Banyak orang merasa penghasilan yang diterima setiap bulan selalu cepat habis. Padahal, tidak sedikit pengeluaran yang sebenarnya.
Berasal dari kebiasaan kecil dan dilakukan berulang kali, seperti membeli sesuatu karena tergoda promo, terlalu sering memesan makanan, atau menganggap pengeluaran dengan jumlah kecil tidak berpengaruh.
Jika terus dibiarkan, kebiasaan tersebut dapat membuat seseorang kesulitan mengatur anggaran, menabung, bahkan memenuhi kebutuhan penting lainnya. Kebiasaan buruk dalam mengelola uang ini dikenal sebagai bad money habit.
Bad Money Habit
Dilansir dari laman Kementrian Keuangan RI, dalam sebuah buku The Psychology of Money karya Morgan Housel menjelaskan bahwa kondisi keuangan seseorang lebih banyak dipengaruhi oleh perilakunya terhadap uang dibandingkan pengetahuan maupun tingkat pendidikan.
Artinya, memiliki pengetahuan tentang keuangan tidak otomatis membuat seseorang mampu mengelola uang dengan baik jika masih memiliki kebiasaan hidup boros.
Karena itu, mengenali dan menghentikan bad money habits menjadi salah satu langkah penting untuk membangun kondisi keuangan yang lebih sehat.
Kebiasaan Menabung Turun
Data Survei Konsumen Bank Indonesia menunjukkan adanya penurunan porsi pendapatan yang disisihkan untuk tabungan pada pertengahan 2026.
Dalam laporan Survei Konsumen Juni 2026 yang diterbitkan Bank Indonesia pada 8 Juli 2026, proporsi pendapatan konsumen yang ditabung tercatat sebesar 17,0 persen. Angka tersebut turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 17,5 persen.
Kemudian, pada periode yang sama, proporsi pendapatan yang digunakan untuk membayar cicilan atau utang tercatat sebesar 10,0 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan Mei 2026 sebesar 10,2 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa porsi pendapatan masyarakat yang dialokasikan untuk tabungan masih sangat sedikit.
Faktor Penyebab
Kebiasaan buruk dalam mengelola keuangan tidak selalu muncul karena seseorang tidak memiliki pengetahuan finansial.
Dalam banyak kasus, perilaku sehari-hari, lingkungan, hingga cara seseorang memandang uang juga dapat memengaruhi keputusan finansial. Beberapa faktor yang dapat memicu bad money habit antara lain:
1. Sering Membandingkan Diri
Melihat pencapaian atau gaya hidup orang lain dapat membuat seseorang merasa harus memiliki hal yang sama. Keinginan untuk mengikuti standar hidup orang lain akhirnya mendorong pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan.
2. Tidak Biasa Menabung
Kebiasaan menabung hanya ketika masih memiliki sisa uang membuat tabungan sulit berkembang secara konsisten. Tanpa prioritas untuk menyisihkan uang sejak awal, maka cenderung cepat habis.
3. Tidak Biasa Budgeting
Tidak adanya budgeting membuat seseorang sulit mengetahui ke mana saja penghasilannya digunakan. Kondisi ini dapat menyebabkan pengeluaran tidak terkendali.
4. Impulsive Buying
Diskon, tren, promosi, atau keinginan untuk memberikan self-reward dapat membuat seseorang membeli barang secara spontan. Jika dilakukan terlalu sering, pengeluaran kecil tersebut dapat menumpuk dan memengaruhi kondisi keuangan.
5. Hedonisme
Menikmati hasil kerja bukanlah hal yang salah. Namun, jika seseorang terus mengeluarkan uang demi terlihat sukses atau mengikuti gaya hidup tertentu tanpa mempertimbangkan kemampuan finansial, dapat menjadi masalah.
Waktunya Berhenti
Mengubah kebiasaan finansial tentu tidak bisa dilakukan dalam satu malam. Langkah pertama adalah menyadari kebiasaan apa saja yang selama ini membuat uang sulit dikelola.
Setelah itu, kebiasaan tersebut dapat diperbaiki secara bertahap melalui perencanaan, pengendalian pengeluaran, dan tujuan keuangan yang jelas.
Memiliki penghasilan besar tidak selalu berarti memiliki kondisi finansial yang sehat. Cara seseorang memperlakukan uang justru menjadi bagian penting dalam menentukan kesejahteraan finansialnya.




















