Mendaki gunung bukan cuma soal kuat nanjak sampai puncak. Salah pilih sepatu, lupa bawa jas hujan, atau nggak mengecek kondisi gunung sebelum berangkat bisa bikin perjalanan yang seharusnya seru berubah jadi merepotkan.

Apalagi, kondisi gunung api di Indonesia juga perlu menjadi perhatian. Gunung Anak Krakatau, misalnya, masih berstatus Level III atau Siaga. Badan Geologi melarang masyarakat, wisatawan, dan pendaki memasuki area dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung tersebut.

Karena itu, sebelum menentukan gunung tujuan, jangan cuma sibuk menyiapkan outfit atau mengecek isi carrier. Pastikan juga kamu sudah mengecek informasi terbaru mengenai status aktivitas gunung, jalur yang dibuka, serta rekomendasi dari pengelola dan Badan Geologi.

Setelah jalur pendakian dipastikan memang dibuka dan aman untuk dilalui, barulah perlengkapan mulai disiapkan. Lantas, apa saja yang sebaiknya masuk ke dalam carrier?

Pilihan EditorRedifka Akbar

Demi mengurangi Pendaki Tiap Tahun, Gunung Fuji Terapkan Biaya Penyelamatan

Merangkum dari berbagai sumber, berikut daftar perlengkapan yang perlu dibawa saat mendaki gunung.

  • Sepatu Gunung

Sepatu menjadi salah satu perlengkapan utama karena kaki akan melewati berbagai kondisi medan, mulai dari tanah, bebatuan, hingga jalur yang licin.

Sepatu hiking dirancang untuk memberikan perlindungan dan kenyamanan yang lebih sesuai dibandingkan sepatu biasa. Jadi, jangan sampai urusan alas kaki malah dianggap sepele.

  • Jaket dan Pakaian Berlapis

Suhu di gunung bisa lebih rendah dibandingkan daerah permukiman. Kondisi cuaca juga dapat berubah dengan cepat.

Jaket membantu menjaga tubuh tetap hangat sekaligus melindungi dari angin dan hujan. Untuk pakaian, pilih yang memang dibutuhkan dan hindari membawa terlalu banyak karena setiap tambahan pakaian berarti tambahan beban di carrier.

  • Kaos Kaki

Kelihatannya sepele, tapi kaos kaki punya peran penting selama pendakian.

Penggunaannya dapat membantu menjaga kaki tetap nyaman sekaligus mengurangi gesekan antara kaki dan sepatu. Jangan lupa membawa setidaknya satu pasang cadangan, terutama kalau pendakiannya berlangsung lebih dari satu hari.

  • Carrier

Semua perlengkapan tentu membutuhkan tempat untuk dibawa. Di sinilah carrier menjadi salah satu barang penting saat mendaki.

Kapasitas carrier bisa disesuaikan dengan durasi perjalanan dan jumlah perlengkapan yang dibawa. Jangan terlalu kecil sampai barang nggak muat, tapi juga jangan terlalu besar hanya karena ingin memasukkan barang yang sebenarnya nggak diperlukan.

  • Jas Hujan

Cuaca gunung bisa berubah tanpa banyak aba-aba. Karena itu, jas hujan sebaiknya selalu tersedia dan diletakkan di tempat yang mudah dijangkau.

Selain melindungi tubuh dari hujan, jas hujan juga bisa membantu menjaga pakaian dan barang bawaan tetap kering.

  • Sarung Tangan

Sarung tangan dapat membantu menjaga tangan tetap hangat, terutama ketika pendakian dilakukan pada malam atau dini hari.

Selain itu, sarung tangan juga memberikan perlindungan tambahan ketika pendaki harus berpegangan pada permukaan tertentu di sepanjang jalur.

  • Sleeping Bag dan Matras

Kalau pendakian melibatkan camping, sleeping bag dan matras jangan sampai ketinggalan. Sleeping bag membantu menjaga tubuh tetap hangat saat tidur, sementara matras menjadi alas sekaligus membantu mengurangi kontak langsung tubuh dengan permukaan tanah yang dingin.

  • Senter atau Headlamp

Penerangan menjadi penting ketika pendaki harus berjalan sebelum matahari terbit, setelah matahari terbenam, atau melewati jalur dengan kondisi minim cahaya.

Senter maupun headlamp bisa membantu penerangan selama hiking maupun camping. Pastikan baterainya cukup sebelum berangkat.

  • Kompor Portable

Untuk pendakian yang melibatkan camping, kompor portable bisa digunakan untuk menyiapkan makanan dan minuman hangat.

Namun, penggunaan kompor dan bahan bakar tetap harus menyesuaikan aturan di lokasi pendakian. Jangan sampai niat bikin kopi di gunung malah berujung melanggar aturan kawasan.

  • Trekking Pole

Trekking pole dapat membantu menjaga keseimbangan ketika melewati medan yang licin, berlumpur, menanjak, maupun menurun.

Perlengkapan ini juga bisa membantu mengurangi beban pada lutut ketika berjalan di medan tertentu.

  • Air Minum dan Makanan

Air menjadi salah satu kebutuhan utama selama pendakian. Jumlahnya perlu disesuaikan dengan durasi perjalanan, kondisi cuaca, serta ketersediaan sumber air di sepanjang jalur.

Untuk makanan, pilih yang praktis tetapi tetap mampu memberikan energi. Makanan utama dan camilan berkalori yang mudah dibawa bisa menjadi pilihan.

  • P3K dan Obat Pribadi

Kotak pertolongan pertama juga sebaiknya masuk ke dalam carrier. Isinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya plester, kasa, antiseptik, obat untuk keluhan ringan, serta obat pribadi jika memang diperlukan.

Jangan Lupa Cek Status Gunung

Carrier penuh bukan berarti persiapan sudah lengkap. Sebelum berangkat, status gunung dan aturan jalur justru menjadi salah satu hal pertama yang perlu dicek.

Untuk gunung api, pendaki dapat mengecek informasi melalui MAGMA Indonesia atau kanal resmi Badan Geologi. Status Level I hingga IV menunjukkan tingkat aktivitas gunung api, tetapi status tersebut tidak otomatis berarti seluruh jalur pendakian di gunung tersebut dibuka atau ditutup.

Contohnya, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III dan pendaki tidak diperbolehkan memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitasnya.

Jadi, meskipun carrier sudah penuh, sepatu sudah siap, dan perlengkapan sudah lengkap, aturan keselamatan tetap menjadi batas utama.

Karena mendaki gunung bukan cuma soal sampai puncak, tetapi juga soal memastikan perjalanan bisa dilakukan dengan aman dan kembali dengan selamat.