Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 mendadak viral, setelah video salah satu penampilan pesertanya ramai dibahas di media sosial.
Salah satu akun Instagram @pekalonganinfo yang mengunggah mengenai penampilan yang dianggap kontroversi, bahkan unggahan terkait karnaval tersebut telah meraih 19,7 ribu likes, 1,6 ribu komentar, dan 3,7 ribu share dalam waktu kurang dari 24 jam.
SKNC Pekalongan yang digelar pada Kamis, 10 September 2026 dan merupakan merupakan bagian dari rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini juga bagian dari tradisi khitan massal ke-61.
Konsep Bernuansa Horor
Dalam video yang beredar, salah satu tim disebut menampilkan konsep bernuansa horor. Mereka terlihat mengenakan kostum menyerupai iblis, obor, peti mati, simbol mata satu hingga lambang yang disebut warganet menyerupai pentagram.
Tak berhenti di situ, dalam rekaman yang beredar juga memperlihatkan peserta yang melakukan penyembelihan seekor kambing hidup langsung di lokasi.
Adegan inilah yang kemudian memicu kecaman dari warganet, pasalnya banyak warganet menilai adegan ini tidak sesuai dengan peringatan keagamaan dan berpotensi mengganggu penonton.
Tak hanya itu publik dibuat geram karena ketua Panitia SKNC 2026 Mahsun mengaku tidak mengetahui detail konsep yang dibawakan setiap tim.
Kita tidak ada yang tahu, Mbak. Karena juga mereka hanya ngirimnya tema. Tema yang mereka angkat itu apa, seperti apa, hanya tema,”
kata Mahsun, dikutip dari Instagram @pekalonganinfo pada 14 September 2026.
Menurut Mahsun, peserta sengaja merahasiakan detail penampilan hingga hari-H agar menjadi kejutan.
Panitia disebut hanya mengatur sejumlah hal teknis, seperti volume sound system, jumlah peserta dan pakaian peserta perempuan. Namun, isi pertunjukan serta penggunaan hewan hidup belum diatur secara spesifik.
Tak hanya itu, kontroversi mengenai SKNC 2026 semakin ramai setelah muncul rumor seorang peserta bernama Ahmad Faiz (40) disebut meninggal sehari setelah mengikuti karnaval.
Kabar tersebut kemudian dikaitkan oleh sebagian warganet dengan penampilan bernuansa satanik yang viral di media sosial.
Namun, pihak keluarga Ahmad menyebut Ahmad mengalami kelelahan setelah selama dua hari hampir tidak tidur.
Kasi Humas Polres Pekalongan Kota Iptu Purno Utomo juga menyampaikan bahwa Ahmad meninggal di rumah setelah sempat tidur.
Polisi menyebut informasi awal tidak menunjukkan adanya hubungan antara kematian Ahmad dan pelaksanaan karnaval.
Beragam Tanggapan
Video penampilan SKNC 2026 yang beredar di media sosial memicu beragam tanggapan. Sebagian warganet menyoroti penggunaan simbol dan kostum, sedangkan lainnya mengecam adegan penyembelihan kambing yang dilakukan di hadapan penonton.
Salah satu komentar datang dari akun @wildha.asmara. Ia mengaku terganggu setelah melihat adegan tersebut.
Dari kemarin buka sosmed bikin mual adegan potong kepala kambing,”
tulisnya.
Akun @anggilaras.s juga mempertanyakan pengawasan panitia terhadap konsep yang dibawakan peserta. Ia menilai panitia seharusnya mengetahui isi pertunjukan secara lebih rinci sebelum acara digelar.
Panitia kok gak tau… kocak, sekelas Walikota dan gubernur aja harus tau isi dan konsepnya seperti apa,”
komentarnya.
Selain itu, sejumlah warganet lain turut menyampaikan kritik terhadap konsep dan pelaksanaan karnaval tersebut.
Mereka menilai penggunaan simbol bernuansa satanik tidak semestinya ditampilkan dalam acara yang menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ini acara Maulid Nabi, bukan festival horor. Harusnya panitia lebih selektif dan paham batasan konsep yang boleh ditampilkan,”
tulis salah satu warganet.
Komentar lain menyoroti adegan penyembelihan kambing yang dinilai tidak layak dipertontonkan kepada masyarakat, terutama anak-anak.
Kalau mau menyembelih untuk acara keagamaan, ada tempat dan caranya. Jangan dilakukan di tengah karnaval seperti tontonan,”
ujar warganet lainnya.
Ada pula yang meminta pemerintah daerah dan panitia memberikan penjelasan terbuka mengenai proses perizinan serta pengawasan acara.
Jangan hanya bilang tidak tahu. Semua peserta harus diseleksi, apalagi acaranya melibatkan pejabat dan membawa nama tradisi keagamaan,”
tulis akun lainnya.






