Ketiak berkeringat dan mengeluarkan bau tidak sedap bisa membuat seseorang merasa kurang nyaman, terutama saat harus beraktivitas seharian.

Tak heran, deodorant menjadi salah satu produk yang sering digunakan untuk menjaga tubuh tetap segar.

Namun, saat memilih produk di pasaran, ada pula istilah antiperspirant yang kerap muncul pada kemasan. Karena sama-sama digunakan di area ketiak, deodorant dan antiperspirant sering dianggap memiliki fungsi yang sama.

Padahal, keduanya bekerja dengan cara berbeda. Deodorant berfokus pada membantu mengatasi bau badan, sedangkan antiperspirant bekerja dengan mengurangi keluarnya keringat.

Bantu Kurangi Keringat

Melansir dari laman Cleveland Clinic (13 Agustus 2024), antiperspirant merupakan produk yang dirancang untuk mengurangi jumlah keringat yang keluar, terutama pada area ketiak.

Salah satu bahan aktif yang umum terdapat dalam antiperspirant adalah garam aluminium. Bahan tersebut bekerja dengan membatasi akses menuju bagian atas kelenjar keringat sehingga keringat lebih sulit keluar ke permukaan kulit.

Berkurangnya keringat juga dapat membantu mengurangi bau badan. Pasalnya, bau tidak sedap berkaitan dengan aktivitas bakteri pada keringat. Ketika jumlah keringat berkurang, kondisi yang mendukung munculnya bau juga ikut berkurang.

Mengatasi Bau Badan

Berbeda dengan antiperspirant, deodorant tidak dirancang untuk menghentikan atau mengurangi keluarnya keringat. Produk ini lebih berfokus pada mengatasi bau yang muncul akibat keringat.

Deodorant dapat mengandung bahan seperti baking soda dan alkohol yang membantu mengurangi bakteri penyebab bau.

Selain itu, pewangi, parfum, atau minyak esensial dapat digunakan untuk membantu menutupi aroma tidak sedap.

Jadi, menggunakan deodorant bukan berarti ketiak tidak akan berkeringat. Tubuh tetap dapat menghasilkan keringat seperti biasa, tetapi bau yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

Pilih yang Mana?

Antiperspirant bekerja untuk mengurangi keringat sekaligus membantu mengurangi bau badan, sedangkan deodorant terutama digunakan untuk mengatasi atau menutupi bau badan tanpa menghambat keluarnya keringat.

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Tak Sekadar Memanjakan Tubuh, Ini Manfaat Body Spa bagi Kesehatan

Dengan kata lain, jika masalah utama yang ingin diatasi adalah keringat berlebih, antiperspirant bisa menjadi pilihan. Sementara itu, jika lebih khawatir terhadap bau badan, deodorant dapat digunakan.

Bisa Menyebabkan Iritasi

Iritasi dapat dipicu oleh kandungan tertentu, termasuk pewangi atau pewarna. Risiko iritasi juga dapat meningkat ketika produk digunakan segera setelah mencukur bulu ketiak karena kulit mungkin sedang mengalami iritasi.

Untuk mengurangi risikonya, produk sebaiknya digunakan pada kulit yang bersih dan kering. Bagi pemilik kulit sensitif, memperhatikan daftar bahan pada kemasan juga dapat membantu memilih produk yang lebih sesuai.

Tips Pemakaian

Antiperspirant pada banyak produk lebih baik digunakan pada malam hari, ketika produksi keringat berada pada tingkat yang lebih rendah.

Dengan begitu, produk dapat bertahan selama beberapa jam sebelum dibersihkan pada pagi hari.

Deodorant kemudian dapat digunakan pada pagi hari untuk membantu mengontrol bau.

Gunakan Sesuai Kebutuhan

Deodorant dan antiperspirant tidak harus dipilih berdasarkan mana yang dianggap lebih baik. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda sehingga penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Beberapa produk juga menggabungkan fungsi deodorant dan antiperspirant sehingga dapat membantu mengontrol keringat sekaligus bau badan.

Dengan memahami perbedaannya, pemilihan produk tidak lagi sekadar berdasarkan merek atau aroma yang disukai. Perhatikan fungsi dan kandungannya, lalu sesuaikan dengan kebutuhan tubuh.