Indonesia tengah menyiapkan salah satu proyek ambisius di bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Bukan sekadar membangun pusat data, proyek ini dirancang menjadi infrastruktur komputasi AI berskala besar dengan kapasitas yang ditargetkan mencapai 1 gigawatt (GW).
Proyek tersebut berupa pembangunan AI Factory di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah, yang ditargetkan mulai dibangun pada 2027.
Mengutip laman Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), proyek Zankore by Indosat merupakan kolaborasi antara Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA.
Lantas, apa saja fakta menarik di balik proyek AI Factory ini?
1. Kapasitasnya Capai 1 GW
Salah satu hal yang membuat proyek AI Factory menarik adalah kapasitasnya yang ditargetkan mencapai 1 GW atau 1.000 megawatt (MW).
Menurut Komdigi, pada tahap pertama pembangunan pada 2027, proyek ini ditargetkan memiliki kapasitas sekitar 200 MW. Kapasitas tersebut kemudian akan dikembangkan secara bertahap hingga mencapai 1 GW.
2. Batang Dipersiapkan Jadi Pusat AI
Lokasi proyek ambisius ini berada di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Melansir laman Pemkab Batang, pembangunan fasilitas AI tersebut kemungkinan mulai dilakukan pada 2027 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Untuk mendukung investasi tersebut, Pemkab Batang menyiapkan dua kebutuhan utama, yakni kepastian energi dan tenaga kerja.
Sementara itu, Komdigi menyebut kehadiran AI Factory diharapkan menjadi fondasi pengembangan layanan AI untuk Indonesia sekaligus kawasan Asia Tenggara.
3. Tak Hanya Sekadar Data Center
AI Factory tidak hanya berfungsi sebagai pusat penyimpanan data atau data center.
Komdigi menjelaskan, AI Factory akan mengintegrasikan data center, GPU berperforma tinggi, jaringan, penyimpanan data, hingga layanan GPU-as-a-Service dalam satu ekosistem.
Fasilitas ini juga mencakup pengelolaan beban kerja dan operasional AI secara end-to-end.
4. Butuh Energi dalam Jumlah Besar
Besarnya kapasitas komputasi membuat kebutuhan energi menjadi salah satu aspek penting dalam proyek ini.
Bahkan, kapasitas 1 GW disebut hampir menyamai beban puncak konsumsi listrik seluruh wilayah Bali yang berada di kisaran 1,3-1,4 GW.
Karena itu, pasokan energi menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan secara matang dalam pembangunan AI Factory di Batang.
Sebelumnya, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan pemerintah daerah tengah memastikan kebutuhan dasar investasi tersebut, terutama dari sisi energi dan tenaga kerja.
5. Komputasinya Menggunakan Chip Canggih
AI Factory membutuhkan kemampuan komputasi yang jauh lebih besar dibandingkan pusat data biasa.
Dalam pengembangannya, fasilitas tersebut akan menggunakan teknologi komputasi AI NVIDIA, termasuk sistem GPU berperforma tinggi untuk menangani beban kerja AI dalam skala besar.
Besarnya kebutuhan komputasi inilah yang turut membuat infrastruktur pendukung seperti jaringan, penyimpanan, dan energi menjadi sangat penting.
6. Investasinya Tembus Rp54,6 Triliun
Zankore by Indosat juga telah mendapatkan pembiayaan sebesar 3,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp54,6 triliun, dengan asumsi 1 dolar AS setara Rp17.614.
Pendanaan tersebut menjadi pijakan untuk membangun infrastruktur komputasi AI dengan kapasitas yang ditargetkan mencapai 1 GW.
Dengan skala tersebut, Komdigi menyebut proyek ini menjadi salah satu investasi infrastruktur AI terbesar yang pernah diumumkan di Asia Tenggara.
7. Bakal Menjadi Rumah Sahabat-AI
Fakta menarik lainnya, AI Factory tersebut tidak hanya digunakan untuk menyediakan kapasitas komputasi.
Menurut Komdigi, Zankore juga akan mengembangkan dan menjadi tempat hosting Sahabat-AI, large language model (LLM) open-source Indonesia dengan 70 miliar parameter.
Sahabat-AI dirancang untuk mendukung Bahasa Indonesia dan sejumlah bahasa daerah, termasuk Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.
Dengan target kapasitas hingga 1 GW, proyek ambisius ini menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak hanya membutuhkan model dan aplikasi canggih.
Di balik teknologi yang digunakan sehari-hari, ternyata ada kebutuhan besar terhadap pusat komputasi, chip, jaringan, tenaga kerja, dan pasokan energi yang stabil.







