Beredar video yang menampilkan sejumlah perempuan yang diduga istri pejabat tengah menikmati hidangan sambil dikipasi menggunakan kipas tradisional viral di media sosial.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @clevault.id. Dalam potongan video, beberapa perempuan terlihat duduk berjejer menikmati hidangan, sementara sejumlah remaja berdiri di belakang mereka sambil menggerakkan kipas tangan tradisional.
Pemandangan itu sontak mengundang perhatian warganet. Pasalnya, lazimnya saat ini orang lebih memilih menggunakan kipas angin listrik maupun portable daripada penggunaan kipas tradisional.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, video tersebut telah ditonton 797 ribu kali. Unggahan itu juga memperoleh lebih dari 30,3 ribu likes, 7,2 ribu komentar, dan 1,9 ribu share.
Bakipas Pangeran
Namun, adegan dalam video tersebut ternyata berkaitan dengan tradisi Makan Batalam Bakipas Pangeran, tradisi masyarakat Banjar di Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
Dilansir dari akun resmi publikasi kegiatan kepala daerah yang Kabupaten Tabalong @prokopim_tabalong, tradisi tersebut biasanya digelar masyarakat saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Makan Batalam merupakan tradisi makan bersama dalam satu talam (nampan), sementara Bakipas Pangeran adalah tradisi mengipasi tamu sebagai bentuk penghormatan dan pelayanan.
Tradisi ini juga mengandung nilai persatuan, silaturahmi, adab, dan gotong royong. Makan Batalam Bakipas Pangeran telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia pada 4 September 2026.
Camat Banua Lawas Arianto juga menjelaskan, istilah “Bakipas Pangeran” tidak bisa langsung dimaknai sebagai praktik feodalisme.
Menurut Arianto, istilah tersebut berkaitan dengan tata krama dalam menghormati dan melayani tamu. Dalam sejarahnya, kipas menjadi bagian dari tata cara pelayanan kepada orang yang dihormati.
Ketika dilaksanakan dalam rangkaian Maulid Nabi, pihak yang dihormati juga tidak lagi terbatas pada kalangan bangsawan.
Penghormatan dapat diberikan kepada ulama, guru agama, tokoh masyarakat, tamu, hingga warga yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Meski berkaitan dengan tradisi budaya, video tersebut tetap memicu berbagai respons dari warganet. Salah satu komentar yang mencuri perhatian datang dari akun @kinh_syls.
Sate kah?”
tulisnya.
Ada juga warganet yang menyindir mengenai penggunaan kipas tradisional di tengah perkembangan teknologi, bahkan menyarankan untuk menyewa freezer saja.
Padahal ada teknologi yang namanya freezer, dan itu bisa sewa. Kenapa ga sewa 4-5 unit, buat masukin mereka ke dalem,”
sindir @wirnandi.
Komentar lain bahkan mengaitkan adegan tersebut dengan sejarah perbudakan.
Nabi membebaskan budak, Maulid Nabi malah mempertontonkan cara-cara perbudakan dengan romantisme tradisi lokal,”
tulis @kebumenaerial.
Ada pula warganet yang menyindir mengenai penggunaan kipas tradisional dalam kegiatan tersebut.
Padahal udah ada kipas angin, emang suka kepanasan ya kalo ikut acara keagamaan?”
sindir @wnda_fp.
Sementara itu, akun @t4_zeezee memberikan komentar bernada candaan terhadap adegan dalam video tersebut.
Di kipasin doang kk buruan tambahin areng terus nyalain biar cepet ilang beban keluarga nya,”
tulisnya.






