Kaca yang kusam, penuh debu, atau meninggalkan bekas setelah dilap tentu bisa mengganggu tampilan rumah. Apalagi, noda tipis pada kaca sering kali baru terlihat ketika terkena pantulan cahaya.

Kaca yang bersih bisa membuat rumah terlihat lebih rapi dan terang. Namun, membersihkan kaca tidak selalu mudah. Salah menggunakan bahan atau alat justru dapat meninggalkan bercak, serat, hingga garis yang terlihat ketika permukaan kaca terkena cahaya.

Agar kaca jendela, cermin, maupun meja kaca tetap jernih dan mengilap, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari bahan pembersih hingga alat yang digunakan.

Melansir dari laman How Stuff Works (16 April 2024), begini cara membersihkan kaca dengan alat dan bahan sederhana yang ada di rumah.

Bahan Sederhana

Beberapa bahan di rumah dapat digunakan sebagai alternatif untuk membersihkan permukaan kaca. Penggunaannya pun cukup sederhana selama takarannya tidak berlebihan.

  • Campuran cuka dan air. Campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan yang sama, kemudian masukkan ke botol semprot. Larutan ini dapat digunakan untuk membersihkan kotoran pada kaca. Setelah disemprotkan, lap menggunakan kain bersih atau alat pembersih kaca.
  • Gunakan koran bekas. Kertas koran memiliki tekstur dan daya serap yang dapat membantu mengangkat kotoran sekaligus mengurangi bekas pada permukaan kaca. Namun, sebaiknya uji terlebih dahulu pada bagian kecil untuk memastikan tinta koran tidak berpindah ke permukaan kaca.
  • Jangan terlalu banyak menggunakan sabun. Jika kaca membutuhkan pembersihan lebih menyeluruh, sedikit sabun dapat ditambahkan ke dalam larutan. Penggunaan sabun yang berlebihan justru berisiko meninggalkan residu.

Cara Mengelap

Selain bahan pembersih, alat dan teknik mengelap juga menentukan hasil akhirnya. Kaca yang sudah dibersihkan tetap dapat terlihat kusam jika masih terdapat sisa cairan, serat, atau goresan.

  • Gunakan air distilasi jika memungkinkan. Air keran dapat mengandung mineral, ketika mengering di permukaan kaca, mineral tersebut dapat meninggalkan bercak. Karena itu, air distilasi dapat menjadi pilihan untuk membuat larutan pembersih kaca.
  • Pilih kain mikrofiber. Kain mikrofiber dapat digunakan untuk mengelap dan mengeringkan kaca tanpa meninggalkan banyak serat. Setelah permukaan dibersihkan, gunakan kain yang bersih dan kering untuk memoles bagian yang berbekas.
  • Semprotkan cairan pada kain, bukan berlebihan langsung ke kaca. Cara ini terutama berguna saat membersihkan cermin atau kaca yang memiliki bingkai.

Dengan bahan sederhana dan teknik yang tepat, membersihkan kaca tidak harus menjadi pekerjaan rumah yang merepotkan. Kunci utamanya adalah menggunakan cairan secukupnya, memilih alat yang tidak meninggalkan serat, dan memastikan permukaan kaca benar-benar kering setelah dibersihkan.

Cara Mengelap

Selain bahan pembersih, alat dan teknik mengelap juga menentukan hasil akhirnya. Kaca yang sudah dibersihkan tetap dapat terlihat kusam jika masih terdapat sisa cairan, serat, atau goresan.

  • Gunakan air distilasi jika memungkinkan. Air keran dapat mengandung mineral, ketika mengering di permukaan kaca, mineral tersebut dapat meninggalkan bercak. Karena itu, air distilasi dapat menjadi pilihan untuk membuat larutan pembersih kaca.
  • Pilih kain mikrofiber. Kain mikrofiber dapat digunakan untuk mengelap dan mengeringkan kaca tanpa meninggalkan banyak serat. Setelah permukaan dibersihkan, gunakan kain yang bersih dan kering untuk memoles bagian yang berbekas.
  • Semprotkan cairan pada kain, bukan berlebihan langsung ke kaca. Cara ini terutama berguna saat membersihkan cermin atau kaca yang memiliki bingkai.

Dengan bahan sederhana dan teknik yang tepat, membersihkan kaca tidak harus menjadi pekerjaan rumah yang merepotkan. Kunci utamanya adalah menggunakan cairan secukupnya, memilih alat yang tidak meninggalkan serat, dan memastikan permukaan kaca benar-benar kering setelah dibersihkan.