Labu siam sering kali hanya dianggap sebagai sayuran pelengkap dalam menu sehari-hari. Rasanya yang ringan dan mudah ditemukan membuat sayuran ini mungkin tidak terlihat istimewa dibandingkan jenis sayuran lainnya.
Padahal, labu siam termasuk salah satu bahan pangan yang cukup sering dikonsumsi masyarakat dan dapat diolah menjadi berbagai hidangan.
Di balik kesederhanaannya, sayuran ini memiliki sejumlah kandungan yang membuatnya menarik untuk diperhatikan sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.
Apa saja kandungan dalam labu siam dan manfaatnya bagi kesehatan? Melansir dari laman Halodoc (20 April 2026), simak penjelasan berikut.
Kandungan Nutrisi
Labu siam atau Sechium edule adalah sayuran yang bentuknya buah pir dengan warna hijau dan tekstur yang renyah saat masih mentah.
Meski berbentuk mirip buah, labu siam diolah sebagai menu sayur seperti sayur lodeh, sayur asam, tumisan, hingga lalapan.
Selaiin mudah diolah menjadi berbagai sayuran, labu siam juga termasuk sayuran yang rendah kalori. Dalam satu buah sekitar 203 gram, terdapat sekitar 39 kalori, 9 gram karbohidrat, 2 gram protein, dan 4 gram serat. Selain itu, labu siam mengandung vitamin C, vitamin K, vitamin B6, folat, mangan, tembaga, seng, kalium, dan magnesium.
Selain itu, labu siam mengandung vitamin C, vitamin K, vitamin B6, folat, mangan, tembaga, seng, kalium, dan magnesium.
Manfaat Labu Siam
1. Lancarkan Pencernaan
Salah satu keunggulan labu siam adalah kandungan seratnya. Serat dibutuhkan tubuh untuk membantu menjaga fungsi sistem pencernaan dan mendukung buang air besar yang lebih teratur.
2. Jaga Daya Tahan Tubuh
Labu siam juga mengandung vitamin C yang berperan dalam menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh. Vitamin ini juga bertindak sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
3. Memenuhi Kebutuhan Folat
Labu siam termasuk sayuran yang mengandung folat atau vitamin B9. Nutrisi ini dibutuhkan tubuh untuk berbagai proses penting, termasuk pembentukan DNA dan sel-sel tubuh. Folat juga menjadi nutrisi penting selama masa kehamilan karena berperan dalam perkembangan janin.
4. Cocok untuk Menu Diet
Dengan sekitar 39 kalori dalam 203 gram, labu siam termasuk sayuran yang rendah kalori. Kandungan air dan seratnya juga membuat labu siam dapat menjadi bagian dari menu yang membantu memberikan rasa kenyang, cocok untuk diet.
Cocok untuk MPASI
Labu siam dapat diolah menjadi salah satu menu MPASI setelah bayi berusia sekitar 6 bulan dan mulai membutuhkan makanan pendamping selain ASI.
Teksturnya yang lunak setelah dikukus atau direbus membuatnya mudah dihaluskan dan disesuaikan dengan kemampuan makan bayi. Serat dalam labu siam juga dapat membantu mendukung kesehatan pencernaan.
Tips Merebus
Lama merebus labu siam bergantung pada ukuran potongannya. Untuk potongan kecil atau irisan tipis, rebus selama sekitar 2–3 menit. Sementara itu, potongan sedang membutuhkan waktu sekitar 3–5 menit.
Hindari merebus terlalu lama karena dapat membuat tekstur labu siam menjadi terlalu lembek dan warnanya memudar.
Selain itu, vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin C dan beberapa vitamin B, dapat berkurang selama proses perebusan.
Agar hasilnya tetap baik, masukkan labu siam ketika air sudah mendidih dan segera tiriskan setelah mencapai tingkat kematangan yang diinginkan.





















