Pernah tidak sengaja menelan biji apel saat sedang makan? Jika pernah, mungkin kamu sempat khawatir setelah mengetahui bahwa biji apel mengandung senyawa yang dapat menghasilkan sianida.

Sianida memang dikenal sebagai zat beracun yang dapat membahayakan tubuh dalam jumlah tertentu. Namun, bukan berarti menelan satu atau beberapa biji apel langsung menyebabkan keracunan.

Biji apel mengandung amygdalin, yaitu senyawa yang dapat melepaskan hidrogen sianida ketika dipecah dalam sistem pencernaan.

Lantas, seberapa berbahaya biji apel jika tertelan? Dilansir dari laman Hello Sehat (14 Desember 2021), simak penjelasan berikut.

Bisa Menghasilkan Sianida

Kandungan yang perlu diperhatikan dalam biji apel sebenarnya bukan sianida dalam bentuk langsung, melainkan amygdalin.

Senyawa ini termasuk glikosida dan juga ditemukan secara alami pada beberapa jenis biji buah lain, seperti aprikot, persik, plum, dan ceri.

Ketika amygdalin mengalami proses pemecahan, senyawa tersebut dapat menghasilkan hidrogen sianida. Inilah yang kemudian membuat biji apel sering dikaitkan dengan risiko keracunan sianida.

Meski begitu, jumlah amygdalin dalam biji apel relatif kecil. Selain itu, biji apel memiliki lapisan pelindung sehingga senyawa di dalamnya tidak langsung dilepaskan ketika biji masuk ke saluran pencernaan.

Apakah Berbahaya?

Jika tidak sengaja menelan satu atau beberapa biji apel dalam keadaan utuh, kamu tidak perlu langsung panik. Biji yang tertelan tanpa dikunyah memiliki kemungkinan lebih kecil untuk melepaskan amygdalin karena lapisan pelindungnya masih relatif utuh.

Risikonya menjadi berbeda jika biji apel dikunyah atau dihancurkan. Proses tersebut dapat memecah lapisan biji sehingga amygdalin lebih mudah bereaksi selama proses pencernaan dan menghasilkan hidrogen sianida.

Jadi, tertelan satu biji apel secara tidak sengaja tidak sama dengan mengonsumsi biji apel dalam jumlah banyak dan sengaja mengunyahnya.

Jumlah Batas Biji

Jumlah biji apel yang dapat menyebabkan keracunan tidak bisa ditentukan secara pasti untuk semua orang. Perkiraan sekitar 200 biji apel yang dikunyah hingga lumat untuk mencapai dosis sianida yang berpotensi fatal pada orang dewasa dengan berat badan sekitar 70 kilogram.

Namun, angka tersebut sebaiknya tidak dijadikan patokan untuk menentukan jumlah biji yang “aman” dikonsumsi. Pada dasarnya, biji apel memang tidak dianjurkan untuk sengaja dimakan, terutama dalam jumlah banyak.

Kenali Gejala Keracunan

Beberapa gejalanya antara lain tubuh terasa lemah, kebingungan, sakit kepala, mual, sakit perut, hingga sesak napas.

Pada kondisi yang lebih berat, keracunan sianida dapat menyebabkan kejang, denyut jantung meningkat, gemetar, kehilangan kesadaran, hingga gangguan jantung yang serius.

Jika seseorang mengonsumsi biji apel dalam jumlah banyak dan mengalami gejala yang mengarah pada keracunan, segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu gejala semakin parah.

Jangan Panik

Menelan satu biji apel secara tidak sengaja umumnya bukan alasan untuk langsung panik. Kekhawatiran lebih perlu diperhatikan jika seseorang mengonsumsi biji apel dalam jumlah banyak, terutama setelah dikunyah atau dihancurkan.

Meski begitu, cara paling sederhana untuk menghindari risikonya adalah membuang biji apel sebelum memakannya. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati buah apel tanpa perlu ikut mengonsumsi bagian bijinya.