Bosen dengan liburan yang gitu-gitu aja? Mau ke mal, pantai, tempat wisata yang kalau lagi masa liburan selalu penuh orang, niatnya healing eh malah tambah pusing karena lihat lautan manusia.
Mungkin rekomendasi wisata yang satu ini bisa jadi refrensi buatmu, nama tempatnya Taman Nasional Tanjung Puting yang ada di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Ini bisa jadi eksperience baru buat kamu biasanya habisin weekend cuma jalan-jalan aja di mall. Karena disini nanti kamu akan diajak buat melewati sungai yang dengan klotok, masuk kawasan hutan hujan tropis, mengamati satwa liar, hingga melihat habitat asli orangutan.
Taman Nasional Tanjung Puting punya luas sekitar 415.040 hektare, atau hampir enam kali luas wilayah Jakarta, sekaligus jadi salah satu destinasi wisata alam unggulan Kalimantan Tengah dan konservasi orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).
Dikutip dari Visit Kotawaringin Barat berikut sejumlah daya tarik Taman Nasional Tanjung Puting yang membuat kawasan ini menarik untuk dikunjungi.
1. Bertemu Orangutan di Habitat Asli
Daya tarik utama Tanjung Puting adalah orangutan Kalimantan. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu habitat orangutan kalimantan sekaligus jadi tempat penelitian dan konservasi satwa.
Nantinya kamu akan dipandu untuk bisa mengamati orangutan dari jalur wisata. Kalau biasanya di kota kamu hanya lihat orangutan yang ada di kandang, sekarang kamu bisa melihat dan merasakan langsung bagaimana lingkungan asli orangutan.
Tapi perlu kamu ingat, ada aturan tertentu saat kamu mengunjungi kawasan ini, seperti tidak boleh mengejar, menyentuh, atau memberi makanan kepada satwa. Kamu juga harus menjaga jarak dan mengikuti arahan pemandu karena tempat ini masuk ke dalam kawasn konservasi.
2. Susur Sungai Naik Klotok
Kalau ada satu pengalaman yang membuat perjalanan ke Tanjung Puting terasa berbeda, jawabannya adalah susur sungai menggunakan klotok.
Perjalanan umumnya dimulai dari Pangkalan Bun menuju Kumai. Dari Pelabuhan Kumai, kamu nanti akan melanjutkan perjalanan dengan klotok menyusuri Sungai Sekonyer menuju kawasan taman nasional.
Klotok merupakan perahu kayu tradisional yang menjadi transportasi utama wisatawan. Tapi uniknya klotok ini tidak hanya digunakan sebagai alat transportasi saja.
Karena untuk perjalanan beberapa hari, klotok juga dapat menjadi tempat makan, bersantai, hingga bermalam.
Nantinya kamu bisa menikmati pemandangan hutan dari dek kapal sembari mendengar suara satwa liar di sepanjang sungai.
Kalau kamu ngejar best view, bisa datang saat malam hari. Karena Wisatawan pada kondisi tertentu waktu malam akan memperlihatkan kelap-kelip kunang-kunang di sekitar tepian sungai.
3. Mengunjungi Camp Leakey
Salah satu ikon wisata Tanjung Puting adalah Camp Leakey yang merupakan pusat penelitian orangutan yang sudah berdiri sejak 1971.
Di Camp Leakey nanti kamu akan belajar tentang kehidupan orangutan sekaligus melihat langsung lingkungan hutan tempat satwa tersebut hidup.
Selain Camp Leakey, ada juga sejumlah lokasi lain yang menjadi bagian dari rute wisata Tanjung Puting, seperti Tanjung Harapan dan Pondok Tanggui.
Masing-masing lokasi menawarkan karakter pengalaman yang berbeda, mulai dari jalur trekking hingga area pengamatan satwa.
4. Melihat Satwa Liar
Di Tanjung Puting tidak hanya ada orangutan Kalimantan aja. Kawasan taman nasional ini memiliki ekosistem hutan yang menjadi habitat berbagai jenis satwa. Kamu bisa aja bertemu dengan bekantan, monyet, rusa, babi hutan, beruang madu, berbagai jenis burung, hingga reptil seperti buaya.
Sungai Sekonyer juga menjadi salah satu jalur menarik untuk mengamati kehidupan liar, karena kamu bisa melihat bekantan yang ada di pepohonan sekitar sungai dan burung-burung liar yang melintas di atas perahu.
