Jamu uyup-uyup dikenal sebagai salah satu ramuan tradisional yang kerap dikonsumsi ibu setelah melahirkan.
Jamu ini terutama dikenal karena dipercaya dapat membantu memperlancar dan meningkatkan produksi Air Susu Ibu (ASI).
Namun, ada pula anggapan bahwa jamu uyup-uyup bisa dikonsumsi sejak masa kehamilan sebagai persiapan agar ASI nantinya lebih lancar. Lantas, benarkah demikian?
Berdasarkan kajian pustaka yang diterbitkan dalam Jurnal Jamu Kusuma pada 2022, uyup-uyup memang banyak digunakan oleh ibu menyusui dan manfaat utamanya dikaitkan dengan kelancaran ASI.
Disebut Uyup-Uyup
Nama uyup-uyup ternyata tidak semata-mata merujuk pada bahan atau khasiat jamunya. stilah tersebut berasal dari kata dasar bahasa Jawa “uyup”, yang dimaknai sebagai minum secara langsung dari wadah. Kata uyup kemudian mengalami pengulangan atau reduplikasi menjadi uyup-uyup.
Jamu ini juga dikenal dengan sebutan gepyokan dan merupakan bagian dari tradisi jamu gendong di masyarakat Jawa. Penggunaannya banyak dikaitkan dengan ibu setelah melahirkan atau sedang menyusu.
Kandungan Jamu Uyup-Uyup
Komposisinya ternyata tidak selalu sama karena setiap daerah dapat memiliki formula yang berbeda. Namun sebagian besar berasal dari tanaman, terutama keluarga Zingiberaceae atau kelompok tanaman temu-temuan.
Beberapa bahan yang ditemukan dalam ramuan uyup-uyup antara lain kencur, jahe, kunyit, temulawak, lengkuas, lempuyang, daun katuk, daun pepaya, jinten, adas, serta bahan lain seperti madu atau gula aren.
Perbedaan bahan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada satu formula uyup-uyup yang berlaku secara umum. Ramuan yang digunakan di satu daerah dapat berbeda dengan ramuan di daerah lainnya karena dipengaruhi pengetahuan dan kebiasaan lokal.
Melancarkan ASI
Sejumlah penelitian yang ditinjau melaporkan penggunaan ramuan uyup-uyup untuk membantu memperlancar pengeluaran atau meningkatkan produksi ASI pada ibu setelah melahirkan.
Ramuan tersebut terdiri dari temu ireng, temulawak, kunyit, kencur, madu, jeruk nipis, dan asam jawa. Kemudian juga terdapat kandungan curcuminoid dan terpenoid dalam ekstrak maupun serbuk instan ramuan.
Beberapa bahan yang digunakan dalam ramuan uyup-uyup juga dikaitkan dengan aktivitas laktasi. Daun katuk, misalnya, disebut mengandung laktagogum dan dikaitkan dengan aktivitas sebagai pelancar ASI.
Kencur dalam ramuan uyup-uyup juga disebut dapat memberikan rasa hangat dan membantu membuat tubuh lebih tenang. Kondisi psikologis ibu yang lebih tenang dikaitkan dengan stimulasi hormon oksitosin yang berperan dalam proses menyusui.
Cara Membuat untuk di Rumah
Pertama, siapkan bahannya terlebih dahulu, yaitu sebagai berikut:
- 1 ruas jahe
- 1 ruas temulawak
- 1 ruas kencur
- 1 ruas lengkuas
- 1 ruas bangle
- 1 ruas lempuyang
- 1 ruas temugiring
- 50 gram daun katuk
- 20 gram gula merah, opsional
- 700 ml air
Kemudian, berikut cara membuatnya yaitu cuci bersih seluruh bahan, terutama rimpang dan daun katuk. Kemudian, tumbuk atau blender kasar bahan rimpang. Setelah itu rebus rimpang dengan 700 ml air hingga mendidih.
Setelah mendidih, masukkan daun katuk dan gula merah, kemudian aduk hingga gula larut. Lalu matikan api dan diamkan sebentar. Saring sebelum diminum. Sajikan dalam gelas, jangan terlalu banyak diminum. Dengan begitu, jamu uyup-uyup hangat sudah bisa dinikmati.
Sesuaikan dengan Kondisi
Jamu uyup-uyup telah lama digunakan dalam tradisi masyarakat Jawa, terutama oleh ibu setelah melahirkan atau selama masa menyusui. Namun sebaiknya tidak dianggap sebagai satu-satunya cara untuk meningkatkan produksi ASI.
Kelancaran menyusui juga dipengaruhi oleh frekuensi menyusui atau memerah ASI, kecukupan asupan nutrisi dan cairan, kondisi ibu, serta faktor kesehatan lainnya.
Bagi ibu yang baru melahirkan, terutama setelah operasi caesar, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum rutin mengonsumsi jamu. Dengan begitu, konsumsi ramuan tradisional dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh






