Pakaian yang sudah tidak digunakan sering kali berakhir begitu saja di tempat sampah. Padahal, kain dari pakaian, seprai, handuk, tirai, hingga sisa produksi industri masih dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.

Persoalan ini menjadi semakin penting seiring bertambahnya volume sampah tekstil. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2023 yang dikutip Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan, sampah tekstil menyumbang sekitar2,87 persen dari komposisi sampah nasional.

KLHK menggunakan asumsi total timbulan sampah nasional sekitar 70 juta ton per tahun, maka jumlah tersebut setara dengan sekitar 1,75 juta ton sampah tekstil.

Angka 1,75 juta ton ini merupakan hasil perhitungan berdasarkan persentase tersebut.

Banyaknya sampah tekstil membuat pengelolaan pakaian dan kain bekas menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi timbulan sampah. Salah satu caranya adalah mendaur ulang tekstil menjadi bahan yang dapat digunakan kembali.

Daur Ulang Sampah Tekstil

Daur ulang tekstil merupakan proses mengolah pakaian, kain, atau sisa bahan tekstil yang sudah tidak digunakan menjadi material atau produk lain yang masih memiliki nilai guna.

Hasilnya tidak selalu berupa pakaian baru. Tekstil bekas dapat diolah menjadi kain lap, bahan isian, material insulasi, hingga serat yang kemudian digunakan untuk membuat benang atau kain baru.

Namun, tidak semua pakaian bekas harus langsung masuk ke proses daur ulang. Jika kondisinya masih layak digunakan, pakaian dapat digunakan kembali atau disalurkan kepada orang lain. Daur ulang lebih ditujukan untuk tekstil yang sudah rusak atau tidak memungkinkan untuk digunakan sebagaimana fungsi awalnya.

Tahapan Mendaur Ulang

Melansir dari laman Green City Recycler, terdapat beberapa tahapan untuk mendaur ulang sampah tekstil, agar tidak menjadi sekadar tumpukan barang tidak berguna.

1.  Sampah Tekstil Dikumpulkan

Kumpulkan sampah tekstil yang beradal dari rumah tangga maupun industri seperti pakaian, seprai, handuk, tirai, kain bekas, dan sisa potongan kain dari proses produksi. Kemudian sebaiknya tidak langsung mencampurkan dengan sampah rumah tangga lainnya.

2. Pilah Tekstil Sesuai Kondisi

Pilah berdasarkan kondisi, jenis bahan, dan komposisinya. Pakaian yang masih layak pakai dapat dipisahkan untuk digunakan kembali atau disalurkan. Sementara itu, pakaian yang sudah rusak dapat diproses lebih lanjut untuk didaur ulang.

3.  Persiapkan Daur Ulang

Sebelum diproses, tekstil perlu dibersihkan dan dipisahkan dari benda lain yang menempel. Kancing, ritsleting, kait logam, dan hiasan tertentu dapat dilepas terlebih dahulu, lalu cuci sampai bersih. Tekstil kemudian dipotong atau dihancurkan menjadi bagian yang lebih kecil.

4.  Mengolah Tekstil Menjadi Serat

Salah satu metode yang umum digunakan adalah daur ulang mekanis. Dalam proses ini, tekstil dihancurkan dan dipisahkan menjadi serat. Serat tersebut kemudian dapat melalui proses penyisiran atau carding untuk membuatnya lebih teratur sebelum dipintal kembali menjadi benang.

5.  Gunakan Daur Ulang Kimia

Daur ulang kimia terutama dikembangkan untuk bahan sintetis seperti poliester dan nilon. Dalam proses ini, material tekstil diuraikan menjadi komponen kimianya sehingga dapat diproses kembali menjadi bahan baru. Proses ini membutuhkan teknologi dan fasilitas pengolahan yang lebih kompleks.

6.  Ubah Serat Menjadi Produk Baru

Serat yang sudah diproses kemudian dapat dipintal menjadi benang. Benang tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk membuat kain melalui proses penenunan atau perajutan.

Tidak Bisa Didaur Ulang

Tidak semua tekstil dapat dikembalikan menjadi pakaian atau kain baru. Bahan dengan kualitas rendah atau tekstil yang terdiri dari campuran berbagai serat dapat lebih sulit diproses.

Meski begitu, material tersebut masih dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain. Misalnya, tekstil dapat digunakan sebagai bahan isian, kain lap industri, bantalan, atau material insulasi. Pemanfaatan ini membantu mengurangi jumlah tekstil hingga nantinya menjadi sampah residu.

Manfaat Daur Ulang

Daur ulang tekstil dapat membantu mengurangi jumlah pakaian dan kain yang berakhir di tempat pembuangan. Selain itu, penggunaan kembali serat dapat mengurangi kebutuhan terhadap bahan baku baru dalam pembuatan produk tekstil.

Proses ini juga mendukung konsep ekonomi sirkular, yaitu sistem yang berupaya mempertahankan material agar tetap digunakan selama mungkin sebelum akhirnya menjadi limbah.

Bagi masyarakat, langkah sederhana seperti menggunakan pakaian lebih lama, menyumbangkan pakaian yang masih layak, memperbaiki pakaian rusak, serta memisahkan tekstil dari sampah lainnya dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi limbah tekstil.