Nama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono lagi-lagi jadi sorotan netizen, bukan apa-apa pasalnya akun Instagram @maju.idn mengunggah informasi mengenai aktivitas iklan akun Facebook Sudaryono.
Dalam postingannya, @maju.idn menyebut Akun Facebook Sudaryono disebut mengeluarkan anggaran hingga Rp1,8 miliar untuk memasang iklan konten terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Postingan tersebut juga menampilkan sejumlah konten mengenai MBG yang disebut sedang dipromosikan melalui iklan berbayar di Meta.
Berdasarkan data yang disebut dapat ditelusuri melalui Meta Ad Library yakni layanan yang memungkinkan publik mencari iklan yang sedang tayang di berbagai platform Meta, pada 17 September 2026 terdapat lima konten milik Sudaryono yang masih aktif diiklankan.
Pesan Mengenai MBG
Konten yang dipromosikan antara lain berkaitan dengan pesan mengenai MBG, seperti makanan yang disebut enak, mengenyangkan, dan bergizi.
Dalam video @maju.idn, narator menyebut biaya iklan untuk konten-konten tersebut bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Ini iklan guys, dia bayar supaya kontennya dilihat banyak orang,”
kata narator dalam video tersebut.
Narator kemudian menyebut akun Sudaryono sebagai salah satu pengiklan dengan pengeluaran terbesar di Facebook, dengan angka yang disebut mencapai sekitar Rp1,8 miliar.
Di bawahnya disebut terdapat Yayasan Golkar Institute SPKP dengan pengeluaran sekitar Rp1,3 miliar.
Aktivitas iklan tersebut kemudian menjadi perhatian karena materi yang dipromosikan berkaitan dengan kegiatan dan program BGN, khususnya MBG.
Hal inilah yang kemudian memunculkan berbagai komentar dari netizen. Sebagian netizen juga mempertanyakan besarnya biaya promosi untuk konten MBG.
Salah satunya akun @podomoro.tenjo_inhouse yang mempertanyakan seberapa luas jangkauan yang bisa diperoleh dari biaya iklan hingga miliaran rupiah untuk usahanya.
Busyet iklan 1,8 milyar bisa dpt konsumen berapa banyak gw,”
komennya.
Komentar lain bahkan menyoroti gaya promosi program pemerintah yang dinilainya menyerupai promosi produk komersial.
“Program pemerintah kok berasa produk UMKM, promosi terus,”
sindir @bobbi_blank.
Ada pula netizen yang melontarkan candaan mengenai besarnya biaya iklan tersebut dan mengaitkannya dengan video sudaryono yang juga viral baru-baru ini.
Karena itu dia kesel.. uda abis 1.8M masih ada berita jelek di sosmed,”
tulis @adityalesmana.
Sementara itu, ada juga netizen yang mempertanyakan sumber dana yang digunakan untuk memasang iklan tersebut.
Konten gak jelas malah pake dana APBN lagi… Bener2 rusak ni parah,”
tulis @algis_a223.
Netizen lainnya juga mempertanyakan apakah konten-konten mengenai pengalaman positif terhadap MBG ikut menjadi bagian dari materi promosi berbayar.
Buat apa pke iklan jualan produk? Testimoni positif tdk dr iklan… ooo brarti mbk2 di thread yg selfie smbil bilang MBG enak trmasuk iklan? semakiinn aduhaaai,”
sindir @dyan_ike.






