Stroberi hampir selalu punya tempat di berbagai dessert, mulai dari cheesecake, pancake, yoghurt, hingga minuman kekinian.
Warnanya yang merah cerah dan rasanya yang asam manis membuat buah ini tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga salah satu topping yang banyak disukai.
Namun, di balik tampilannya yang menarik sebagai penghias makanan, stroberi ternyata menyimpan berbagai kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh.
Kandungan Nutrisi Stroberi
Dalam 100 gram stroberi, terdapat sekitar 32 kalori, 0,7 gram protein, 7,7 gram karbohidrat, 4,9 gram gula, 2 gram serat, dan 0,3 gram lemak.
Selain itu, buah ini mengandung sejumlah vitamin dan mineral, seperti vitamin C, mangan, folat, dan kalium.
Dalam jumlah lebih kecil, stroberi juga mengandung zat besi, tembaga, magnesium, dan fosfor. Stroberi juga kaya akan senyawa antioksidan.
Mengandung Senyawa Antioksidan
Studi literatur berjudul Studi Literatur: Kandungan Gizi dan Aktivitas Senyawa Antioksidan pada Buah Stroberi (Fragaria x ananassa) yang diterbitkan dalam Jurnal Teknologi dan Halal Pasca Panen pada Agustus 2024 membahas kandungan gizi dan aktivitas senyawa antioksidan pada stroberi.
Di dalamnya, senyawa seperti antosianin dan vitamin C disebut memiliki aktivitas antioksidan yang berpotensi membantu melawan radikal bebas serta mendukung kesehatan kulit.
Apa saja manfaat yang bisa diperoleh dari mengonsumsi stroberi? Melansir dari laman Halodoc (13 Maret 2026), berikut berbagai manfaatnya.
Manfaat Stroberi
- Membantu menjaga kesehatan jantung dan mengurangi peradangan. Kandungan antioksidan dan senyawa fitokimia dalam stroberi dapat membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif.
- Membantu mengontrol gula darah dan berat badan. Stroberi bisa menjadi pilihan camilan karena kandungan kalorinya relatif rendah dan memiliki serat. Dalam 100 gram buah, terdapat sekitar 2 gram serat yang dapat membantu memberikan rasa kenyang sekaligus mendukung kesehatan pencernaan.
- Mendukung sistem imun dan kesehatan kulit. Kandungan vitamin C ini berperan dalam mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh sekaligus membantu pembentukan kolagen. Kolagen dibutuhkan untuk menjaga struktur kulit dan jaringan tubuh.
- Menjaga kesehatan pencernaan. Kandungan serat dalam stroberi juga bermanfaat untuk sistem pencernaan. Asupan serat yang cukup dapat membantu melancarkan buang air besar sehingga membantu mencegah atau meredakan konstipasi.
- Berpotensi membantu menurunkan risiko penyakit kronis. Berbagai kandungan antioksidan dalam stroberi membuat buah ini berpotensi memberikan perlindungan terhadap kerusakan sel akibat radikal bebas. Kerusakan oksidatif dan peradangan kronis sendiri berkaitan dengan berbagai penyakit.
Bukan Pengganti Obat
Dari berbagai kandungan tersebut, stroberi memang memiliki sejumlah khasiat yang mendukung kesehatan tubuh.
Meski begitu, mengonsumsi stroberi tidak dapat menggantikan obat maupun pengobatan medis. Manfaat buah akan lebih optimal jika dikombinasikan dengan pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik, tidur cukup, dan kebiasaan hidup sehat lainnya.
Stroberi juga dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, seperti dimakan langsung, dicampurkan ke yoghurt atau oatmeal, maupun dijadikan jus.
Hati-Hati Alergi
Stroberi dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Salah satu bentuknya adalah oral allergy syndrome, yang dapat menyebabkan rasa gatal atau tidak nyaman di mulut dan tenggorokan setelah mengonsumsi buah tertentu.
Orang yang memiliki alergi terhadap stroberi sebaiknya menghindarinya dan mendapatkan pertolongan medis apabila muncul reaksi alergi berat.
Stroberi memang bukan sekadar topping untuk mempercantik dessert, tetapi mengandung berbagai khasiat vitamin, serat, mineral, dan lainnya.
Namun, konsumsi stroberi tetap perlu ditempatkan sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai obat untuk penyakit tertentu.






