Sudah hampir 23 bulan sejak PON XXI Aceh-Sumut 2024 berakhir, tapi bonus yang dijanjikan oleh Pemprov Riau kepada atlet dan pelatih peraih medali belum juga lunas dibayar.
Kondisi ini membuat para atlet kecewa dan mengaku kehilangan motivasi untuk bertanding mewakili provinsi Riau. Bahkan ada beberapa atlet yang mempertimbangkan untuk pindah dan membela provinsi lain.
Melansir dari unggahan akun Instagram @undercover.id disebutkan bahwa pemprov Riau baru merealisasikan pembayaran bonus sebesar 45 persen saja.
Pencairan ini disebut dilakukan secara bertahap sejak September 2025 dengan nominal yang diterima para atlet masih harus dipotong pajak.
Maharani Atlet angkat besi peraih medali perak mengatakan bonus senilai Rp150 juta yang menjadi haknya baru dibayarkan sebesar Rp64,5 juta atau sekitar 45 persen.
Setelah dipotong pajak, ia mengaku hanya menerima sekitar Rp60 juta.
Bonus perak Rp150 juta. Baru dibayar 45 persen Rp64,5 juta, potong pajak jadi Rp60 juta,”
kata Maharani dikutip dari akun Instagram@undercover.id.
Kekecewaan ini juga disampaikan atlet renang Riau Vanessa Evato yang mempertanyakan alasan efisiensi anggaran yang selama ini disampaikan pemerintah daerah untuk menunda pembayaran bonus.
Padahal, menurut Vanness selama ini pemprov sering mengadakan berbagai kegiatan hiburan, seperti beberapa kali menggelar konser dan mendatangkan artis yang tentu membutuhkan anggaran besar.
Namun ketika atlet menanyakan sisa bonus, alasan yang disampaikan selalu berkaitan dengan keterbatasan anggaran.
Katanya tidak ada uang karena efisiensi anggaran. Tapi bolak-balik mengadakan konser mengundang artis besar yang pasti keluar uang banyak. Sedangkan bonus kami tidak dibayar semuanya,”
katanya.
Belum tuntasnya pembayaran bonus disebut-sebut juga mulai berdampak pada kondisi psikologis atlet. Atlet senam asal Riau Puja mengaku situasi tersebut membuat semangat para atlet untuk kembali berprestasi semakin menurun.
Puja juga mengaku para atlet mulai merasa khawatir setiap kali meraih prestasi, karena takut di anggap sebagai beban keuangan daerah.
Sekarang kami merasa takut berprestasi, karena kami takut jadi beban daerah untuk membayarkan bonus kami. Semangat kami rasanya sudah tidak ada lagi untuk membela Riau,”
ungkap Puja.
Pelatih Atlet Riau Ahmad Markos menilai persoalan bonus yang tak kunjung selesai berpotensi mengganggu pembinaan olahraga di Riau, ditambah sejumlah atlet dari berbagai cabang olahraga mulai berinisiatif untuk pindah membela provinsi lain.
Ini sangat mematikan pembinaan olahraga di Riau. Akibat kondisi ini, beberapa cabang olahraga bahkan sudah berinisiatif untuk pindah membela provinsi lain,”
katanya.
Menanggapi keluhan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan pemerintah daerah tetap berkomitmen menyelesaikan pembayaran sisa bonus atlet.
Namun, Hariyanto mengaku belum dapat memastikan kapan pelunasan akan dilakukan karena masih menunggu ketersediaan anggaran.
Kalau sudah ada uangnya nanti kita cairkan. Insyaallah, berdoa saja kalau ada duitnya. Segera, kita doakan ada duitnya,”
kata SF Hariyanto.
Saat ditanya mengenai kepastian pelunasan pada 2026, Hariyanto tidak memberikan tenggat waktu. Ia hanya menegaskan bahwa Pemprov Riau akan mencairkan bonus tersebut ketika anggaran telah tersedia.
Unggahan mengenai belum lunasnya bonus atlet PON Riau itu kemudian memicu berbagai reaksi dari warganet. Banyak yang menyayangkan hak para atlet belum juga dipenuhi meski telah mengharumkan nama Riau di ajang olahraga nasional.
Salah satunya akun Instagram @zefri_tanjung yang menilai perjuangan seorang atlet untuk meraih prestasi tidaklah mudah sehingga bonus yang dijanjikan seharusnya segera dibayarkan.
Proses jadi atlit itu berat. Bukan semudah naik ke podium. Hak harus di berikan,”
tulisnya.
Sementara itu, akun Instagram @arfdnreiz melontarkan kritik terhadap kondisi yang dialami atlet PON Riau 2024.
Indonesia bukan tempat untuk mengukir prestasi, tapi untuk korupsi wkwkkw,”
komentarnya.
Komentar serupa juga disampaikan akun Instagram @maya.ansari yang menyoroti perjuangan para atlet saat bertanding.
Atletnya tanding ada yang sampai berdarah, eh bonusnya cuma janji sampah,”
tulisnya.
Adapun akun Instagram @sibolang_ilang mempertanyakan jawaban pemerintah yang meminta atlet bersabar dan berdoa.
Mau minta uangnya kok malah disuruh berdoa di negara yang orang sudah sumpah kitab suci pun masih bisa korupsi,”
komentarnya.
Sedangkan akun Instagram @benubuloe mengaku tak lagi bisa berkata-kata melihat persoalan tersebut.
Dah ngak bisa berkata kata lagi gessss…,”
tulisnya.





















