Wortel identik dengan warna oranye. Saat membayangkan sayuran ini, sebagian besar orang mungkin langsung teringat pada bentuknya yang memanjang dengan warna jingga cerah.
Warna tersebut bahkan sudah begitu melekat hingga wortel dan warna oranye seolah menjadi pasangan yang tidak terpisahkan.
Namun, benarkah wortel sejak awal memang berwarna oranye? Ternyata, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Sebelum wortel oranye menjadi jenis yang paling banyak dikenal seperti sekarang, tanaman ini telah memiliki sejarah panjang dengan beragam warna. Lantas, bagaimana wortel bisa identik dengan warna oranye?
Warnanya Ungu Kuning
Melansir dari laman The Christian Science Monitor, wortel pertama yang mulai dibudidayakan di wilayah Asia Barat hingga Asia Tengah sekitar awal Abad Pertengahan, sekitar 1.100–1.200 tahun lalu. Warna yang terdokumentasikan pada wortel budidaya awal adalah ungu dan kuning.
Warna ungu pada wortel berasal dari pigmen antosianin, sedangkan wortel kuning mengandung pigmen seperti lutein. Selain kedua warna tersebut, varietas wortel dengan warna putih dan merah juga dikenal dalam sejarah budidayanya.
Muncul Warna Oranye?
Wortel oranye tidak muncul secara tiba-tiba. Warna tersebut merupakan hasil dari proses seleksi dan pemuliaan tanaman yang dilakukan manusia selama beberapa generasi.
Penelitian pada 2016 menunjukkan bahwa wortel oranye memiliki kadar karotenoid yang tinggi. Pigmen inilah yang memberikan warna khas pada bagian akar wortel.
Penelitian lain terhadap 630 jenis wortel dari berbagai wilayah menunjukkan bahwa wortel oranye kemungkinan mulai dipilih dan dikembangkan di Eropa Barat pada masa Renaissance.
Petani saat itu secara bertahap memilih wortel yang memiliki lebih banyak pigmen pemberi warna oranye.
Cerita Populer Belanda
Sebuah cerita tradisional popular Belanda menyebut bahwa wortel oranye dikembangkan oleh petani Belanda pada abad ke-17 sebagai penghormatan kepada William of Orange, tokoh penting dalam sejarah Belanda.
Cerita tersebut memang sering dikaitkan dengan sejarah wortel oranye. Namun belum ada bukti ilmiah rincinya.
Wortel Oranye Dibudidayakan
Warna oranye pada wortel berasal dari kelompok pigmen yang disebut karotenoid, terutama alfa-karoten dan beta-karoten. Semakin banyak pigmen tersebut terakumulasi di bagian akar, semakin kuat warna oranye yang terlihat.
Menariknya, warna wortel ternyata tidak hanya berkaitan dengan penampilan. Karotenoid juga membuat wortel menjadi salah satu sumber provitamin A yang penting dalam makanan. Beta-karoten dapat diubah tubuh menjadi vitamin A. Manfaat inilah yang membuat wortel oranye dibudidayakan secara luas.
Namun hingga kini, wortel berwarna ungu, merah, kuning, dan putih masih dapat ditemukan, namun tidak umum dijual di pasaran.
Manfaat bagi Tubuh
Wortel oranye memiliki keunggulan dari kandungan karotenoidnya. Alfa-karoten dan beta-karoten yang tinggi membuat wortel menjadi sumber provitamin A yang baik.
Selain karotenoid, wortel juga mengandung serat serta sejumlah vitamin dan mineral. Karena rasanya cenderung manis dan teksturnya renyah, wortel dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, mulai dari dimakan mentah, dijadikan jus, ditumis, direbus, hingga dicampurkan ke dalam sup.
Jadi, wortel yang selama ini dikenal berwarna oranye sebenarnya merupakan hasil perjalanan panjang persilangan tanaman. Sebelum warna tersebut mendominasi, wortel telah hadir dalam beragam warna seperti ungu dan kuning.
Dari proses seleksi selama berabad-abad itulah lahir wortel oranye yang sekarang begitu akrab di meja makan.





