Tapi perlu diingat kalau pengalaman mengamati satwa di Tanjung Puting ini tidak pasti, tidak seperti kamu mengunjungi kebun binatang. Tapi ketidakpastian inilah yang membuat perjalanan terasa seperti petualangan.
5. Menjelajah Hutan Saat Malam
Buat wisatawan yang ingin merasakan suasana hutan lebih ekstrem, tersedia aktivitas night trekking atau jelajah hutan pada malam hari.
Saat matahari terbenam, kamu akan disuguhkan dengan karakter hutan yang mulai berubah. Suara serangga dan satwa malam menjadi lebih dominan, sementara suasana di sekitar jalur trekking terasa jauh lebih sunyi.
Namun, aktivitas ini butuh kewaspadaan yang tinggi. Kalau kamu mau coba eksperience ini, kamu perlu mengikuti arahan pemandu, tidak membuat gerakan berlebihan ketika bertemu satwa, serta menggunakan pakaian dan alas kaki yang sesuai.
6. Kekayaan Flora Hutan Kalimantan
Tanjung Puting juga menawarkan kekayaan flora yang tidak kalah menarik. Karena ekosistemnya terdiri atas hutan hujan tropis, hutan rawa air tawar, hingga hutan bakau nggak heran kalau kamu akan menemukan erbagai jenis tumbuhan khas Kalimantan di kawasan ini.
Beberapa di antaranya adalah meranti, keruing, ramin, jelutung, gaharu, hingga ulin yang dikenal sebagai salah satu jenis kayu khas Kalimantan.
kamu juga berkesempatan menemukan kantong semar, tanaman pemakan serangga yang menjadi salah satu tumbuhan menarik di kawasan hutan tropis.
Keanekaragaman tersebut membuat perjalanan di Tanjung Puting terasa seperti memasuki laboratorium alam terbuka.
7. Menginap di Atas Sungai
Pengalaman menginap di klotok menjadi salah satu hal yang sulit ditemukan di destinasi wisata lain. Alih-alih kembali ke hotel setiap malam, selama menyusuri sungai kamu bisa bermalam di atas perahu.
Nantinya kamu akan memulai pagi dengan pemandangan sungai dan hutan. Sementara malam hari diisi dengan suara alam yang jauh berbeda dari suasana perkotaan.
Untuk perjalanan yang lebih santai, kamu bisa memilih durasi beberapa hari agar memiliki waktu lebih banyak untuk menikmati sungai, trekking, dan mengunjungi lokasi pengamatan satwa.
Ke Tanjung Puting?
Periode Juni hingga September dapat menjadi salah satu pilihan waktu perjalanan ketika kondisi cuaca relatif lebih mendukung untuk aktivitas wisata alam.
Meski begitu, kawasan hutan hujan tropis tetap memiliki kemungkinan hujan. Karena itu, wisatawan sebaiknya tetap membawa jas hujan dan pelindung barang elektronik.
Bagi yang ingin berburu suasana terbaik, pagi dan sore menjadi waktu menarik untuk menikmati perjalanan karena kondisi udara cenderung lebih nyaman dan aktivitas sejumlah satwa lebih mudah diamati.
Tips Liburan Tanjung Puting
Sebelum berangkat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
- Kamu harus tahu kalalu di sanan nanti bakal susah sinyal.
- Selalu siap sedia bawa obat antinyamuk, sunblock, topi, jas hujan, pakai yang nyaman, sepatu atau sandal outdoor, dan dry bag untuk melindungi kamera dan barang elektronik mu.
- Jangan pakai parfum yang menyengat agar tidak menganggu satwa.
- Jangan berenang di Sungai Sekonyer karena kerap ada buaya disana
Untuk masuk ke kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, kamu bisa melakukan reservasi secara online melalui sistem resmi yang disediakan pengelola.
Jadi, Tanjung Puting memang menawarkan jenis liburan yang berbeda. Bukan sekadar mengejar foto untuk media sosial, tetapi kamu diajak untuk merasakan langsung bagaimana kehidupan di tengah hutan tropis.
Mulai dari menyusuri Sungai Sekonyer dengan klotok, bermalam di atas sungai, trekking di tengah hutan, hingga mengamati orangutan dari habitat alaminya, setiap perjalanan menghadirkan pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain.
Buat kamu yang mencari liburan dengan nuansa petualangan, alam, satwa liar, dan konservasi, Taman Nasional Tanjung Puting layak masuk daftar destinasi yang wajib dijajal di Kalimantan Tengah.




















