Tempe selama ini identik dengan kedelai. Hampir setiap kali membayangkan tempe, yang terlintas adalah biji kedelai yang diselimuti lapisan putih hasil fermentasi. Padahal, makanan fermentasi khas Indonesia ini tidak selalu dibuat dari kedelai.

Berbagai bahan pangan lokal juga dapat difermentasi menjadi tempe, mulai dari kacang tanah, koro benguk, koro pedang, lamtoro, hingga bahan sisa seperti ampas tahu dan ampas kelapa.

Keragaman ini menarik karena tempe tidak hanya berkaitan dengan fermentasi, tetapi juga menunjukkan bagaimana masyarakat memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Tidak Selalu Kedelai

Kedelai memang menjadi bahan baku tempe yang paling populer. Melansir dari laman Infarm Indonesia (16 September 2026), proses pembuatan tempe yaitu kedelai difermentasi menggunakan kapang dari genus Rhizopus.

Proses fermentasi tersebut membuat biji-biji kedelai menyatu menjadi tempe yang padat dan berwarna putih. Namun, secara prinsip, tempe dapat dibuat dari berbagai jenis kacang-kacangan.

Bentuk Diversifikasi Pangan

Keragaman bahan baku ini juga berkaitan dengan potensi pangan lokal. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menyediakan data produksi kedelai dalam Data Prioritas 2025.

Data tersebut menunjukkan bahwa kedelai masih menjadi salah satu komoditas yang tercatat dalam statistik pangan nasional.

Di sisi lain, pengembangan bahan baku nonkedelai dapat menjadi bagian dari upaya diversifikasi pangan. Salah satunya koro pedang yang disebut Kementerian Pertanian berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku tempe.

Tanaman ini dinilai memiliki keunggulan karena dapat tumbuh di lahan marginal atau lahan dengan tingkat kesuburan yang relatif rendah.

Enam Jenis Tempe

1.  Tempe Benguk

Tempe benguk dibuat dari biji koro benguk atau Mucuna pruriens. Tanaman ini termasuk kelompok kacang-kacangan dan dikenal sebagai tanaman yang dapat tumbuh merambat. Di Indonesia, tempe benguk telah lama dikenal sebagai pangan lokal, salah satunya di wilayah Gunungkidul, Yogyakarta.

2.  Tempe Kacang Tanah

Kacang tanah juga dapat digunakan sebagai bahan baku tempe. Jenis ini menjadi salah satu contoh bahwa proses fermentasi tempe tidak mutlak membutuhkan kedelai.

3.   Tempe Koro

Koro merupakan kelompok tanaman kacang-kacangan yang memiliki beragam jenis, salah satunya koro pedang atau Canavalia ensiformis. Kementerian Pertanian menyebut koro pedang sebagai salah satu kacang yang berpotensi digunakan sebagai bahan baku tempe.

4.   Tempe Lamtoro

Lamtoro atau Leucaena leucocephala mungkin lebih sering dikenal sebagai tanaman pagar atau tanaman peneduh. Namun, bagian bijinya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku tempe.

5.   Tempe Gembus

Kalau sebagian besar tempe dibuat dari biji-bijian, tempe gembus justru berbahan dasar ampas tahu. Ampas tahu merupakan hasil samping dari proses pembuatan tahu. Bahan tersebut kemudian dapat diolah dan difermentasi menggunakan ragi tempe hingga menghasilkan tempe gembus.

6.   Tempe Bongkrek

Tempe bongkrek merupakan pangan fermentasi tradisional yang dikenal berasal dari Banyumas, Jawa Tengah. Berbeda dari tempe kedelai, bahan yang digunakan adalah hasil samping kelapa, seperti ampas santan atau bungkil kelapa setelah proses pengambilan minyak.

Punya Banyak Jenis

Tempe ternyata tidak selalu berarti kedelai yang difermentasi. Dari biji koro benguk yang berasal dari tanaman merambat, kacang tanah, koro pedang, hingga biji lamtoro, berbagai bahan dapat diolah menjadi tempe.

Bahkan, bahan yang bukan berupa biji seperti ampas tahu dan hasil samping kelapa juga pernah dimanfaatkan dalam tradisi pembuatan tempe.

Keragaman tersebut menunjukkan bahwa tempe bukan sekadar makanan pendamping nasi, tetapi juga bagian dari pengetahuan pangan masyarakat Indonesia.

Fermentasi membuat berbagai bahan yang berbeda dapat diolah menjadi produk dengan karakter, rasa, dan tekstur yang khas.

Jadi, kalau selama ini tempe yang dikenal hanya tempe kedelai, ternyata pilihan pangan fermentasi Indonesia jauh lebih beragam. Kira kira, tempe jenis mana yang sudah pernah kamu coba?