MSG atau yang lebih dikenal dengan sebutan micin memang terkenal sebagai penyedap rasa yang bikin masakan lebih gurih.

Tapi siapa sangka, bahan yang hampir selalu ada di dapur ini ternyata bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman.

Buat kamu yang punya tanaman hias, cabai, atau tomat di rumah, bisa coba tips berikut ini untuk menyuburkan tanaman.

Hal ini terjadi karena micin punya kandungan senyawa natrium, yang dalam kondisi tertentu natrium ini bisa jadi alternatif kalium yang dibutuhkan oleh tanaman.

Melansir dari Corteva Agriscience, sebelum diberikan ke tanaman, micin perlu dicampur dengan air terlebih dahulu.

Lantas, sebenarnya apa manfaat micin untuk tanaman dan bagaimana cara menggunakannya?

Menyuburkan Tanaman

Tanaman membutuhkan berbagai macam unsur hara seperti nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, dan sulfur, serta unsur mikro seperti kalsium, boron, zat besi, seng, dan lainnya agar dapat tumbuh dengan baik.

Salah satu unsur yang penting bagi pertumbuhan tanaman adalah kalium. Karena kalium berperan sebagai proses fisiologis tanaman, termasuk membantu mengatur stomata, fotosintesis, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kondisi tertentu.

Nah, micin mengandung natrium yang pada kondisi tertentu dapat membantu menggantikan sebagian fungsi kalium pada tanaman.

Inilah yang menjadi salah satu alasan MSG kerap dimanfaatkan sebagai tambahan nutrisi tanaman. Namun, bukan berarti micin bisa menggantikan seluruh kebutuhan pupuk tanaman.

Cocok Untuk Tanaman Kecil

Lantas, tanaman apa saja yang bisa diberi micin?

Penggunaan MSG lebih masuk akal diterapkan pada tanaman berukuran kecil yang ditanam di pot, polybag, atau lahan rumah.

Beberapa jenis tanaman yang dapat dicoba antara lain cabai, tomat, sayuran, bunga, dan tanaman hias.

Sejumlah penelitian juga telah menguji penggunaan MSG pada beberapa tanaman dan menunjukkan adanya pengaruh terhadap pertumbuhan pada dosis tertentu.

Artinya, respons tanaman terhadap MSG tidak selalu sama. Tergantung dengan jenis tanaman, kondisi media tanam, kebutuhan nutrisi, serta jumlah MSG yang diberikan.

Jadi, jangan menganggap semakin banyak micin yang diberikan maka tanaman akan semakin cepat subur.

Bagaimana Cara Pakainya?

Nah, bagian ini yang jangan sampai dilewatkan. Micin memiliki sifat mudah larut dalam air sehingga penggunaannya dapat dilakukan dengan membuat larutan terlebih dahulu.

Mengacu pada cara yang dijelaskan Corteva Agriscience, 1–2 gram micin dapat dilarutkan dalam 300 cc air. Setelah larutan tercampur, cairan tersebut dapat diberikan ke area sekitar perakaran tanaman. Jumlah larutan yang diberikan tentu perlu disesuaikan dengan ukuran dan usia tanaman.

Cara lainnya adalah menggunakan larutan tersebut sebagai semprotan pada daun dengan konsentrasi yang sesuai. Namun, penggunaan pada tanaman sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan tidak berlebihan. Pasalnya, kebutuhan nutrisi setiap tanaman berbeda.

Meski terdengar praktis dan murah, bukan berarti micin bisa digunakan sesuka hati. Sebab tanaman tetap membutuhkan berbagai unsur hara lain yang tidak bisa dipenuhi hanya dengan MSG.

Nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, kalsium, dan berbagai unsur mikro tetap diperlukan agar tanaman dapat tumbuh secara optimal. Karena itu, penggunaan micin sebaiknya diposisikan sebagai tambahan, bukan pengganti pupuk utama.

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Mitos dan Fakta tentang MSG, Benarkah Berbahaya bagi Kesehatan?

Sebaiknya tetap gunakan pupuk kompos, pupuk kandang, maupun pupuk yang memang diformulasikan untuk tanaman.

Selain itu, penggunaan MSG dalam jumlah berlebihan juga bukan ide yang bagus. MSG punya kandungan natrium yang tinggi, sehingga dapat mengganggu kondisi media tanam dan berpotensi memberikan dampak buruk bagi tanaman.

Jadi, jangan karena melihat tanaman tetangga subur setelah diberi micin, lalu kamu langsung menuangkan satu bungkus ke pot tanaman.

Bisa Jadi Alternatif Murah?

Salah satu alasan micin menarik perhatian para pemilik tanaman rumahan adalah karena bahan ini mudah ditemukan, bahkan mungkin selalu ada di dapur.

Tetapi, murah dan mudah ditemukan bukan berarti micin otomatis menjadi pupuk lengkap. Tanaman yang terlihat memiliki daun hijau dan subur juga belum tentu seluruh kebutuhan nutrisinya sudah terpenuhi.

Bahkan, tanaman bisa saja terlihat tumbuh subur pada bagian daun, tetapi mengalami masalah ketika memasuki fase berbunga atau berbuah jika kebutuhan nutrisinya tidak seimbang.

Karena itu, perawatan tanaman tetap perlu dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari memastikan media tanam sesuai, mendapatkan cukup cahaya matahari, menyiram dengan tepat, hingga memberikan pupuk sesuai kebutuhan.

Jadi, micin memang bisa dimanfaatkan sebagai tambahan nutrisi tanaman, tetapi bukan “sulap” yang bisa membuat semua tanaman langsung subur.

Kalau kamu punya tanaman kecil di rumah dan ingin mencoba, gunakan dalam jumlah wajar serta perhatikan respons tanaman setelah pemberian.

Daripada asal banyak, lebih baik sedikit tetapi terukur. Tanaman juga sama seperti manusia, bukan cuma butuh banyak, tetapi butuh nutrisi yang seimbang.