Idol asal Korea Selatan, Hoshi SEVENTEEN dikabarkan mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL) saat menjalani wajib militer. Kabar tersebut disampaikan agensinya, PLEDIS Entertainment.
Akibat cedera tersebut, Hoshi harus menjalani operasi. PLEDIS Entertainment menyebut operasi ligamen lutut yang dijalani Hoshi berjalan lancar dan kini sang idol tengah menjalani pemulihan.
Cedera ACL sendiri merupakan salah satu cedera lutut yang cukup umum, terutama pada aktivitas yang melibatkan gerakan berputar, perubahan arah secara tiba-tiba, atau pendaratan setelah melompat.
Lantas, apa sebenarnya cedera ACL dan mengapa kondisi ini terkadang membutuhkan operasi?
Apa itu ACL?
Dikutip dari Hospital for Special Surgery (HSS), anterior cruciate ligament (ACL) atau ligamen krusiat anterior merupakan salah satu dari empat ligamen utama pada sendi lutut.
Ligamen ini berada di bagian tengah lutut dan berperan penting dalam menjaga kestabilan sendi. ACL membantu mencegah tulang kering atau tibia bergerak terlalu jauh ke depan terhadap tulang paha atau femur.
ACL bekerja bersama posterior cruciate ligament (PCL) untuk menjaga kestabilan gerakan lutut dari arah depan dan belakang. Sementara itu, medial collateral ligament (MCL) dan lateral collateral ligament (LCL) membantu menjaga kestabilan lutut dari sisi dalam dan luar.
Rrobekan ACL
Robekan ACL terjadi ketika ligamen tersebut mengalami kerusakan atau ruptur, baik sebagian maupun seluruhnya.
Pada robekan parsial, hanya sebagian serat ligamen yang mengalami kerusakan, sementara sebagian lainnya masih utuh. Sedangkan pada robekan lengkap, seluruh serat ligamen mengalami putus.
Sebagian besar cedera ACL merupakan robekan lengkap. Robekan dapat terjadi di bagian tengah ligamen maupun pada area tempat ACL menempel pada tulang, meski bagian tengah ligamen merupakan lokasi yang paling umum.
ACL Bisa Cedera?
Cedera ACL kerap terjadi ketika lutut mengalami gerakan memutar secara tiba-tiba. Misalnya, ketika seseorang berhenti mendadak kemudian mengubah arah, berputar, atau mendarat setelah melompat.
Cedera juga dapat terjadi akibat benturan keras pada lutut.
Karena itu, robekan ACL banyak ditemukan pada olahraga yang melibatkan gerakan menapak, memotong arah, berputar, dan melompat, seperti sepak bola, bola basket, ski, serta American football.
Cedera ACL juga dapat terjadi bersamaan dengan kerusakan jaringan lain di lutut, termasuk meniskus, tulang rawan, serta ligamen MCL, PCL, atau LCL.
Gejala Robekan ACL?
Salah satu tanda yang dapat dirasakan saat ACL mengalami robekan adalah munculnya suara atau sensasi seperti bunyi pop pada lutut ketika cedera terjadi.
Gejala lain yang umum meliputi:
- Nyeri pada lutut.
- Lutut membengkak dengan cepat.
- Lutut terasa tidak stabil.
- Sensasi lutut bergeser atau seperti akan tertekuk.
- Kesulitan melakukan aktivitas yang membutuhkan perubahan arah, berputar, melompat, atau mendarat.
Namun, tingkat keparahan gejala dapat berbeda-beda tergantung pada luasnya kerusakan dan kondisi masing-masing orang.
Pada robekan ACL yang lengkap, ketidakstabilan lutut umumnya lebih terasa. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang kesulitan melakukan aktivitas yang membutuhkan gerakan cepat atau perubahan arah.
Bisa Sembuh Sendiri?
Menurut HSS, ACL yang telah robek tidak dapat tumbuh kembali seperti semula. Namun, bukan berarti semua orang dengan robekan ACL otomatis harus menjalani operasi.
Pada kondisi tertentu, ACL dapat membentuk jaringan parut yang menjembatani bagian ligamen yang robek. Hal ini pada sebagian pasien dapat membantu mengembalikan kestabilan lutut dan memungkinkan mereka kembali beraktivitas tanpa keluhan berarti.
Pilihan penanganan bergantung pada kondisi masing-masing pasien, tingkat aktivitas, tingkat ketidakstabilan lutut, serta cedera lain yang mungkin menyertai.
Pasien Membutuhkan Operasi?
Operasi dapat menjadi salah satu pilihan untuk menangani robekan ACL, terutama ketika cedera menyebabkan lutut tidak stabil atau pasien ingin kembali melakukan aktivitas fisik yang membutuhkan gerakan berputar dan perubahan arah.
Keputusan mengenai operasi tidak hanya ditentukan oleh ada atau tidaknya robekan ACL. Dokter juga akan mempertimbangkan kondisi pasien dan kemungkinan adanya kerusakan pada meniskus, tulang rawan, atau ligamen lainnya.
Mengalami Cedera ACL?
Cedera ACL dapat dialami orang dari berbagai usia dan tingkat kebugaran.
Cedera ini juga cukup umum pada anak-anak dan remaja, terutama seiring meningkatnya aktivitas olahraga kompetitif. Perkembangan teknik operasi ACL membuat tindakan bedah kini juga dapat menjadi pilihan bagi sebagian pasien anak dan remaja dengan pertimbangan khusus terkait pertumbuhan tulang.
HSS juga mencatat perempuan muda yang aktif berolahraga memiliki tingkat cedera ACL yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki seusianya. Sejumlah faktor diduga berperan, termasuk mekanisme pendaratan, anatomi lutut, dan kelonggaran jaringan.
Mengalami Cedera Lutut?
Jika mengalami cedera lutut dan mencurigai adanya kerusakan ACL, sebaiknya hindari menumpu berat badan pada kaki yang cedera dan segera mencari pertolongan medis.
Untuk membantu mengurangi pembengkakan, lutut dapat dikompres dengan es. Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen, juga dapat dipertimbangkan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Dokter, khususnya dokter ortopedi atau spesialis kedokteran olahraga, kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang seperti rontgen dan MRI dapat digunakan sesuai kondisi pasien untuk melihat kemungkinan kerusakan pada ligamen, meniskus, tulang rawan, maupun struktur lutut lainnya.
Penanganan cedera ACL pun perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, sehingga pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan terapi yang tepat.






