Thailand menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai negara. Sepanjang 2025, negara ini menerima sekitar 32,97 juta wisatawan internasional, berdasarkan data Ministry of Tourism and Sports Thailand yang dikutip Government Public Relations Department Thailand.

Selain menawarkan wisata budaya, alam, dan perkotaan, Thailand juga dikenal melalui beragam kulinernya. Bangkok, Phuket, dan Pattaya menjadi beberapa destinasi yang populer di kalangan wisatawan, dengan Bangkok bahkan tercatat sebagai kota teratas di Asia berdasarkan data Agoda pada 2025.

Salah satu kuliner khas Thailand yang banyak dikenal wisatawan adalah mango sticky rice. Apakah kamu sudah mencobanya? Jika belum, bisa ikuti cara berikut untuk membuatnya dari rumah.

Mango Sticky Rice

Melansir dari laman Hot Thai Kitchen (29 Mei 2025), mango sticky rice merupakan salah satu hidangan penutup khas Thailand yang cukup populer. Dalam bahasa Thailand, makanan ini dikenal dengan nama khao niao mamuang.

Sesuai namanya, dessert ini memadukan ketan pulen dengan potongan mangga matang dan saus santan yang manis sekaligus gurih.

Perpaduan tekstur dan rasa menjadi daya tarik utama makanan ini. Ketan yang lembut dan sedikit kenyal berpadu dengan mangga yang manis serta saus santan yang creamy.

Bahan-Bahan

Siapkan bahan-bahan berikut untuk membuat mango sticky rice:

  • 200 gram beras ketan Thailand atau Thai sweet sticky rice
  • 400 ml santan kental
  • 100 gram gula pasir
  • 2 sendok teh tepung maizena
  • 2 buah mangga matang
  • Garam secukupnya
  • Wijen sangrai secukupnya untuk pelengkap

Beras ketan Thailand menjadi salah satu bahan penting dalam hidangan ini. Jenis beras yang juga dikenal sebagai sweet rice atau glutinous rice tersebut menghasilkan tekstur yang lengket, kenyal, dan lembut setelah dimasak. Tekstur inilah yang menjadi salah satu ciri khas mango sticky rice.

Membuat Ketan Santan

Sebelum dimasak, cuci beras ketan kemudian rendam dalam air selama minimal satu jam. Jika memiliki waktu lebih banyak, beras juga dapat direndam hingga semalaman. Setelah itu, tiriskan beras dan kukus selama sekitar 20 menit hingga matang dan teksturnya menjadi lembut.

Sambil menunggu ketan matang, siapkan campuran santan. Panaskan setengah bagian santan dalam panci dengan api sedang. Tambahkan gula dan sejumput garam, kemudian aduk hingga gula larut.

Setelah ketan matang, pindahkan ke dalam wadah tahan panas. Tuangkan campuran santan ke atas ketan, lalu aduk hingga merata. Pada awalnya, santan mungkin terlihat terlalu banyak, tetapi tidak perlu khawatir karena ketan akan menyerap cairan tersebut.

Tutup wadah dan diamkan selama kurang lebih 20 menit. Selama proses tersebut, santan akan terserap ke dalam ketan sehingga teksturnya menjadi lebih lembut, lembap, dan gurih.

Membuat Saus Santan

Mango sticky rice juga menggunakan saus santan yang dibuat secara terpisah. Untuk membuatnya, campurkan sedikit santan dengan tepung maizena hingga larut dan tidak menggumpal. Panaskan sisa santan dalam panci hingga mulai mendidih perlahan, kemudian masukkan larutan maizena sambil terus diaduk.

Masak selama sekitar 2–3 menit hingga santan mengental dan terlihat mengilap. Setelah itu, tambahkan gula dan sedikit garam. Aduk kembali hingga semua bahan larut dan tercampur rata.

Saus santan ini sengaja dibuat dengan rasa yang lebih gurih dan tidak terlalu manis. Sementara itu, santan yang dicampurkan ke dalam ketan memiliki rasa lebih manis karena digunakan untuk memberikan cita rasa pada seluruh bagian ketan.

Cara Menyajikan

Setelah ketan dan saus santan siap, saatnya menyajikan mango sticky rice. Ambil beberapa sendok ketan dan tata di atas piring. Letakkan irisan mangga matang di samping ketan, kemudian siram dengan saus santan.

Sebagai pelengkap, taburkan sedikit wijen sangrai di atasnya. Wijen memberikan aroma serta tekstur renyah yang berbeda di antara ketan dan mangga yang lembut.

Mango sticky rice paling nikmat disantap ketika mangga yang digunakan sudah matang, manis, dan memiliki aroma yang kuat. Perpaduan mangga segar, ketan yang pulen, serta santan yang gurih membuat dessert khas Thailand ini cocok dinikmati setelah makan.