Dugaan militerisasi dalam pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) mencuat di media sosial setelah diunggah akun Instagram @unhas.distopia pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Dalam unggahannya, akun tersebut menyoroti dugaan masuknya aparat TNI dalam kegiatan PKKMB FIB Unhas 2026 yang disebut terjadi tanpa sepengetahuan panitia dan mengubah rangkaian acara.
@unhas.distopia menyebut Pangdam XIV/Hasanuddin beserta sejumlah aparat militer hadir di JK Auditorium GOR Unhas atas ajakan Rektor Unhas.
Kehadiran tersebut disebut membuat acara yang seharusnya selesai pukul 16.00 WITA molor hingga sekitar pukul 17.00 WITA.
Padahal, mahasiswa baru disebut sudah berada di lokasi sejak pukul 06.00 WITA. Dalam unggahan itu juga disebutkan penampilan band mahasiswa yang baru membawakan satu lagu diminta turun dari panggung sebelum agenda dilanjutkan dengan kehadiran Pangdam dan aparat TNI.
Perubahan rangkaian acara tersebut kemudian diklaim membuat sejumlah mahasiswa baru kelelahan. Bahkan, akun tersebut menyebut ada mahasiswa yang menangis hingga pingsan setelah mengikuti kegiatan sejak pagi.
Akun @unhas.distopia juga mengeklaim mahasiswa baru yang mencoba meninggalkan lokasi saat kelelahan mendapat intimidasi dari aparat.
Selain persoalan durasi kegiatan, akun tersebut menyoroti sikap aparat selama acara berlangsung.
Dalam salah satu cuplikan video yang diunggah, seorang aparat terlihat mengarahkan tangannya kepada mahasiswa sembari mengatakan, “Coba konsentrasi ke sini… Lihat saya sini!”
@unhas.distopia menilai tindakan tersebut menunjukkan sikap militeristik yang dinilai tidak sesuai dengan ruang akademik, terlebih kegiatan berlangsung dalam rangka pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru FIB.
Membantah Adanya Intervensi
Namun, Kepala Penerangan Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Arm Andi Akbar membantah adanya intervensi, militerisme, atau tekanan terhadap mahasiswa baru dalam PKKMB FIB Unhas, dan menyebut informasi yang ada sebagai hoaks.
Ia menjelaskan Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko hadir atas undangan resmi Unhas untuk memberikan kuliah umum terkait wawasan kebangsaan dan bela negara. Ia juga menegaskan TNI menghormati lingkungan akademik.
Terkait mahasiswa yang disebut pingsan, pihak Unhas menyebut sejak awal memang sudah ada peserta yang mengalami kondisi kurang sehat setelah mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi. Kondisi inilah yang kemudian dikaitkan dengan kondisi fisik peserta dan bukan akibat kekerasan maupun tekanan dari aparat.






















