Pelaksanaan Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, mendapat sorotan dari sejumlah negara terkait persoalan akomodasi bagi atlet dan staf kepelatihan.
Masalah tersebut mencakup keterbatasan tempat tinggal hingga kondisi kamar yang dinilai kurang memadai bagi sejumlah delegasi.
Korea Selatan
Sorotan salah satunya datang dari Korea Selatan. Pejabat olahraga negara tersebut menyebut akomodasi Asian Games 2026 sebagai salah satu yang terburuk berdasarkan pengalaman mereka.
Keluhan tersebut terutama ditujukan terhadap tempat tinggal berbentuk kabin kecil yang digunakan oleh sejumlah atlet.
Wakil Presiden Korean Basketball Association (KBA), Jung Jae-yong, mengatakan tempat tinggal yang digunakan tim basket putra Korea Selatan memiliki sejumlah masalah.
Salah satunya adalah ukuran tempat tidur yang dianggap terlalu pendek bagi atlet dengan tinggi lebih dari dua meter, sehingga mereka kesulitan untuk meluruskan kaki saat beristirahat.
Atlet yang tingginya lebih dari dua meter bahkan tidak bisa meregangkan kaki mereka di atas tempat tidur. Itu tidak masuk akal,”
ujar Jung Jae-yong, dikutip dari Al Jazeera, 14 September 2026.
India
Sementara itu, pihak dari India mengeluhkan hal serupa. Dilansir dari Times of India, Sabtu, 19 September, para atlet yang berangkat ke Jepang tidak mendapat kepastian kabar terkait alokasi kamar dan mengeluhkan ruangan yang terlalu kecil dan sempit.
Filipina
Selain Korea Selatan dan India, Filipina juga menghadapi persoalan akomodasi. Abraham Tolentino, selaku Presiden Komite Olimpiade Filipina, mengatakan seluruh atlet negaranya telah mendapatkan kamar.
Namun, sejumlah staf seperti pelatih harus dipindahkan ke hotel lain dan sebagian menggunakan Airbnb karena keterbatasan tempat tinggal.






