Brokoli dan bunga kol kerap dianggap sebagai sayuran yang sama karena bentuknya sekilas mirip. Keduanya memang masih berkerabat dekat dan sama-sama termasuk kelompok sayuran cruciferous.

Namun, brokoli dan bunga kol sebenarnya memiliki sejumlah perbedaan, mulai dari warna, rasa, tekstur, kandungan gizi, hingga cara mengolahnya. Ingin lebih tahu apa saja perbedaan brokoli dan kembang kol? Melansir dari laman Healthify (24 Agustus 2026), berikut penjelasannya.

Tanaman Keluarga

Brokoli dan bunga kol sama-sama berasal dari keluarga Brassicaceae dan termasuk dalam kelompok Brassica. Keduanya masih satu kerabat dengan kubis, kale, pakcoy, dan kubis Brussel.

Kemiripan paling mudah terlihat dari bentuknya. Bagian yang biasa dikonsumsi pada keduanya merupakan kumpulan kuncup bunga yang tumbuh rapat membentuk kepala. Bedanya, brokoli umumnya memiliki kepala berwarna hijau dengan batang yang cukup panjang, sedangkan bunga kol memiliki kepala berwarna putih.

Perbedaan warna tersebut berkaitan dengan karakteristik masing-masing tanaman. Brokoli memiliki jaringan hijau yang mengandung klorofil, sedangkan bagian bunga kol yang dikonsumsi tidak berkembang menjadi jaringan hijau sehingga warnanya cenderung putih.

Perbedaan Rasa

Brokoli memiliki rasa yang lebih kuat, sedikit pahit, dan khas sayuran hijau. Sementara itu, bunga kol cenderung memiliki rasa yang lebih ringan, sedikit manis, dan dapat terasa gurih atau nutty setelah dimasak.

Teksturnya pun hampir serupa. Dalam kondisi mentah, keduanya terasa renyah. Setelah dimasak, teksturnya menjadi lebih lunak, meskipun bunga kol cenderung terasa lebih padat.

Brokoli sering digunakan dalam tumisan, sup, salad, atau dipanggang. Bunga kol juga dapat diolah dengan cara yang sama, tetapi teksturnya yang padat membuatnya sering digunakan sebagai bahan sup atau dihaluskan

Kandungan Gizi

Meski sama-sama rendah kalori dan mengandung serat, brokoli dan bunga kol memiliki komposisi zat gizi yang berbeda.

Mengutip Food Republic, satu cangkir brokoli mentah yang telah dipotong mengandung sekitar 31 kalori, 6 gram karbohidrat, 2,5 gram serat, dan 2,5 gram protein. Dalam jumlah yang sama, bunga kol mengandung sekitar 27 kalori, 5 gram karbohidrat, serta sekitar 2 gram serat dan 2 gram protein.

Perbedaan juga terlihat pada kandungan vitaminnya. Brokoli cenderung memiliki kandungan vitamin C dan vitamin K yang lebih tinggi. Sementara itu, bunga kol memiliki kandungan vitamin B6 yang sedikit lebih tinggi.

Mengandung Senyawa Bioaktif

Sebuah tinjauan yang diterbitkan dalam jurnal Antibiotics pada 2023 yang berjudul Broccoli: A Multi-Faceted Vegetable for Health menyebutkan bahwa brokoli merupakan sumber serat, vitamin A, C, dan K, mineral seperti kalsium, kalium, dan zat besi, serta berbagai senyawa bioaktif.

Beberapa di antaranya adalah glukosinolat, sulforafan, dan indole-3-carbinol. Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi dalam berbagai penelitian yang dibahas dalam tinjauan tersebut.

Brokoli juga mengandung senyawa seperti lutein dan zeaxanthin. Sementara itu, bunga kol sebagai sayuran cruciferous juga memiliki berbagai senyawa fitokimia dan antioksidan.

Cara Mengolah

Keduanya dapat dimakan mentah, dikukus, direbus, ditumis, maupun dipanggang. Brokoli mentah dapat ditambahkan ke dalam salad atau disantap dengan saus cocolan. Jika dipanggang bersama sedikit minyak dan bumbu, brokoli dapat memiliki tekstur yang lebih renyah.

Sementara itu, bunga kol dapat dipotong menjadi bagian kecil kemudian ditumis atau dipanggang. Sayuran ini juga dapat dihaluskan menjadi sup atau digunakan sebagai alternatif nasi dalam sejumlah hidangan.

Cara memasak juga dapat memengaruhi karakteristik sayuran. Karena itu, pengolahan yang tidak terlalu berlebihan dapat menjadi pilihan jika ingin mempertahankan tekstur dan kandungan gizi.

Jangan Terlalu Banyak

Meski kaya zat gizi, konsumsi brokoli dan bunga kol dalam jumlah banyak dapat menyebabkan keluhan pencernaan pada sebagian orang. Salah satu penyebabnya adalah kandungan karbohidrat tertentu yang sulit dicerna, termasuk raffinose.

Raffinose dapat difermentasi oleh bakteri di usus besar dan menghasilkan gas. Akibatnya, sebagian orang dapat mengalami perut kembung atau lebih sering buang gas setelah mengonsumsi brokoli dan bunga kol, terutama dalam jumlah banyak.

Brokoli dan bunga kol juga mengandung vitamin K. Bagi orang yang menggunakan obat pengencer darah seperti warfarin, asupan vitamin K perlu diperhatikan. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika memiliki kondisi khusus atau sedang menjalani pengobatan tertentu.