang memberikan cita rasa khas pada berbagai hidangan.
Pengobatan Tradisional
Melansir dari Halodoc, rempah ini bukan sekadar bumbu dapur untuk menyedapkan masakan seperti gulai atau sup, tetapi juga telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan Asia Tenggara.
Bunga Lawang dipercaya membantu meredakan gangguan pencernaan, mengurangi perut kembung, hingga menghangatkan tubuh.
Selain itu, bunga lawang mengandung senyawa antioksidan yang dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Memiliki Nilai Ekonomi
Permintaan bunga lawang terus meningkat karena penggunaannya yang luas di industri makanan, minuman, hingga farmasi.
Selain menjadi penyedap alami, bunga lawang juga dikenal sebagai salah satu bahan baku dalam pembuatan asam shikimat, senyawa yang digunakan dalam proses produksi beberapa obat antivirus.
Melansir dari ukmindonesia.id, Negara pertama importir terbesar peluang ekspor bunga lawang adalah India.
Hal ini tidak terlepas dari pentingnya penggunaan bunga lawang pada makanan pokok India, yaitu berbagai olahan kari, seperti malvani gravy.
Bunga lawang sering digunakan sebagai salah satu bumbu saat memasak nasi briyani.
Dengan manfaat yang beragam, tidak mengherankan jika bunga lawang menjadi salah satu komoditas rempah bernilai tinggi yang diperdagangkan di berbagai negara.





















