Di tengah banyaknya pilihan camilan modern, jajanan tradisional semakin jarang terlihat di sekitar kita. Padahal, sejumlah jajanan Nusantara dibuat dari bahan pangan sederhana yang mudah ditemukan dan dapat menjadi pilihan camilan sehari-hari.
Salah satunya adalah grontol. Jajanan berbahan dasar jagung ini dibuat dengan cara sederhana, tetapi memiliki cita rasa khas yang gurih dan manis.
Selain rasanya yang khas, grontol juga menarik untuk dikenali karena bahan utamanya berupa jagung yang mengandung karbohidrat dan serat.
Lantas, seperti apa asal-usul grontol dan kandungan nutrisinya dalam sebuah kudapan grontol? Merangkum dari berbagai sumber, berikut penjelasannya.
Mengenal Grontol
Grontol merupakan makanan tradisional yang terbuat dari jagung yang di beberapa daerah juga disebut gorondol, blendhung, bledhus, atau blendhuk. Grontol cukup dikenal di sejumlah wilayah di Pulau Jawa, terutama Jawa Tengah.
Dahulu, makanan berbahan jagung ini tidak hanya dinikmati sebagai camilan, tetapi juga kerap dijadikan sarapan oleh masyarakat pedesaan yang bekerja di sawah atau ladang.
Bahkan di beberapa wilayah, grontol menjadi makanan pengganti nasi. Jagung yang diolah hingga mengembang membuat makanan ini cukup mengenyangkan untuk dikonsumsi.
Cara Pembuatan
Pembuatannya membutuhkan beberapa tahapan. Jagung terlebih dahulu direndam atau direbus menggunakan air kapur sirih, tujuannya untuk memisahkan kulit dari biji jagung. Setelah itu, jagung dicuci hingga bersih dan direbus kembali sampai bijinya mengembang.
Setelah jagung matang, grontol biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut. Sedikit garam juga ditambahkan untuk memberikan rasa gurih. Pada sejumlah penjual, grontol juga masih dikemas menggunakan daun pisang atau daun jati.
Mengandung Serat dan Nutrisi
Sebagai bahan utama grontol, jagung memiliki sejumlah kandungan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Jagung juga mengandung karbohidrat yang dapat menjadi salah satu sumber energi.
Dalam 100 gram jagung, terdapat sekitar 96 kalori, 73 persen air, 3,4 gram protein, 21 gram karbohidrat, 4,5 gram gula, 2,4 gram serat, dan 1,5 gram lemak.
Manfaat Jagung
Kandungan serat dalam jagung dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian dan melancarkan sistem pencernaan.
Selain itu, jagung mengandung sejumlah vitamin dan mineral yang dapat mendukung fungsi tubuh. Beberapa jenis jagung juga mengandung karotenoid seperti lutein dan zeaxanthin yang berkaitan dengan kesehatan mata.
Grontol menunjukkan bahwa jajanan tradisional tidak selalu dibuat dengan bahan yang rumit. Jagung yang direbus hingga mengembang, kemudian diberi kelapa parut dan sedikit garam sudah dapat menghasilkan camilan yang gurih dan mengenyangkan.
Di tengah semakin banyaknya camilan modern, keberadaan grontol menjadi salah satu pengingat bahwa Indonesia memiliki beragam jajanan tradisional yang menarik untuk dikenali. Terlebih grontol ini sangat mudah dibuat sendiri dan cocok jadi camilan di rumah.






















