Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 14 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Mengabadikan Nama Pahlawan di Gerbang Udara: Kisah di Balik Bandara-Bandara Indonesia
Hype

Mengabadikan Nama Pahlawan di Gerbang Udara: Kisah di Balik Bandara-Bandara Indonesia

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
Last updated: Agustus 13, 2026 7:11 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
1 jam lalu
Share
Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten
Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (Foto: unsplash Fasyah Halim)
SHARE

Bandara bukan hanya menjadi tempat pesawat lepas landas dan mendarat, tetapi juga menyimpan cerita tentang tokoh-tokoh yang berjasa bagi Indonesia.

Daftar isi Konten
  • 1. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang)
  • 2. Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta)
  • 3. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (Bali)
  • 4. Bandara Juanda (Surabaya)
  • 5. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Makassar)
  • 6. Bandara Adisutjipto (Yogyakarta)
  • 7. Bandara Abdulrachman Saleh (Malang)

Beberapa bandara di Tanah Air menggunakan nama pahlawan sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dan pengabdian mereka.

Penamaan bandara tersebut membuat kisah para pahlawan tetap dekat dengan kehidupan masyarakat. Setiap kali nama bandara disebut, terselip sejarah tentang sosok yang pernah berjuang dan memberikan kontribusi bagi daerah maupun bangsa.

Baca juga:
'Benteng' Berlapis Indikasi TPPO: Imigrasi Tunda Keberangkatan 8.287 WNI Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menunda keberangkatan 8.287 warga negara…
Reaktivasi Bandara Husein: Kertajati Kena Prank, Terancam Gabut Jadi Proyek… Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno merespons perihal rencana reaktivasi Bandara…
Penyusup Tewas Terhisap Mesin Pesawat A321neo di Bandara Denver Seorang yang diduga penyusup dinyatakan tewas tertabrak oleh pesawat Airbus Frontier Airlines…
  • 'Benteng' Berlapis Indikasi TPPO: Imigrasi Tunda Keberangkatan 8.287 WNI
  • Reaktivasi Bandara Husein: Kertajati Kena Prank, Terancam Gabut Jadi Proyek Mati Suri
  • Penyusup Tewas Terhisap Mesin Pesawat A321neo di Bandara Denver

Siapa saja nama tokoh pahlawan yang diabadikan dalam nama bandara? Merangkum dari berbagai sumber, berikut daftarnya.

1. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang)

Diambil dari dua tokoh proklamator Indonesia, Soekarno dan Mohammad Hatta. Penamaan ini menjadi bentuk penghormatan atas jasa keduanya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Merupakan salah satu pintu utama penerbangan Indonesia, Soekarno-Hatta memiliki tiga terminal penumpang dan melayani penerbangan domestik maupun internasional.

2. Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta)

Abdul Halim Perdanakusuma merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Angkatan Udara Republik Indonesia.

Namanya digunakan untuk menggantikan nama Pangkalan Udara Tjililitan sebagai bentuk penghormatan setelah ia gugur dalam tugas pada 1947.

Bandara Halim Perdanakusuma memiliki fungsi ganda sebagai bandara penerbangan sipil dan pangkalan TNI Angkatan Udara. Bandara ini juga kerap digunakan untuk penerbangan kenegaraan.

Catat! 6 Maskapai Ini Ajukan Rute Baru ke Bandara Husein Sastranegara Bandung

3. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (Bali)

I Gusti Ngurah Rai merupakan pahlawan nasional asal Bali yang memimpin perjuangan melawan Belanda dan gugur dalam Puputan Margarana pada 20 November 1946.

Bandara ini menjadi salah satu pintu masuk utama wisatawan ke Bali. Karena itu, nama pahlawan asal Bali tersebut ikut dikenal oleh masyarakat dari berbagai daerah dan negara.

4. Bandara Juanda (Surabaya)

Asalnya dari tokoh Ir. H. Djuanda Kartawidjaja, tokoh nasional yang dikenal melalui Deklarasi Djuanda 1957. Deklarasi tersebut menjadi tonggak penting dalam perjuangan Indonesia sebagai negara kepulauan.

Lokasi bandara Juanda berada di Sidoarjo dan melayani kebutuhan penerbangan untuk kawasan Surabaya dan Jawa Timur.

5. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Makassar)

Sultan Hasanuddin merupakan pahlawan nasional dari Sulawesi Selatan yang gigih melawan VOC. Ia dikenal dengan julukan “Ayam Jantan dari Timur” karena keberaniannya dalam menghadapi penjajahan.

Namanya diabadikan pada bandara utama di Makassar, sehingga memiliki kaitan erat dengan identitas sejarah Sulawesi Selatan.

6. Bandara Adisutjipto (Yogyakarta)

Agustinus Adisutjipto merupakan salah satu pelopor Angkatan Udara Republik Indonesia. Ia gugur pada 29 Juli 1947 ketika pesawat Dakota yang ditumpanginya ditembak pesawat Belanda saat hendak mendarat di Yogyakarta.

Untuk mengenang jasanya, nama Adisutjipto digunakan sebagai nama pangkalan udara yang sebelumnya dikenal sebagai Maguwo.

7. Bandara Abdulrachman Saleh (Malang)

Abdulrachman Saleh merupakan dokter sekaligus tokoh penting dalam sejarah awal Angkatan Udara Indonesia. Ia gugur bersama Agustinus Adisutjipto dalam peristiwa jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA pada 29 Juli 1947.

Namanya kemudian diabadikan pada Bandara Abdulrachman Saleh di Malang. Selain melayani penerbangan sipil, kawasan bandara tersebut juga menjadi pangkalan TNI Angkatan Udara.

Penghormatan Abadi

Penggunaan nama pahlawan pada sejumlah bandara menunjukkan bahwa sejarah tidak hanya tersimpan di museum atau buku pelajaran.

Nama-nama tersebut terus hadir dalam aktivitas masyarakat sekaligus menjadi pengingat atas perjuangan tokoh yang berjasa bagi bangsa dan daerahnya.

Dengan begitu, perjalanan dari satu daerah ke daerah lain juga dapat menjadi kesempatan untuk mengenal kembali sosok-sosok yang namanya telah diabadikan sebagai bagian dari sejarah Indonesia.

Tag:Abdulrachman SalehAdisutjiptoBandaraHalim PerdanakusumaI Gusti Ngurah RaiJuandaPahlawan NasionalSoekarno - HattaSultan Hasanuddin
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Dari Challenge Jadi Perkara, Kasus Hafalan Surah Alquran Berhadiah Miras Dilimpahkan ke Polda Metro
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi minuman keras atau miras.
1
9 Demo di Jakarta Batal Bersamaan, Pengamat Curiga Ada “Dirijen” yang Atur Gerakan Massa
By Rahmat Tunny
Momen demo
2
Misteri Sutrimo dari Kebayoran ke Banyumas: Barang Raib, Jasad Tanpa Luka
By Rahmat Baihaqi
Petugas membawa peralatan untuk proses ekshumasi jenazah Sutrimo mantan kepala rumah tangga eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah, di Desa Wlahar, Wangon, Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026).
3
Polisi Amankan Dua Pelaku terkait Challenge Hafalan Ad-Dhuha Hadiah Miras
By Rahmat Baihaqi
Plh Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Oki Waskito
4
Sambung ‘Nadi’ 1.314 Desa, Kapolri Beberkan Capaian 895 Jembatan Merah Putih Presisi
By Rahmat Baihaqi
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan hasil pembangunan 895 Jembatan Merah Putih Presisi, Lebak, Banten, 13 Agustus 2026.
5

BERITA LAINNYA

Kuba Mas di Depok
Hype

Bukan Sekadar Nama Kota, Ini Asal-Usul Depok dan Jejak Kolonialnya

Jauh sebelum berkembang menjadi kota penyangga Jakarta, Depok telah melewati perjalanan sejarah…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
11 jam lalu
Hype

Napak Tilas Kemerdekaan, Ini Lima Museum Bersejarah di Jakarta yang Bisa Dikunjungi

Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia tidak harus selalu dilakukan dengan mengikuti berbagai…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
Buah naga
Hype

Tak Hanya Manis dan Segar, Ini Khasiat Buah Naga bagi Kesehatan

Buah naga menjadi salah satu buah yang cukup mudah ditemukan dan banyak…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
14 jam lalu
Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, KH Abdul Muiz Ali
Hype

MUI: Haram Hukumnya Uang Pendaftaran Lomba Dipakai untuk Hadiah Pemenang

Siapa yang semangat untuk menyambut perayaan 17 Agustusan? Tapi buat panitia tujuh…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
20 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up